
Propertynbank.com – PT Bank Maspion Indonesia Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun fiskal 2025 dengan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp31,8 miliar. Capaian ini menjadi titik balik penting bagi Bank Maspion setelah menjalani proses transformasi bisnis selama tiga tahun terakhir.
Kinerja tersebbut memperlihatkan keberhasilan strategi penguatan fundamental bisnis, mulai dari ekspansi kredit, efisiensi operasional, hingga peningkatan kualitas aset. Bank berkode emitem BMAS ini juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten di tengah dinamika industri perbankan nasional yang semakin kompetitif.
Sepanjang periode 2022 hingga 2025, portofolio kredit Bank Maspion hampir meningkat dua kali lipat dari Rp8,78 triliun menjadi Rp17,34 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut berjalan seiring dengan kenaikan total aset dari Rp14,96 triliun menjadi Rp22,4 triliun.
Di saat yang sama, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) juga menguat signifikan dari 31,55% menjadi 45,76%. Penguatan modal ini dinilai menjadi fondasi penting bagi ekspansi bisnis yang lebih agresif namun tetap prudent.
Direktur Utama Bank Maspion, Kasemsri Charoensiddhi mengatakan bahwa hasil positif ini merupakan buah dari konsistensi transformasi yang dilakukan perusahaan selama beberapa tahun terakhir.
“Pertumbuhan ini berasal dari upaya menahun dalam membangun nasabah yang tepat, menjaga displin selama periode sulit, dan bangkit kembali menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Selain pertumbuhan kredit, Bank Maspion juga berhasil meningkatkan efisiensi operasional. Rasio BOPO tercatat membaik dari 120,13% pada 2024 menjadi 97,15% pada 2025. Penurunan lebih dari 23 poin ini menunjukkan operasional perusahaan semakin efisien dan sehat.
Kualitas kredit perseroan pun ikut mengalami perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau NPL gross turun dari 3,26% menjadi 2,26% pada 2025. Perbaikan ini memperlihatkan disiplin pengelolaan risiko dan kualitas penyaluran kredit yang semakin solid.
KBank Jadi Motor Kinerja Positif Bank Maspion di 2025
Transformasi Bank Maspion tidak terlepas dari dukungan KASIKORNBANK PUBLIC COMPANY LIMITED atau KBank yang kini menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebesar 89,48%.
Integrasi dengan jaringan regional KBank dinilai menjadi salah satu motor pertumbuhan utama Bank Maspion. Dukungan tersebut tidak hanya membuka akses bisnis regional di kawasan ASEAN+3, tetapi juga memperkuat standar manajemen risiko dan kapabilitas layanan korporasi.
Melalui kolaborasi tersebut, Bank Maspion mulai memperkuat posisinya sebagai gerbang bisnis Indonesia menuju jaringan perbankan regional ASEAN+3. Hal ini terlihat dari semakin berkembangnya basis nasabah korporasi dan peningkatan kemampuan produk serta layanan transaksi perusahaan.
Di sisi pendanaan, Bank Maspion juga mencatat peningkatan rasio CASA menjadi 27,16% dari sebelumnya 22,58% pada 2024. Peningkatan ini mencerminkan struktur pendanaan yang lebij efisien dan berkelanjutan.
Bank Maspion Siapkan Strategi Ekspansi 2026

Memasuki 2026, Bank Maspion menyiapkan agenda ekspansi yang lebih terfokus. Perseoran akan menjadikan kredit korporasi sebagai mesin pertumbuhan utama dengan membidik perusahaan besar dan BUMN, sekaligus memanfaatkan jaringan referral KBank untuk menangkap arus bisnis regional ke Indonesia.
Selain ekspansi kredit, perusahaan juga akan memperkuat sumber pendapatan berbasis biaya atau fee based income melalui layanan trade finance, transaks valuta asing, QRIS, hingga transaction banking.
Langkah ini dilakukan untuk mendiversifikasi sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan terhadap margin bunga semata.
Di sektor digital, Bank Maspion juga berencana melanjutkan investasi pada pengembangan infrastruktur digital, termasuk peningkatan layanan internet banking dan mobile banking guna memperkuat pengalaman nasabah.
Menurut Kasemsri, Indonesia masih menjadi salah satu pasar perbankan paling potensial di kawasan ASEAN karena tingkat penetrasinya yang masih besar untuk dikembangkan.
Dengan kombinasi akar lokal yang kuat dan dukungan jaringan regional KBank, Bank Maspion optimistis dapat memperkuat posisinya di industri perbankan nasional sekaligus memperluas peran dalam ekosistem bisnis regional ASEAN+3.
Penguatan fundamental bisnis yang dilakukan Bank Maspion juga mencerminkan optimisme industri perbankan nasional di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dukungan jaringan regional KBank dinilai memberi peluang lebih besar bagi Bank Maspion untuk memperluas layanan transaksi lintas negara serta meningkatkan daya saing di sektor pembiayaan korporasi dan perdagangan internasional.
















