Thursday , November 26 2020
Home / Breaking News / Saham Syariah di JII Potensial, Analis : Semen Indonesia Paling Prospek

Saham Syariah di JII Potensial, Analis : Semen Indonesia Paling Prospek

Saham-saham syariah yang tergabung dalam Jakarta Islamis Index (JII) mulai berada dalam tren penguatan

EMITEN – Saham-saham syariah yang tergabung dalam Jakarta Islamis Index (JII) mulai berada dalam tren penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Pertama, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang sudah meningkat hingga 14,80% dalam sepekan. PT Semen Indonesia (persero) Tbk (SMGR) juga naik 1,12% ke harga Rp 11.325 per saham pada perdagangan Kamis (12/11). Dalam sepekan, saham SMGR sudah melesat hingga 13,82%.

Kemudian, saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melesat 11,34% dalam seminggu terakhir, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) juga menguat 9,75% dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menguat 9,19% dalam seminggu terakhir. Sebagai informasi, salah satu persyaratan untuk masuk menjadi saham syariah adalah total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset, tidak lebih dari 45%.

BACA JUGA :   Best Western Hadir Di Metropolitan Park Bekasi

Vice President Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih menjelaskan, kenaikan saham SMGR, TLKM, WIKA, INTP, dan JSMR tak lepas dari pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja alias Omnibus Law. Emiten sektor konstruksi dan properti turut mendapat sentimen positif dari Omnibus Law. “Terutama rencana mendirikan Souvereign Wealth Fund atau Badan Pengeloa Dana Investasi , yang akan menyiapkan dana untuk sektor infrastruktur,” ungkapnya dikutip dari Kontan.co.id, Kamis (12/11).

Ia menjelaskan, ke depannya saham-saham ini masih memiliki prospek yang cukup baik. Secara indeks, sambungnya, besar kemungkinan indeks syariah memang akan kalah ketimbang Indeks Harga Saham Gabungan lantaran IHSG banyak ditopang oleh saham perbankan dengan kapitalisasi pasar yang besar.  “Tapi di luar bank, beberapa emiten bisa punya prospeknya juga,” tambah Alfatih.

BACA JUGA :   New Normal, PUPR Harap Pengembang Properti Segera Bangkit

Alfatih menambahkan, saham SMGR memiliki target kenaikan konsensus di Rp 11.821, sedangkan menurut teknikal di sekitar Rp 12.000, adapun jika tembus level tersebut maka target selanjutnya di sekitar Rp 13.300. Selanjutnya saham TLKM mempunyai target kenaikan secara konsensus Rp 3.865, TLKM juga sudah mencapai target pertama secara teknikal, target kedua TLKM berada di Rp 3.200. Untuk WIKA target kenaikan secara konsesus berada di Rp 1.379, secara teknikal berada di level Rp 1.450, lalu selanjutnya Rp 1.600.

Saham INTP memiliki target consensus Rp 14.625 dan target teknikal di Rp 15.500 lalu Rp 17.100. Sedangkan, JSMR dengan target consensus Rp 4.975 dan teknikal Rp 4.600, dan target selanjutnya di Rp 5.600. Selain itu, menurutnya saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga terbilang menarik dengan target harga konsensus Rp 5.835 dan target teknikal di Rp 7.300.

Hal serupa juga disampaikan oleh Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki. Yaki mengungkapkan kelima saham yang mencetak kenaikan tertinggi ini diuntungkan dengan kebijakan pemerintah melalui Omnibus Law. Meski tak semua saham JII memiliki bobot yang besar untuk pergerakan IHSG, namun ia memandang saham-saham syariah ini memiliki prospek yang menarik. Dari jajaran saham syariah di indeks JII, ia menjagokan saham-saham dari sektor infrastruktur dan konstruksi seperti JSMR, TLKM, WSKT, dan ADHI. (Artha Tidar)

Check Also

Jelang Akhir Tahun, Paramount Land Raih Tiga Penghargaan Dari Event Berbeda

PROPERTI – Paramount Land berhasil meraih tiga penghargaan menjelang akhir tahun 2020 ini yaitu, Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link