Property & Bank

OCBC NISP Jaga Momentum Pertumbuhan di Awal 2026

ocbc nisp
Gedung OCBC Tower

Propertynbank.com – Memasuki awal tahun 2026, industri perbankan dihadapkan pada dinamika ekonomi yang masih penuh tantangan. Namun di tengah kondisi tersebut, PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mampu menunjukkan kinerja yang tetap solid, mencerminkan keseimbangan antara ekspansi bisnis dan prinsip kehati-hatian.

Hingga kuartal I 2026, OCBC mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun, tumbuh 5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional sebesar 6% YoY, yang menjadi indikator bahwa aktivitas bisnis Bank tetap bergerak positif.

Di sisi neraca, total aset OCBC turut meningkat 7% YoY menjadi Rp312,9 triliun. Angka ini memperlihatkan ekspansi yang terukur, seiring dengan pertumbuhan intermediasi yang tetap dijaga kualitasnya.

Penyaluran kredit tercatat mencapai Rp171,0 triliun. Menariknya, di tengah pertumbuhan tersebut, kualitas aset tetap terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada di level 2,1%, sementara Loan at Risk (LaR) menunjukkan perbaikan menjadi 5,3% dari sebelumnya 5,4%. Hal ini diperkuat dengan tingkat pencadangan yang solid, dengan coverage ratio mencapai 221,8%.

Pada sisi pendanaan, OCBC juga menunjukkan kinerja yang stabil. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4% YoY menjadi Rp226,4 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan rasio giro dan tabungan (CASA) yang mencapai 61,9%, mencerminkan semakin kuatnya basis dana murah Bank.

Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, melihat capaian ini sebagai refleksi dari model bisnis Bank yang seimbang. “Kami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana. Pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen kami dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian, sementara peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan kami,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kekuatan permodalan dan likuiditas menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan Bank ke depan.

“Didukung oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, kami optimis dapat terus mengakselerasi pertumbuhan secara prudent, sekaligus menjaga ketahanan Bank di tengah dinamika ekonomi,” tambah Parwati.

Dari sisi fundamental, posisi permodalan OCBC terbilang sangat kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 25,0%. Sementara itu, likuiditas juga terjaga dengan baik, tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang mencapai 236,7%. Kedua indikator ini memberikan ruang ekspansi yang cukup luas sekaligus bantalan terhadap risiko.

Selain memperkuat fondasi keuangan, OCBC juga terus mendorong transformasi digital sebagai salah satu pilar pertumbuhan. Hal ini terlihat dari peningkatan transaksi melalui kanal digital (e-channel) yang tumbuh hingga 15% YoY.

Jumlah pengguna aktif layanan digital juga mengalami kenaikan. Pengguna internet banking dan OCBC Mobile meningkat 8% YoY, sementara pengguna OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi tumbuh lebih tinggi, yakni sebesar 20% YoY.

Transformasi ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada penguatan ekosistem layanan. Melalui produk dan layanan Nyala, OCBC menghadirkan solusi keuangan terintegrasi yang dirancang untuk membantu nasabah mengelola keuangan secara lebih optimal.

Produk Young Nyala OCBC NISP

Salah satu segmen yang menjadi perhatian adalah keluarga muda. Melalui produk Young Nyala, OCBC menawarkan berbagai solusi yang relevan, mulai dari pengelolaan arus kas, tabungan pendidikan, hingga perencanaan investasi jangka panjang.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Bank dalam mendorong masyarakat untuk menjadi lebih siap secara finansial, sejalan dengan kampanye #FUNanciallyFit, yakni mendorong perilaku keuangan yang lebih cerdas, disiplin, dan percaya diri.

Di sisi lain, OCBC juga terus memperkuat hubungan dengan nasabah melalui berbagai program engagement, termasuk layanan nasabah prioritas yang menawarkan solusi wealth management dan advisory investasi. Sementara di segmen bisnis, layanan Nyala Bisnis melalui OCBC Business Mobile memberikan kemudahan pengelolaan keuangan yang terintegrasi antara kebutuhan pribadi dan usaha.

“Dengan kombinasi antara kinerja keuangan yang solid, transformasi digital, serta pendekatan berbasis kebutuhan nasabah, OCBC menunjukkan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh ekspansi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keseimbangan,” tutup Parwati Surjaudaja.

Di tengah lanskap ekonomi yang terus berubah, strategi inilah yang tampaknya menjadi kunci bagi OCBC untuk tetap relevan, dan tumbuh di tahun-tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan