Saturday , 22 July 2017
Home » Indeks Berita » Menhub Resmikan Terminal Terpadu Pulogebang

Menhub Resmikan Terminal Terpadu Pulogebang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memukul gong pertanda launching Terminal Pulogebang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memukul gong dalam soft launching Terminal Pulogebang

INFRASTRUKTUR-Terminal Pulogebang yang dibangun sejak tahun 2009,  akhirnya diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, Rabu (28/12/2016).

Terminal yang dibangun diatas lahan seluas 12,5 hektar itu, menelan total biaya keseluruhan Rp450 miliar yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta secara multi years (tahun jamak) sejak 2009.

Terminal ini terdiri dari empat gedung utama, yaitu Gedung A untuk tempat istirahat para awak bus, Gedung B sebagai area ruang tunggu sekaligus terminal keberangkatan penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Gedung C untuk kedatangan bus AKAP serta kantor terminal dan Gedung D untuk bus atau angkutan dalam kota dan juga Bus Transjakarta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan harapannya dengan adanya terminal Pulo Gebang ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan atau kemacetan lalu lintas. Melalui fasilitas dalam terminal ini bisa memberikan kenyamanan pada masyarakat, karena fasilitas di terminal tak kalah dengan bandara.

Budi Karya menambahkan melalui adanya terminal ini bisa menjadi terminal percontohan untuk daerah lainnya. Maka dengan mulai beroperasinya terminal bus ini maka untuk kedepan tidak akan ada lagi terminal bayangan atau terminal tidak resmi yang biasanya ada pada pinggir jalan.

Dalam acara soft launching tersebut, Menhub Budi Karya mengatakan kewenangan atas pengelolaan Terminal Terpadu Pulogebang itu berada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).”Pada dasarnya, seluruh tanggung jawab ada di Kemenhub. Akan tetapi, kami tetap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk sama-sama mengelola dan menjaga terminal ini,” kata Budi di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur

Menurut dia, Terminal Terpadu Pulogebang dibangun dengan mengikuti standar internasional. Oleh karena itu, diharapkan terminal tersebut dapat dijadikan contoh atau acuan bagi terminal-terminal lain yang ada di wilayah Indonesia.

“Pemerintah pusat sudah menetapkan, ada dua terminal yang akan dijadikan sebagai percontohan, yaitu di Jakarta yakni Terminal Terpadu Pulogebang dan satu terminal lagi di Solo,” ujar Budi.

Menanggapi diresmikannya terminal Terpadu Pulogebang, Promotion Manager Sentra Timur Residence, Erfan Bachtiar mengatakan dengan diresmikannya pengoperasian terminal terpadu ini, membuktikan keseriusan pemerintah dalam mengembangkan kawasan Sentra Timur ini. “kita harapakan dengan diresmikannya terminal terpadu Pulogebang ini, berdampak positif terhadap penjualan Apartemen di Sentra Timur Residence, ” ujar Erfan.

Seperti diketahui, Super Blok Sentra Timur Residence mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD), yang langsung terintegrasi dengan fasilitas transportasi terminal terpadu Pulogebang. 

“Kami sangat diuntungkan dengan beroperasinya terminal tersebut, apalagi sebelumnya telah dioperasikannya gerbang tol Pulogebang. Tentunya menambah strategis hunian sentra timur residence ini,” ujar Erfan.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*