
Propertynbank.com – Botanic Villa di kawasan NavaPark, BSD City terjual habis dalam waktu kurang dari lima bulan sejak diluncurkan pada Oktober 2025. Hal ini menunjukkan segmen hunian mewah di Indonesia menunjukkan daya tahannya. Di tengah dinamika pasar properti, permintaan dari kalangan super high-end justru tetap solid, bahkan cenderung meningkat.
Produk hasil kolaborasi Sinar Mas Land dan Hongkong Land ini mencatatkan penjualan 100% untuk seluruh 14 unit yang dipasarkan, dengan banderol mulai dari Rp50 miliar hingga Rp89 miliar. Capaian tersebut menegaskan bahwa pasar hunian ultra premium masih memiliki basis permintaan yang kuat, khususnya untuk produk dengan konsep eksklusif dan jumlah terbatas.
Mengusung konsep The Art of Scarcity, Botanic Villa dirancang sebagai hunian vila modern dengan tingkat privasi tinggi dan kualitas ruang yang luas. Setiap unit memiliki bangunan tiga lantai seluas 744 meter persegi, berdiri di atas lahan mulai dari 726 meter persegi hingga lebih dari 1.000 meter persegi.
Desain hunian ini mengedepankan kenyamanan sekaligus koneksi dengan alam. Keberadaan inner courtyard yang terintegrasi dengan area arrival pavilion menjadi elemen utama yang menciptakan pengalaman ruang terbuka di dalam rumah. Selain itu, unit dilengkapi lima kamar tidur ensuite dengan balkon privat, ruang keluarga, lift dua arah, serta area living dan dining yang luas dengan pemandangan langsung ke Botanic Park.
Sebagai ruang terbuka hijau seluas sekitar 10 hektare, Botanic Park menjadi salah satu daya tarik utama kawasan ini. Konsep wellness living yang diusung menghadirkan keseimbangan antara hunian, alam, dan gaya hidup sehat. Saat ini, area tersebut juga tengah menjalani proses rejuvenasi, termasuk penataan ulang lanskap dan peningkatan fasilitas untuk memperkuat kualitas lingkungan.
Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinar Mas Land, Herry Hendarta, mengungkapkan bahwa tingginya minat pasar terlihat sejak hari pertama peluncuran. Bahkan, unit dengan ukuran terbesar justru menjadi yang paling cepat terjual. “Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi di segmen atas, di mana konsumen semakin mengutamakan ruang yang luas, privasi, serta eksklusivitas sebagai bagian dari gaya hidup,” katanya.
Arsitek Botanic Villa
Dari sisi desain, Botanic Villa dirancang oleh firma arsitektur asal Singapura, Park + Associates, yang dikenal melalui berbagai penghargaan internasional, termasuk di ajang World Architecture Festival (WAF). Pendekatan desain yang diusung memadukan estetika modern dengan prinsip keberlanjutan.
Setiap unit dirancang untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara melalui konsep cross ventilation. Selain itu, penggunaan material ramah lingkungan seperti panel surya dan kaca low-e turut mendukung efisiensi energi, sekaligus meningkatkan kenyamanan hunian.
Kehadiran Botanic Villa semakin memperkuat posisi NavaPark sebagai kawasan hunian premium seluas 77 hektare di BSD City. Kawasan ini mengusung konsep mixed-use residential yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas kelas dunia.
Lokasinya yang strategis juga menjadi nilai tambah. NavaPark berada dekat dengan sejumlah fasilitas unggulan seperti pusat perbelanjaan, area komersial, hingga fasilitas hiburan. Selain itu, kawasan ini juga berdekatan dengan D-HUB SEZ, yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.
Dari sisi aksesibilitas, NavaPark memiliki konektivitas yang sangat baik. Hanya dalam waktu sekitar lima menit, penghuni dapat mencapai pintu Tol BSD Timur 1. Kawasan ini juga terhubung dengan jaringan Tol Serpong–Balaraja, Tol Jakarta–Serpong, serta akses ke berbagai ruas tol utama yang menghubungkan wilayah Jabodetabek.
Keberhasilan Botanic Villa tidak hanya mencerminkan kuatnya pasar hunian ultra mewah, tetapi juga menjadi indikator bahwa proyek dengan konsep terbatas, desain berkualitas, serta lokasi strategis tetap menjadi incaran utama di segmen high-end.
“Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut, seiring meningkatnya kebutuhan akan hunian yang tidak sekadar tempat tinggal, tetapi juga representasi gaya hidup dan investasi jangka panjang,” pungkas Herry Hendarta.















