
Propertynbank.com – Dalam mengembangkan properti, yang diperlukan bukan hanya modal besar akan proyek yang dibangun bisa selesai, namun juga harus didukung oleh kreatifitas dan semangat serta kemampuan. Tanpa hal tersebut, properti yang dibangun tidak akan memiliki keunikan tersendiri, sehingga masyarakat tidak menerima dengan baik.
Menurut Co-founder yang juga Wakil Presiden Komisaris PT Indonesian Paradise Property Tbk atau INPP, Agus Soelistijo kekuatan modal yang besar bukan hal yang utama namun harus diikuti oleh kreatifitas, inovasi, dan passion di bidang yang digeluti. Jika hanya kekuatan modal yang dikedepankan, kata dia, tapi tak diiringi passion dan kreatifitas, besar kemungkinan proyek yang dibangun berujung gagal.
“Saat krisis moneter melanda pada tahun 2000 lalu, otomatis membuat semua industri terdampak bahkan banyak yang terpuruk. Tak terkecuali industri perhotelan dan pusat belanja. Maka, dengan kondisi tersebut, kami tidak mungkin mengembangkan bisnis hotel dan pusat belanja untuk kelas atas,” jelas Agus di sela-sela pengumuman Journalist Writing & Photo Competition III 2025, beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Building Tomorrow, Inspirasi Paradise Indonesia Bangun Properti Ikonik dan Berkelanjutan
Namun, sambung Agus, pada saat itu INPP yang kini juga dikenal dengan Paradise Indonesia, melihat justru kelas menengah yang mengalami pertumbuhan. Mereka adalah kalangan berusia muda yang suka melakukan traveling dengan penghasilan yang masih terbatas. Kondisi ini didukung juga dengan banyaknya pilihan maskapai penerbangan yang menawarkan tarif murah.
“Maka muncul kreatifitas INPP dengan menawarkan hotel bintang tiga plus yang lebih terjangkau tarif sewanya bagi kaum menengah. Kami luncurkan Harris, lalu hotel-hotel sejenis lainnya seperti Yello, Pop!, dan Aloft. Kami buat warna-warna hotel yang berbeda seperti merah dan oranye, yang memang cocok untuk kalangan muda. Kostum karyawan juga dibikin berbeda dengan hotel sebelumnya dengan warna yang lebih konservatif,” ungkap Agus.
Maka, dengan kreatifitas dan inovasi itulah, jelas Agus, INPP tetap dapat melalui kondisi perekenomian yang sedang tidak baik pada saat itu. Hotel-hotel yang dikembangkan oleh INPP mampu menjadi penopang utama memberikan kontribusi pendapatan, di saat bisnis properti untuk sektor lainnya sedang melemah.
INPP Bangun Properti Ikonik
Hingga saat ini, Paradise Indonesia mengembangkan puluhan hotel dan pusat perbelanjaan ikonik di sejumlah kota besar di Indonesia. Antara lain Sheraton Bali Kuta Resort, Aloft Bali Kuta at Beachwalk, Yello Kuta Beachwalk Bali, Maison Aurelia Sanur, Harris Hotel Kuta Tuban, Grand Hyatt Jakarta, Keraton at The Plaza, Harris Suites fX Sudirman, Cityloog Hotel Tebet, Hyatt Place Makassar, Harris Resort Waterfront Batam, dan Pop! Hotel Sangaji Yogyakarta.
Baca Juga : Paradise Indonesia dan Bina Nusantara Bangun Pusat Belanja Ikonik mall 23Semarang
Sedangkan untuk pusat perbelanjaan antara lain Plaza Indonesia dan fX Mall di Jakarta, 23 Paskal Shopping Center di Bandung, Beachwalk Shopping Center di Bali, dan 23 Semarang Shopping Center (saat ini sedang dibangun).
Menurut Agus, meskipun begitu dirinya mengakui bahwa kreatifitas juga berisiko gagal. Namun, berkat kepiawaian para punggawa INPP pada waktu itu, maka inovasi yang dilakukan dapat berjalan sesuai rencana dan berhasil. Hal ini terbukti dengan tingkat okupansi hotel-hotel tersebut selalu di atas 70 persen.
Sementara itu, Direktur Keuangan INPP, Surina menambahkan, dalam membangun properti, Paradise Indonesia benar-benar melakukan riset dalam memiliki lokasi, desain dan siapa target pasarnya. “Hal inilah yang membuat Paradise Indonesia terus tumbuh dengan 25 unit bisnis di delapan kota hingga saat ini,” pungkas Surina.
















