
Propertynbank.com – SCG Indonesia menegaskan komitmennya terhadap penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di tengah meningkatnya tantangan lingkungan global, mulai dari emisi gas rumah kaca hingga persoalan pengelolaan sampah. Berdasarkan laporan terbaru United Nations Environment Programme (UNEP), emisi global pada 2024 mencapai 57,7 GtCO₂e atau meningkat 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia sendiri termasuk dalam enam negara dengan kontribusi emisi terbesar, dengan laju pertumbuhan mencapai 4,6%.
Selain itu, isu pengelolaan sampah juga semakin kompleks. UNEP mencatat timbulan sampah padat perkotaan global mencapai 2,1 miliar ton per tahun pada 2020 dan berpotensi melonjak hingga 3,8 miliar ton pada 2050 tanpa intervensi signifikan. Kondisi ini mendorong pemerintah Indonesia untuk memperkuat kebijakan lingkungan, termasuk peningkatan anggaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2026 serta percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Momentum Hari Bumi Sedunia tahun ini yang mengusung tema “Our Power, Our Planet” menjadi pengingat pentingnya implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara menyeluruh. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencapai target Net Zero Emissions 2050 serta mendorong pembangunan berkelanjutan, termasuk di sektor properti dan konstruksi.
SCG Indonesia Catat Berbagai Capaian ESG di Kuartal I 2026

Menjawab tantangan tersebut, SCG Indonesia terus memperkuat komitmen ESG melalui berbagai inisiatif sepanjang kuartal pertama 2026. Perusahaan mengusung prinsip Inclusive Green Growth sebagai dasar dalam menjalankan operasional bisnis sekaligus program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu program unggulan adalah Sharing the Dream yang mendorong generasi muda menciptakan solusi berbasis komunitas. Pada Januari 2026, proyek Community Action for Responsible Ecotourism (CARE) resmi diserahkan kepada pemerintah Desa Sukawening, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Program ini melibatkan lebih dari 50 remaja dalam pengembangan ekowisata berbasis komunitas melalui inisiatif WANOJA.
Di sektor pendidikan, SCG Indonesia juga menggelar pelatihan literasi digital bagi para guru di Jakarta pada Februari 2026. Program ini memperkenalkan metode pembelajaran berbasis Augmented Reality serta konsep green entrepreneurship sebagai bagian dari pembelajaran masa depan yang relevan dengan kebutuhan industri berkelanjutan.
Dalam aspek lingkungan, SCG Indonesia memperluas program SCG Mentari (Menjaga Lingkungan Tetap Lestari) di Sukabumi. Program ini melibatkan lebih dari 280 warga dalam kegiatan pengumpulan sampah yang dapat ditukar dengan kebutuhan rumah tangga. Hingga saat ini, program tersebut telah mengelola lebih dari 7 ton sampah dan melibatkan lebih dari 1.000 partisipan di lima desa.
Tidak hanya itu, sejumlah anak usaha SCG Indonesia juga aktif dalam kegiatan sosial dan pemulihan pascabencana. PT Berjaya Nawaplastic Indonesia menyediakan 80 unit pipa untuk mendukung akses air bersih bagi warga terdampak banjir dan longsor. Sementara itu, PT Semen Jawa menyalurkan 200 sak semen hijau untuk pembangunan hunian tetap, dan SCG Distribution & Retail turut berkontribusi dalam renovasi fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Komitmen ini juga mendapat apresiasi dari industri. Melalui PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, SCG Indonesia meraih penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai Pemberi Kerja Badan Usaha Terbaik 1 dalam ajang Night of Appreciation Gala 2026 di Sukabumi.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, SCG Indonesia meluncurkan kampanye “On Green, On Goal” yang menggambarkan perjalanan menuju Net Zero 2050 melalui analogi olahraga golf. Kampanye ini menekankan pentingnya strategi, efisiensi, dan kolaborasi dalam menekan emisi karbon.
President Director SCG Indonesia, Pattaraphon Charttongkum, menegaskan bahwa keberlanjutan tidak dapat dicapai secara parsial. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menciptakan dampak yang lebih luas, termasuk dalam mendorong transformasi industri properti menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.
Langkah SCG Indonesia ini menunjukkan bahwa implementasi ESG bukan hanya sekadar komitmen, tetapi telah menjadi strategi bisnis yang terintegrasi. Bagi sektor properti dan konstruksi, pendekatan ini menjadi relevan dalam menjawab tuntutan pasar sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan nasional.
















