
Propertynbank.com – Di tengah perubahan cepat ekosistem media dan arus digitalisasi yang masif, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya berkomitmen memperkuat peran sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan kapasitas bagi para jurnalis ibu kota. Gagasan besar ini dirangkum dalam konsep Rumah Cerdas PWI Jaya, yang diusung oleh Ketua Dewan Penasihat PWI Jaya, Benny N. Joewono.
Konsep tersebut menjadi refleksi visi baru organisasi dalam menjawab tantangan profesi wartawan masa kini: tidak sekadar menjaga marwah profesi, tetapi juga mencerdaskan, menghubungkan, dan menginspirasi anggotanya untuk beradaptasi di era digital.
“Makna menjadikan PWI Jaya sebagai rumah cerdas bagi anggotanya, yakni wartawan Jakarta, bisa dijadikan deskripsi visi atau tagline organisasi,” ujar Benny Joewono, wartawan senior yang juga pendiri Digital News Network dan Pemimpin Umum Ipotnews, dalam sebuah diskusi di Markas PWI Jaya, Jakarta.
Ia menjelaskan, rumah cerdas secara kontekstual berarti wadah belajar, berinovasi, dan berbagi pengetahuan antarsesama jurnalis. Di dalamnya, PWI Jaya berfungsi sebagai pusat pengembangan kapasitas, peningkatan kompetensi, serta penguatan nilai profesionalisme dan etika media.
“Tantangan terbesarnya adalah menjadikan PWI Jaya sebagai organisasi yang tidak hanya melindungi, tetapi juga mencerdaskan, menghubungkan, dan mengangkat martabat profesi wartawan di mata publik,” tutur Benny.
Baca Juga : JLL Indonesia Sebut Investasi Beralih ke Logistik, Data Center, dan Hunian Sewa
Benny menjabarkan konsep Rumah Cerdas PWI Jaya dalam tiga dimensi utama Rumah Cerdas sebagai Wadah Pembelajaran dan Inovasi. Di sini, PWI Jaya menjadi tempat tumbuhnya wawasan, etika, dan inovasi media. Fokusnya adalah memperkuat kapasitas intelektual wartawan melalui pelatihan, workshop, serta diskusi tematik yang relevan dengan perkembangan teknologi dan jurnalisme data.
Rumah Cerdas sebagai Pusat Inspirasi dan Transformasi. PWI Jaya berperan aktif membina dan menginspirasi anggotanya agar mampu beradaptasi dengan dinamika media digital. “PWI Jaya harus tampil dinamis, menjadi poros kolaborasi dan inovasi di dunia pers Jakarta,” tegas Benny.
Rumah Cerdas sebagai Ruang Jejaring dan Kolaborasi. PWI Jaya akan memperkuat jejaring antaranggota dan antarorganisasi media, termasuk kolaborasi dengan dunia akademik, korporasi, dan lembaga pemerintah. Tujuannya, membangun ekosistem pers yang sehat, berintegritas, dan berdaya saing.
Sebagai Ketua Dewan Penasihat masa bakti 2024–2029, Benny Joewono menggantikan Johnny Hardjojo, yang kini dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan PWI Pusat 2025–2030 di bawah pimpinan Akhmad Munir dan Zulmansyah Sekedang.
Baca Juga : Tanur Muthmainnah Tour Gelar Tanur Warriors Umroh Academy Akbar, Berangkatkan 600 Jamaah
Dalam sambutannya, Benny menegaskan akan melanjutkan pemikiran dan gaya kepemimpinan pendahulunya yang familiar dan inklusif. Ia juga mengajak seluruh anggota Dewan Penasihat (Wanhat) PWI Jaya, baik senior maupun generasi muda seperti Kusnaeni dan Mohammad Nasir, untuk berperan aktif dalam menguatkan peran PWI Jaya sebagai “rumah bersama” bagi jurnalis Jakarta.
PWI Jaya Barometer Wartawan Nasional
Benny menegaskan, keberadaan PWI Jaya selama ini telah menjadi barometer bagi para wartawan di Indonesia. Organisasi ini juga dikenal sebagai kawah candradimuka yang melahirkan banyak tokoh pers nasional, bahkan tokoh bangsa.
“Perlu diingat, dari PWI Jaya lahir banyak tokoh wartawan yang menjadi pemimpin bangsa — mulai dari Adam Malik, Harmoko, Jakob Oetama, Rosihan Anwar, hingga SK Trimurti dan Herawati Diah. Mereka semua adalah teladan tentang bagaimana jurnalisme bisa menjadi jalan pengabdian bagi masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga : Harga Rumah Seken di Depok Tertinggi di Jabodetabek, Sawangan Berpotensi Naik Kelas
Menanggapi pandangan Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo tentang pentingnya membangun otoritas moral dan intelektual organisasi, Benny sependapat.
“Itu memang konsep utama yang wajib dijaga. PWI Jaya harus mampu memberikan teguran dan pembinaan kepada anggota yang tidak menjunjung etika profesi, tentunya melalui mekanisme Dewan Kehormatan,” ujar Kesit menambahkan.
Dengan semangat tersebut, Benny berharap PWI Jaya tidak hanya dikenal sebagai organisasi profesi, tetapi juga pusat kecerdasan dan karakter jurnalis ibu kota, yang mampu menjaga kredibilitas pers di tengah era disrupsi informasi dan media sosial.
















