Home / Breaking News / Bantah Pemberitaan Rugikan Konsumen, Ini Penjelasan Serpong Bangun Cipta

Bantah Pemberitaan Rugikan Konsumen, Ini Penjelasan Serpong Bangun Cipta

Chief Operating Officer (COO) PT Serpong Bangun Cipta Andreas Audyanto

PROPERTI – Beberapa hari belakangan, beredar link berita yang berjudul “Lima Pengembang Properti Diadukan Konsumen”, salah satunya adalah PT Serpong Bangun Cipta yang mengembangkan perumahan Banara Serpong.

Merasa dirugikan dengan pemberitaan tersebut, pihak PT Serpong Bangun Cipta mencoba meluruskan agar informasi yang beredar tidak simpang siur. PT Serpong Bangun Cipta memastikan bahwa tidak benar pihaknya merugikan konsumen, dengan menghanguskan begitu saja down payment (DP) atau uang muka yang telah dibayarkan.

BACA JUGA :   Pikko Tawarkan Properti Spesial di IPEX 2017

Chief Operating Officer (COO) PT Serpong Bangun Cipta Andreas Audyanto menjelaskan, pihaknya sudah pernah berkomunikasi dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), melalui Surat klarifikasi yang dikirimkan pada tanggal 4 Maret 2021. Isinya, pengembang atau eveloper tidak pernah menghambat pengembalian dana konsumen.

“Kami juga telah berupaya mencarikan jalan keluar untuk penyelesaian permasalahan dengan mengundang konsumen dan mempertemukan konsumen dengan pihak bank. Namun, kami tidak mendapatkan respon yang baik dari konsumen. Apabila konsumen tidak berkenan melanjutkan cicilan, maka kami mengundang untuk datang ke kantor dan membicarakan mengenai teknis pengembalian dana,” tegas Andreas Audyanto kepada propertynbank.com, Jumat (12/3).

BACA JUGA :   Rumah Bagi Warga Eks Tim-Tim dan Warga Dipengungsian Segera Dibangun

Untuk mengetahui lebih lanjut kasus tersebut, pria yang akrab disapa Audy ini menceritakan kejadian yang sebenarnya, berikut adalah  kronologisnya :

Pada tanggal 7 April 2016, pembelian rumah dilakukan oleh konsumen, berdasarkan jadwal pembayaran yang telah disepakati bersama antara konsumen dan developer. Konsumen seharusnya melunasi keseluruhan uang muka atau down payment paling lambat tanggal 25 Juli 2017.

BACA JUGA :   Tingkatkan Konektivitas Jalan Lingkar Guna Dukung Destinasi Wisata Morotai

Namun, tanggal 27 Maret 2018, konsumen baru melunasi uang muka untuk proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang mana seharusnya pembayaran sudah lewat jatuh tempo tertanggal 25 Juli 2017, yang artinya konsumen telah menunggak hampir 1 tahun.

Lalu, pada 24 April 2018, konsumen mengajukan pengalihan hak. Tanggal 2 Juni 2018, PT Serpong Bangun Cipta memberikan masukan ke konsumen untuk merubah cara bayar menjadi cash bertahap dengan rincian cara bayar yang dikirimkan melalui email.

Pada bulan Juli 2018, konsumen mengajukan pengalihan hak ke calon isterinya. Namun sampai dengan tanggal 21 Agustus 2018 konsumen belum memberikan konfirmasi lebih lanjut mengenai pengalihan tersebut, termasuk saat dimintakan biaya pengalihan, konsumen tidak membayar.

Kemudian, tanggal 25 September 2018, developer bermaksud mengunjungi kediaman konsumen untuk menanyakan tindak lanjut dari rencana pengalihan, namun konsumen tidak di kediamannya karena sedang diluar kota.

BACA JUGA :   Pemerintah Minta Pemda Dorong Perumahan Berbasis Komunitas Di Daerah

Setelah itu, di tanggal 1 Oktober 2019, konsumen menginfokan ke developer bahwa sudah ada penolakan dari 2 bank, namun saat dimintakan surat penolakannya yang menjadi syarat pengembalian dana, konsumen tidak dapat memberikan.

Dan pada tanggal 23 Juni 2020, developer telah mengirimkan surat undangan ke konsumen untuk membahas penyelesaian KPR dan kelanjutan pembayaran unit. Terucap solusi dari konsumen bahwa yang dirinya akan melakukan pembayaran sebesar Rp 5-6 juta per bulan yang dimulai dari bulan Juli 2020 hingga Desember 2020, dan akan melanjutkan pembayaran pada awal tahun 2021 sebesar Rp 25 jt per bulan.

“Menindaklanjuti saran tersebut, kami meminta agar konsumen dapat memberikan surat pernyataan yang menyatakan pembayaran dapat dilakukan dengan tepat waktu. Namun yang bersangkutan tidak merespon, dan tidak melakukan pembayaran sebagaimana dijanjikannya,” tegas Audy.

Lalu, pada tanggal 24 November 2020 hingga 25 Januari 2021, developer mengirimkan Surat Peringatan (SP) Ke-1, SP ke-2, dan SP Ke-3. Pada tanggal 26 Januari 2021, konsumen baru merespon peringatan dari developer, serta konsumen kembali mengajukan penyelesaian melalui dua opsi yaitu, Membatalkan unit dan meminta pengembalian uang muka / DP dan Menunggu sampai finansial Konsumen pulih untuk melanjutkan pembayaran bertahap.

BACA JUGA :   Baru Diluncurkan, Mega Residence I Laris Manis

“Atas solusi yang ditawarkan itu, kami meminta surat penolakan dua bank sebagaimana syarat yang terdapat di PPJB. Kami bahkan bersedia untuk membantu bertemu dengan bank relasi developer agar bisa dimintakan surat penolakan tersebut, tetapi yang bersangkutan tidak menanggapi saran dari developer dan mengajukan laporan ke YLKI,” kata Audy.

Dijelaskan Audy, pihaknya pada tanggal 4 Maret 2021, telah mengirimkan surat klarifikasi kepada YLKI mengenai konsumen tersebut. Namun sampai saat ini, YLKI tidak menanggapi surat tersebut. Melalui surat itu, sambung Audy, pihaknya sekaligus mengundang customer dan YLKI untuk bertemu pada tanggal 8 Maret 2021. Konsumen memenuhi undangan, tetapi YLKI (Rio Priambodo) tidak hadir.

“Saat itu, telah diadakan pertemuan antara kami dan konsumen bersangkutan, untuk membicarakan mengenai teknis pengembalian dana. Konsumen telah setuju untuk teknis pengembalian dana, dan menyarankan untuk dibuatkan notulen pertemuan untuk ditandatangani dan disetujui oleh konsumen mengenai teknis pengembaliannya. Namun mengenai besaran pengembalian Konsumen menyampaikan bahwa beliau butuh waktu untuk mempelajari terlebih dahulu,” ungkap Audy.

Jadi, kata Audy, sebelum adanya pemberitaan yang beredar pada 11 Maret 2021 tersebut, konsumen sudah menyetujui pengembalian dana dengan teknis yang diajukan oleh PT Serpong Bangun Cipta. Oleh karena itu, dirinya sangat menyayangkan adanya berita tersebut, sementara solusi atas permasalahan sudah disepakati.

Check Also

Jadi University Residence Pertama Kingland Avenue Gandeng OHM

Properti : Pengembang properti PT Hong Kong Kingland kian menunjukkan komitmenya untuk mewujudkan konsep hunian “University …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 179

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link