BCA Siap Ganti 100 Persen Uang Nasabah Yang Hilang Akibat Kejahatan Skimming

0

 

Kejahatan
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja

Propertynbank :  Kejahatan pembobolan rekening bank dikhawatirkan semakin marak. Salah satu praktik kejahatan ATM yang harus diwaspadai masyarakat adalah skimming.  Skimming adalah praktik pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Skimming juga merupakan salah satu jenis penipuan dengan metode phishing yang merupakan ancaman kejahatan yang dilakukan dengan cara mencuri data penting orang lain. Termasuk di antaranya data bank seperti nomor rekening, data ATM seperti nomor kartu dan PIN, serta data kartu kredit seperti nomor dan jenis kartu serta PIN dan lainnya.

Cara kerja modus dari skimming ini yaitu pelaku menempelkan alat skimmer pada slot kartu ATM. Alat ini merekam data dari strip magnetik kartu, sehingga pelaku dapat menduplikasi kartu nasabah.

Menanggapi kejahatan Skimming ini, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja memastikan pihaknya akan mengganti 100 persen uang nasabah yang hilang karena skimming, lantaran hal itu bukan kesalahan nasabah.

“Kami cek, kalau (uang nasabah hilang karena) skimming diganti 100 persen,” ujarnya .

Lebih jauh dikatakan Jahja, untuk proses ganti rugi tersebut, pihaknya akan melakukan penelusuran atau investigasi terlebih dahulu terkait aduan yang disampaikan nasabah. “investigasi tersebut, tidak akan membutuhkan waktu yang lama, paling hanya beberapa hari,” katanya.

Pernyataan Presiden Direktur BCA ini terkait adanya kasus seorang nasabah PT Bank Central Asia Tbk yang kehilangan uang tabungannya senilai Rp 135 juta pada beberapa waktu lalu, bahkan sempat heboh di media sosial.

Setelah ditelusuri dan dilakukan investigasi oleh pihak BCA, permasalahan hilangnya uang nasabah bernama Hebbie Agus Kurnia itu ternyata disebabkan oleh praktik kejahatan skimming.

Skimming atau praktik pencurian informasi kartu debit atau kredit nasabah memang bukan menjadi satu hal yang baru, namun masih terdapat nasabah bank yang menjadi korban.

Langkah Hindari Kejahatan Skimming

Agar terhindar dari modus kejahatan tersebut, terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan oleh nasabah. Pertama, nasabah dapat menutupi tangan saat memasukkan PIN pada mesin ATM, guna mencegah pelaku skimming mengetahui PIN dari kartu ATM yang dapat diperoleh dari rekaman spy camera. Tak hanya pada mesin ATM, menutupi tangan saat memasukkan PIN kartu debit atau kredit juga sebaiknya dilakukan ketika bertransaksi lewat mesin Electroni Data Capture (EDC) atau mesin penerima pembayaran, yang biasa digunakan pada gerai atau toko tertentu.

Kemudian, sebelum memasukkan kartu, biasakan untuk memeriksa mesin ATM terlebih dahulu. Bila melihat atau menemukan alat mencurigakan yang terpasang di mesin ATM, segera hubungi Call Center dari bank penyedia mesin ATM tersebut.

Pelaku skimming cenderung mengincar ATM yang berlokasi di daerah sepi dengan pengawasan yang kurang ketat. Untuk itu, pastikan lokasi mesin ATM yang bakal dituju telah dilengkapi dengan pengawasan yang ketat, seperti adanya CCTV.

Penggantian PIN secara berkala bisa mencegah pelaku skimming untuk menguras isi tabungan dari kartu ATM. Kendati pelaku bisa memperoleh PIN dari rekaman spy camera, namun apabila kode pengaman itu diganti maka pelaku tidak bisa menggunakan kartu ATM yang telah diduplikat untuk bertransaksi.

Terakhir, modus skimming biasanya dilakukan dengan mengambil data dari strip magnetik pada kartu ATM lewat skimmer. Alat tersebut tidak bisa membaca kartu ATM yang berbasis chip karena data didalamnya telah terenskripsi.

Laporan : Adrian Putra

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.