Wednesday , January 27 2021
Home / Indeks Berita / Konektivitas Pulau Terdepan Di Maluku Tenggara Barat Makin Baik

Konektivitas Pulau Terdepan Di Maluku Tenggara Barat Makin Baik

Akses di Maluku Tenggara Barat makin baik

INFRASTRUKTUR – Pembangunan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bukan hanya dimaksudkan untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing nasional, namun juga menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi daerah. Salah satunya adalah pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan di pulau terdepan Indonesia yakni Pulau Yamdena, Pulau Selaru, dan Pulau Larat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku.

Pembangunan infrastruktur di pulau-pulau terdepan Indonesia dilakukan Kementerian PUPR melalui pendekatan kewilayahan melalui Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 35. Pembangunan diarahkan untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, keamanan nasional, pertahanan negara dan bangsa serta menciptakan stabilitas kawasan. Disamping itu juga mengamankan potensi sumber daya alam untuk dimanfaatkan dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan jalan dan jembatan di Pulau Larat, Yamdema dan Selaru akan terus kami kerjakan secara bertahap. Tahun 2018 dari 226 Km jalan, sepanjang 179 Km atau 79% kondisinya mantap,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu dalam keterangan resmi.

BACA JUGA :   Salurkan FLPP Rp11 triliun, PPDPP Minta Pengembang Monitor Kualitas Rumah

Selain pembangunan jalan, selesainya pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan sebagai penghubung Pulau Yamdena dan Pulau Larat menjadi bagian penting bagi kelancaran konektivitas karena akan memangkas waktu tempuh dan biaya logistik kedua Pulau.  Jembatan yang melintasi Laut Arafura

Sepanjang 323 meter, lebar 10 meter dengan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp. 123 miliar dan telah diresmikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Menteri Basuki pada tanggal 17/1/2019.

Welem Duarko, salah seorang petani yang tinggal di Pulau Larat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah yang telah meningkatkan akses jalan di daerahnya. “Kebanyakan warga sekitar 80% merupakan petani, sebagian kecil lainnya menjadi nelayan, bertani kopra, sayuran, tanaman umbi umbian. Hasil panen kami jual ke Saumlaki, Ibukota kabupaten di Pulau Yamdena,” kata Welem.

BACA JUGA :   Mitra Dulux Dapat Sertifkasi Kompetensi Kerja Konstruksi Dari LPJK Nasional

Pulau Yamdena merupakan pulau terbesar sebagai besar domisili masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Untuk mencapai peningkatan kondisi jalan nasional di ketiga pulau tersebut, dalam periode tahun 2016-2018 total anggaran yang dibelanjakan Kementerian PUPR sebesar Rp 417,35 miliar berupa penanganan jalan nasional mulai dari penanganan jalan long segmen, pembangunan jalan, preservasi rekonstruksi dan preservasi rehabilitasi jalan.

Pada tahun 2019, akan dilaksanakan penanganan jalan nasional dengan anggaran sebesar Rp 110,65 miliar yang terbagi menjadi pelaksanaan preservasi rekonstruksi jalan nasional Pulau Larat dan Pulau Selaru sepanjang 10 Km, preservasi rekonstruksi jalan nasional Pulau Yamdena sepanjang 8,80 Km, pelaksanaan rekonstruksi jalan nasional di Pulau Larat – Lamdesar Timur sepanjang 10 Km.

Check Also

rumah

Siapkan Pilot Project SiPetruk, PPDPP Minta List Perumahan ke Pengembang

PROPERTI – Kementerian PUPR segera menerapkan aplikasi SiPetruk (Sistem Pemantauan Konstruksi) pada pertengahan tahun 2021 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 175

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link