Monday , September 21 2020
Home / Indeks Berita / Dampak Covid-19, Pengunjung Mall Tinggal 10% Bahkan Nyaris Tutup

Dampak Covid-19, Pengunjung Mall Tinggal 10% Bahkan Nyaris Tutup

Aktifitas sebuah pusat belanja

BERITA PROPERTI – Hempasan wabah Covid-19 terus membawa dampak negatif terhadap industri pusat belanja di tanah air. Pusat perbelanjaan, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat misalnya, akan tutup sementara untuk beberapa hari ke depan. Kebijakan itu dikeluarkan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Saat ini hanya sejumlah toko di Plaza Indonesia yang diizinkan tetap buka seperti The Food Hall Supermarket, toko farmasi hingga anjungan tunai mandiri (ATM) sejumlah bank.

Hal ini diakui Alfonsus Widjaja, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Menurut Alfonsus, saat ini sejumlah pusat belanja sudah ada yang menutup operasional,  dan akan menyusul beberapa lagi. Beberapa diantaranya masih tetap  buka karena Pusat Perbelanjaan masih harus melayani kebutuhan berbelanja masyarakat terutama keperluan pokok sehari – hari. “Jadi meskipun tutup tapi khusus untuk toko – toko seperti supermarket, hypermarket, farmasi dan lain yang sejenis tetap buka meski dengan pembatasan jam operasional,” jelas   Retail & Hospitality CEO Sinar Mas Land ini.

BACA JUGA :   Urai Kemacetan, Pikko Aktifkan Akses Sekitar SPG

Menurut alumnus angkatan 1984 Teknik Sipil Universitas Pancasila ini, kondisi bisnis pusat belanja saat ini benar – benar dalam keadaan sangat sulit. “Demikian juga para retailer yang berada dan membuka usaha di dalam pusat perbelanjaan. Jumlah pengunjung turun terus dari waktu ke waktu dan tentunya penjualan pun menjadi merosot sangat tajam. Sedangkan di satu sisi kami memiliki kewajjban dan tanggung jawab untuk tetap melayani kebutuhan berbelanja dari masyarakat terutama keperluan pokok sehari – hari. Kami juga memiliki tanggung jawab atas semua karyawan agar bisa tetap dipekerjakan.  Jadi situasi ini sungguh sangat sulit,” ungkap Alfonsus.

Terkait dengan kondisi yang sangat memberatkan ini, APPBI  berharap pemerintah bisa harus memperhatikan dan membantu para pengusaha pengelola pusat belanja agar bisa bertahan dalam situasi dan kondisi yang sangat berat dan tidak pasti ini. “Mungkin saat ini pemerintah bisa melonggarkan atau membebaskan berbagai kewajiban dan pajak yang harus dikeluarkan anggota APPBI,” harap Alfonsus.

BACA JUGA :   Jababeka Rilis Homestay Bergaransi Sewa 5 Tahun

Dari catatan APPBI, jumlah kunjungan ke Pusat Perbelanjaan menurun sangat drastis, bahkan ada yang cuma tinggal 10% – 20% saja. Terjadi penurunan sampai 80% – 90% . Ini terjadi hampir disemua Pusat Perbelanjaan. Padahal, di awak merebaknya wabah Corona, tingkat kunjungan masih berada diangka 50%. Saat ini penurunan pengunjung terus anjlok mendekati 10%, seiring dengan semakin gencarnya himbauan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah saat ini.

Check Also

bedah rumah

Jadi Lapangan Kerja Baru, Alokasi Program Bedah Rumah di Sulteng Ditambah

NASIONAL – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menambah alokasisi penerima bantuan Program Bantuan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link