Saturday , September 26 2020
Home / Breaking News / Imbas Kenaikan Harga BBM Pada Harga Properti

Imbas Kenaikan Harga BBM Pada Harga Properti

BBM_naik_ilustrasiTahun ini, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan pemerintah ini juga diiringin lonjakan inflasi sehingga berdampak pada kenaikan harga properti sekitar 10 – 15%. Disebut-sebut pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter, sehingga harga BBM bersubsidi jenis premium menjadi Rp 9.000 per liter, dan jenis solar Rp 8.000 per liter.

Jika kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter, baik secara bertahap maupun langsung akan meningkatkan inflasi sekitar 1,5 persen. Apalagi sebelumnya pemerintah dan BI telah mematok target tingkat inflasi pada tahun ini sekitar 5,3 persen dan dalam RAPBN 2015 asumsinya sekitar 5,5 persen.

Menanggapi hal tesebut, Komisaris PT Prioritas Land Indonesia (PLI) Victor Irawan berpendapat bahwa tingginya laju tingkat inflasi tersebut juga akan meningkatkan harga bahan bangunan. Sehingga berimbas pada kenaikan harga properti sekitar 10 – 15 persen dari harga rata- rata saat ini.

“Normalnya kenaikan rata – rata properti tersebut pertahun hanya 5 persen hingga 10 persen, sebab adanya penambahan fasilitas pada rumah atau apartemen yang dijual. Namun dengan adanya kenaikan inflasi akibat lonjakan harga BBM, kenaikan harga rata – rata properti cukup besar. Untuk itu, pemerintah sebaiknya mengambil kebijakan agar kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut dilakukan secara bertahap supaya tidak terlalu membebani masyarakat,” ujar Victor.

Harga properti residensial untuk semua tipe rumah pada kuartal kedua 2014 meningkat lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq). Pada kuartal kedua 2014 itu berada pada level 176,31 atau meningkat 1,69 persen (qtq).

’’Kenaikan harga bahan bangunan mencapai 32,11 persen (qtq) dan upah pekerja yang sebesar 23,09 persen (qtq) merupakan faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial,’’ ungkap Victor.

Melihat kondisi tersebut, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi para konsumen end user (pembeli yang akan menempati) dan investor untuk membeli produk properti, baik rumah maupun apartemen.

Check Also

bedah rumah

Program Padat Karya Bedah Rumah PUPR Sudah Serap 252.443 Tenaga Kerja

NASIONAL – Guna memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak Pandemi COVID-19 sekaligus …

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link