Thursday , November 26 2020
Home / Indeks Berita / Di Tengah Pandemi Optimis Pasar Properti Tetap Bangkit Saatnya Investasi Properti

Di Tengah Pandemi Optimis Pasar Properti Tetap Bangkit Saatnya Investasi Properti

Sejumlah nara sumber yang ikut dalam webinar bertajuk “Pademi Covid -19 Saat Tepat Investasi Properti,” yang digelar Urban Forum, Rabu (26/8/2020).

Property : Nilai properti tidak pernah turun. Ini keuntungan memiliki investasi properti yang bisa nikmati kapan saja. Di masa pandemi seperti ini, kondisi ekonomi ikut pasang surut, termasuk industri properti.

Meski demikian, optimisme akan bangkitnya pasar properti di masa pandemic covid-19 ini tetap muncul dari para pelaku industri properti. Bahkan bisa dikatakan masa pandemic covid-19 ini merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi di dunia properti.

BACA JUGA :   Hingga Mei, Program Sejuta Rumah Tahun 2020 Capai 215.662 Unit

Hal itu terungkap ini terungkap dalam webinar bertajuk “Pademi Covid -19 Saat Tepat Investasi Properti,” yang digelar Urban Forum, Rabu (26/8/2020). Turut hadir beberapa nara sumber dalam webinar tersebut diantaranya Romeo Daniel Makenru Van Enst, Manager Non-Subsidized Mortgage and Consumer Leanting Division Bank BTN, Rieza Arif, Sales Sales Manager Crown Group Indonesia, Piter Simponi GM Marekting & Sales Harvest City, dan M. Gali Ade Novran, Pengamat Properti dari Epic Property.

Salah satu optimism bergeliatnya invesatasi property adalah besarnya minat masyarakat terhadap produk property yang ditawarkan secara virtual oleh BTN. Manager Non-Subsidized Mortgage and Consumer Leanting Division Bank BTN Romeo Daniel Makenru Van Enst mengungkapkan bahwa program dan promo-promo yang diluncurkan BTN  di masa pandemi mendapat respon positif dari masyarakat.

BACA JUGA :   Bank NTB Dukung Program Satu Juta Rumah

“Program dan promo BTN selama pandemi sangat diminati, amat sangat efektif. Target kita bulan ini 875 milyar untuk KPR, saat ini dengan sisa waktu yang ada sudah capai 70%.  Tapi ada notice nya, harga yang diatas 1 milyar masih perlu effort,” ungkapnya.

Guna memfasilitasi konsumen dalam mencari hunian saat pandemic, BTN meningkatkan layanan digital melalui website btnproperti.coi.id dan menggelar pameran properti virtual bertajuk Indonesia Property Expo 2020 dari 22 Agustus 2020 hingga akhir September mendatang.

BACA JUGA :   Munas REI XV 2016, Mencari Sosok Ketum Baru

“Sahabat keluarga Indonesia bisa mencari hunian lewat website kami. KPR from Home, Stay at Home, investasi lebih mudah dengan BTN. Dirumah bisa pilih unit, pilih property,” ungkap Romeo.

Romeo menjelaskan program KPR From Home merupakan terobosan yang dilakukan BTN dimasa pandemic ini. Program ini melibatkan 38 develover dengan ratusan project pilihan.

Senada dengan Romeo, Piter Simponi GM Marekting & Sales Harvest City mengungkapkan, saat pandemic ini merupakan saat yang tepat untuk membeli property.

BACA JUGA :   Cimanggis City, Penuhi Kebutuhan Hunian Di Depok

Piter Simpony selaku pengambang property dari Harves City, mengungkapkan otimismenya bahwa pasar properti akan kembali bangkit. Hanya saja untuk itu diperlukan kolaborasi di semua sektor, dari pemasaran, promosi dan hingga pembiayaan.

Menurut Piter, pelaku industr properti saat ini harus bisa berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi yang ada. Harvest City sendiri telah melakukan berbagai upaya agar menjadi brand yang sangat aware dengan kondisi new normal.

BACA JUGA :   Peduli Covid-19, Paramount Land Serahkan Bantuan 8.000 Paket Sembako  

“Dari sisi artsitektur kita sudah mengikuti saran dari WHO yang harus memastikan sirkulasi udara yang baik, kualitasnya terjaga, lingkungan yang asri.Diluar itu juga, Harves City sudah di support oleh provider internet untuk memastikan work from home atau school from home berjalan lancer,” katanya.

Rieza Arief, Sales Sales Manager Crown Group Indonesia mengungkapkan bahwa saat pandemic ini investasi di Australia akan sangat menguntungkan, ini karena Australia sendiri merupakan Negara yang ekonominya telah pulih. Menurutnya, hingga kini orang Indonesia masih merupakan pembeli properti terbanyak ke 5 sejak tahun 2010.

BACA JUGA :   A Taste Of Home Ramadhan dari Hotel Mandarin

“Saat ini ada kecendrungan kenaikan dari tahun 2016. Dahulu tujuan utama investasi orang indonesia itu adalah di singapura, baru kemudian Australia, tapi di singapura pajak pembelian naik dan sudah tidak captive lagi untuk investor Indonesia,” katanya.

Gali Ade Novran, Pengamat Properti dari Epic Property mengungkapkan, dampak Covid-19 hanya mengkoreksi pejualan pasar property di bulan Maret dan April. Setelah itu, recoverinya sangat cepat. Ini menandari bahwa industry property akan bisa bangkit kembali.

BACA JUGA :   Pulihkan Ekonomi, Realisasi Belanja Infrastruktur PUPR di 2020 Capai 44%

Novran mengungkapkan membeli property di masa pandemic ini sangat menguntungkan karena covid 19 adalah right time to buy, sangat tepat untuk membeli property. “Sekarang pemilik property lama sebetulnya cenderung ingin melepas asetnya untuk kebutuhan bisnis dan personal. Selain itu,  pelaku pasar saat ini hold,” ujarnya.

Check Also

BSPS

Perbaiki 3000 RTLH di Kaltara, Kementerian PUPR Alokasikan Rp. 52,5 Miliar

PROPERTI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link