
Propertynbank.com – Komitmen menghadirkan hunian berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus diperkuat PT Infiniti Triniti Jaya (Infiniti Land). Pengembang yang dikenal melalui proyek Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang ini menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Indonesia (UI) guna mendorong pengembangan sektor perumahan yang lebih berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Infiniti Land dan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB-UI) di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (17/6). Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam mempertemukan kekuatan akademisi dan praktisi untuk menghasilkan berbagai kajian serta inovasi yang relevan bagi pengembangan perumahan nasional.
Melalui kemitraan tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) yang berfokus pada peningkatan kualitas pembangunan hunian. Kajian yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas bangunan, pengembangan kawasan, penggunaan material ramah lingkungan, hingga konsep tata ruang yang mendukung keberlanjutan.
Selain menjadi mitra penelitian, Infiniti Land juga membuka akses bagi mahasiswa Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI untuk melakukan survei lapangan, observasi, serta pengumpulan data di proyek-proyek yang sedang dikembangkan perusahaan. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya penelitian akademik sekaligus memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan sektor perumahan.
Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI, Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T., mengatakan kerja sama tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan praktik pembangunan di lapangan.
Menurutnya, sektor perumahan masih menyimpan banyak ruang untuk dikaji secara ilmiah, mulai dari pemilihan lokasi hunian yang ideal, pengembangan infrastruktur kawasan, pemanfaatan material bangunan yang lebih ramah lingkungan, hingga perencanaan kawasan yang memperhatikan aspek mitigasi bencana dan ketahanan bangunan terhadap gempa.
“Kerja sama ini dapat menghasilkan rekomendasi dan model pembangunan yang mendukung keberlanjutan program 3 juta rumah, terutama dalam meningkatkan kualitas bangunan dan lingkungan perumahan bagi masyarakat,” ujarnya.
Prof. Supriatna menambahkan, ruang lingkup kolaborasi ke depan berpotensi berkembang lebih luas karena UI memiliki berbagai pusat kajian yang tidak hanya fokus pada isu perumahan dan perkotaan, tetapi juga aspek ketahanan, lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan secara menyeluruh.
Ia menilai Infiniti Land merupakan mitra yang tepat karena memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan rumah subsidi berkualitas. Bahkan, MGK Serang tercatat sebagai proyek perumahan subsidi pertama di Indonesia yang memperoleh Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH) Predikat Utama dari pemerintah.
“Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI siap menjadikan Perumahan MGK Serang sebagai proyek percontohan dan lokasi riset bagi mahasiswa pascasarjana maupun doktoral,” katanya.
Sinergi Infiniti Land dan Akademisi
Direktur Utama Infiniti Land, Samuel S. Huang, menjelaskan bahwa kerja sama dengan UI merupakan kelanjutan dari komunikasi dan kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan pelaku industri sangat penting untuk menghasilkan perspektif yang komprehensif dalam membangun hunian layak bagi masyarakat.
“Kolaborasi ini sangat baik karena akademisi dan praktisi dapat bersinergi untuk memperoleh sudut pandang yang valid mengenai bagaimana membangun rumah yang layak huni, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Samuel.
Sebagai pengembang yang fokus pada sektor rumah subsidi, Infiniti Land meyakini hasil penelitian yang dihasilkan melalui kerja sama ini dapat menjadi referensi penting bagi pengembang lain dalam meningkatkan standar kualitas pembangunan hunian.
Samuel juga berharap berbagai kajian yang lahir dari kerja sama tersebut mampu memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pemerintah mengatasi backlog perumahan nasional yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) masih mencapai sekitar 9,9 juta unit.
“Kami bersyukur dapat bekerja sama dengan Universitas Indonesia sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Harapannya, sinergi ini menghasilkan kolaborasi yang efektif, komprehensif, dan memberikan manfaat bagi pengembangan sektor perumahan nasional,” katanya.
MGK Serang Jadi Benchmark Hunian Subsidi Hijau
Dalam beberapa tahun terakhir, MGK Serang menjadi salah satu proyek perumahan subsidi yang banyak mendapat perhatian karena konsistensinya menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Infiniti Land terus berupaya menghadirkan rumah yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga dibangun dengan material berkualitas serta memperhatikan aspek lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan konsep hunian hijau sejak tahap perencanaan hingga pembangunan. Infrastruktur kawasan, kualitas bangunan, ruang terbuka, hingga efisiensi penggunaan sumber daya menjadi bagian dari pendekatan yang diterapkan perusahaan.
“Kami membangun MGK Serang dengan hati. Karena ini merupakan rumah pertama bagi banyak keluarga, maka kami berkomitmen memberikan kualitas terbaik dari sisi bangunan, infrastruktur, maupun fasilitas kawasan,” tegas Samuel.
Atas berbagai inovasi tersebut, MGK Serang berhasil mencatatkan sejumlah prestasi nasional. Selain menjadi perumahan subsidi pertama yang mengantongi Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH) Predikat Utama dan meraih Rekor MURI, proyek ini juga memenangkan Green Housing Award 2025 dari Universitas Indonesia.
Tak hanya itu, MGK Serang turut menyabet penghargaan Best Subsidized Housing Development Project pada Golden Property Awards 2025, FIABCI Indonesia-REI Excellence Awards 2024 sebagai perumahan subsidi terbaik di Indonesia, serta penghargaan khusus dari Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) sebagai “Pionir Perumahan Subsidi Bangunan Hijau” pada Anugerah Forwapera 2026.
Melalui kolaborasi dengan UI, Infiniti Land berharap dapat terus meningkatkan standar kualitas pembangunan rumah subsidi sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mendukung terwujudnya program 3 juta rumah dan pembangunan perumahan yang berkelanjutan di Indonesia.
















