Thursday , November 26 2020
Home / Indeks Berita / Kembangkan Bisnis Non Tol, JSMR Bidik Pendapatan Dari Properti Rp 268,5 M

Kembangkan Bisnis Non Tol, JSMR Bidik Pendapatan Dari Properti Rp 268,5 M

Salah satu pintu tol. Pemerintah ajak investor Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk 4 ruas jalan tol sepanjang 424,27 km.

PROPERTI – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang selama ini dikenal menjalankan bisnis jalan tol, mulai memperkuat non jalan tol. Hingga tutup tahun 2020, Jasa Marga menargetkan pendapatan bisnis non tol sebesar Rp 268,5 miliar.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Subakti Syukur menyebutkan, ada empat aktivitas Jasa Marga di bisnis non jalan tol. Keempat bisnis itu adalah pengembangan kawasan atau Toll Corridor Development (TCD), pengembangan iklan dan utilitas, pengembangan rest area dan pengelolaan gedung, serta pengembangan real estat.

BACA JUGA :   Pelaku Properti dan Perbankan Dihimbau Tingkatkan Transaksi Digital

Di lini TCD, operator jalan tol pelat merah ini menyiapkan dua proyek, yaitu TCD Jasamarga Tower (Koridor JORR) dan TCD/TOD LRT Taman Mini. Di TCD Jasamarga Tower, Subakti menyebut, JSMR mengembangkan proyek di atas lahan seluas 1,8 hektare di Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, dengan rencana pengembangan mixed use development antara lain perkantoran, apartemen dan ritel.

Sedangkan proyek TCD atau TOD LRT Taman Mini, Jasa Marga mengembangkannya di atas lahan seluas 3 ha di kawasan Taman Mini, Jakarta Timur. Di proyek ini, JSMR berencana mengembangkan mixed use development, yang di dalamnya terdapat hotel dan ruang ritel. “Keduanya akan meluncur pada pertengahan 2021 mendatang,” ujar Subakti, pada Senin (19/10/2020).

BACA JUGA :   Untuk Ketiga Kalinya, BCA Berhasil Raih Gallup Great Workplace Award

Manajemen Jasa Marga memproyeksikan kedua proyek itu akan menelan total investasi mencapai Rp 1 triliun. Perinciannya, TCD Jasamarga Tower sebesar Rp 800 miliar dan TCD/TOD LRT Taman Mini sebesar Rp 200 miliar. Pada pengembangan bisnis lainnya, JSMR juga memiliki beberapa rencana kongsi dengan sesama BUMN. Pertama, Jasa Marga akan menjalin kerjasama dengan Pertamina, Wijaya Karya dan Waskita Karya untuk utilitas pipanisasi BBM pada ruas tol Balikpapan-Samarinda dan rua tol Cikampek-Plumpang. Kedua, kerjasama pemasangan fiber optic di ruas tol Jasa Marga.

Sementara untuk pengembangan rest area dan pengelolaan gedung, Subakti menerangkan, Jasa Marga masih fokus pada pengelolaan sebanyak 26 rest area di seluruh Indonesia dan pengelolaan gedung milik sendiri. Terakhir, Jasa Marga juga menyiapkan pengembangan properti perumahan di sekitar jalan tol mereka. Saat ini, JSMR dalam pengembangan dua proyek di Jawa Timur, yakni proyek Perumahan Royal Pandaan seluas 6 ha dengan total 439 unit rumah, dan pengembangan proyek perumahan Spring Residence Sidoarjo, seluas lebih kurang 7 ha dengan total 474 unit rumah dan ruko.

Untuk menyelesaikan proyek perumahan Royal Pandaan, Subakti menerangkan, JSMR merencanakan investasi sekitar Rp 208 miliar dengan membidik pendapatan kurang lebih Rp 305 miliar. Anggaran tersebut meliputi pengadaan lahan, perizinan dan legalitas, konsultan, konstruksi dan overhead. “Sampai pertengahan 2020, tercatat penjualan 12 unit rumah,” sebutnya.

BACA JUGA :   BTN Harap Pengembang Serius Bangun Sejuta Rumah

Pada 2018 lalu, JSMR sebenarnya berencana membangun tiga hotel di ruas tol mereka, yaitu tol Batang-Semarang, Solo-Ngawi dan Mojokerto-Surabaya. Namun, Subakti mengaku hingga saat ini rencana pengembangan proyek itu belum jelas. Kelak, seluruh aktivitas bisnis properti ini berada di bawah naungan anak usaha Jasa Marga, yakni PT Jasa Marga Related Business (JMRB) yang sebelumnya bernama PT Jasa Marga Properti.

Dengan berbagai aktivitas tersebut, diharapkan bisnis non jalan tol tetap mampu berkontribusi bagi kinerja tahun ini. “Hingga tutup tahun, target pendapatan JMRB berdasarkan RKAP 2020 sebesar Rp 268,5 miliar,” pungkas Subakti. Hingga semester pertama tahun ini, Jasa Marga mengantongi pendapatan Rp 6,77 triliun. Jumlah itu, turun 51% dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun laba bersih JSMR merosot 90% year on year (yoy) menjadi Rp 105,7 miliar. (Artha Tidar)

Check Also

Jelang Akhir Tahun, Paramount Land Raih Tiga Penghargaan Dari Event Berbeda

PROPERTI – Paramount Land berhasil meraih tiga penghargaan menjelang akhir tahun 2020 ini yaitu, Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link