Property & Bank

LIXIL Hadirkan OASE sebagai Wajah Baru Arsitektur Berkelanjutan

LIXIL
Adi Purnomo, Founder Mamostudio, dalam sesi open house Paviliun LIXIL Step into the Oasis (23/4), lalu

Propertynbank.com – LIXIL, perusahaan global pelopor solusi air dan hunian berkelanjutan, terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi arsitek, developer, dan interior designer. Melalui berbagai inisiatif kolaboratif, LIXIL membuka ruang pertukaran wawasan sekaligus mendorong sinergi lintas disiplin untuk menjawab tantangan ruang hidup masa kini yang semakin kompleks.

Pendekatan ini menegaskan bahwa kualitas hunian tidak lagi dapat dibangun secara terpisah, melainkan harus mengintegrasikan desain, riset, inovasi, serta pemahaman mendalam terhadap isu keberlanjutan. Kolaborasi pun menjadi standar baru dalam membentuk ruang hidup yang adaptif dan berdampak luas.

“Kolaborasi adalah kunci untuk membentuk kualitas ruang hidup yang lebih baik. Lanskap arsitektur saat ini harus mampu berkontribusi pada lingkungan, masyarakat, hingga pembangunan nasional,” ujar Arfindi Batubara, Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran paviliun OASE: Architecture in the Water Cycle di ajang ARCH:ID 2026. Paviliun ini menjadi manifestasi nyata bagaimana arsitektur dapat berpadu dengan data lingkungan, sosial, hingga pendekatan visual dan lanskap dalam satu kesatuan yang utuh.

Dikembangkan bersama Mamostudio, Labtek Apung, Sciencewerk, dan Larchstudio, OASE menghadirkan pengalaman ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga edukatif. Paviliun ini mengangkat relasi antara air, sanitasi, dan sejarah perkotaan sebagai isu utama yang diterjemahkan secara interaktif kepada publik.

Adi Purnomo, Founder Mamostudio, menjelaskan bahwa OASE lahir dari keinginan sederhana untuk merespons isu air melalui pendekatan yang lebih terbuka. Ia menilai kolaborasi dengan LIXIL menjadi katalisator penting dalam membawa diskusi arsitektur ke level yang lebih luas.

“Paviliun ini kami dedikasikan sebagai ruang refleksi. OASE menjadi semacam titik oase di ruang publik, menghadirkan kesadaran akan pentingnya air dalam kehidupan kota,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adi mengapresiasi komitmen LIXIL yang tidak sekadar menghadirkan produk, tetapi juga membuka ruang dialog berbasis riset. Hal ini terlihat dari keterlibatan berbagai disiplin ilmu dalam pengembangan paviliun.

Novita Anggraini dari Labtek Apung menambahkan bahwa riset yang dihadirkan mencakup berbagai bidang, mulai dari ilmu lingkungan hingga sejarah dan arkeologi. Salah satu temuan penting adalah bagaimana krisis sanitasi di masa Batavia memengaruhi perubahan tata kota.

lixil
Novita Anggraini, Researcher Labtek Apung, mengapresiasi inisiatif LIXIL yang membuka ruang pertukaran wawasan

“Sejarah menunjukkan bahwa persoalan air dan sanitasi memiliki dampak besar terhadap struktur sosial dan perkembangan kota. Melalui OASE, riset ini kini dapat diakses publik secara lebih luas,” ujarnya.

Isu sanitasi memang menjadi perhatian global. LIXIL mencatat masih ada 3,4 miliar orang di dunia yang belum memiliki akses sanitasi layak. Hingga 2026, perusahaan ini telah membantu meningkatkan akses sanitasi bagi 103 juta orang, sekaligus menciptakan dampak sosial dan ekonomi signifikan. Setiap investasi USD1 di sektor sanitasi bahkan dapat menghasilkan dampak ekonomi hingga USD5.

Untuk memperkuat pengalaman pengunjung, OASE juga mengintegrasikan elemen lanskap dan storytelling visual. Air dan tanaman yang digunakan dirancang dapat dimanfaatkan kembali untuk proyek lain, mencerminkan prinsip keberlanjutan. Pendekatan visual pun digunakan untuk menerjemahkan data kompleks menjadi pengalaman yang lebih mudah dipahami.

Selain instalasi fisik, LIXIL juga menghadirkan forum diskusi seperti Step into the Oasis dan Alun-alun Talks yang membahas transformasi data menjadi desain arsitektur adaptif. Inisiatif ini menjadikan OASE tidak hanya sebagai ruang pamer, tetapi juga pusat dialog.

Keberhasilan konsep ini mengantarkan OASE meraih Best Booth Award di ARCH:ID 2026, sekaligus menjadi salah satu sorotan utama dalam pameran tersebut.

Aktifitas LIXIL

Di luar pameran, LIXIL juga terus membangun ekosistem arsitektur melalui LIXIL Architectural Design Competition (LADC) dan LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD). Sejak 2019, kedua platform ini menjadi ruang eksplorasi ide sekaligus mendorong standar baru dalam praktik desain.

LADC 2026 mengusung tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES” yang mengajak arsitek mengeksplorasi keberagaman Indonesia sebagai proses co-creation. Kompetisi ini akan berlangsung pada 18 Mei hingga 5 Juli 2026 dengan melibatkan juri internasional.

Sementara itu, LDAD 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, menghadirkan tokoh arsitektur dunia dan nasional sebagai wadah dialog terbuka bagi para profesional dan mahasiswa.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, LIXIL menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem arsitektur yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan. OASE menjadi bukti bahwa sinergi lintas disiplin mampu melahirkan perspektif baru dalam menjawab tantangan ruang hidup masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan