Program BSPS Bidik 500 RTLH di Pulau Dewata

Total anggaran untuk Program BSPS di Bali Rp 10 Miliar

0
Program BSPS di Bali

PROPERTI – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyasar 500 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Provinsi Bali.

“Program BSPS ini merupakan salah satu program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat karena tempat tinggalnya yang sebelumnya tidak layak dibedah menjadi lebih layak huni,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Khalawi, rumah yang layak huni merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi selain sandang dan papan. Apalagi di masa pandemi ini, sambung dia, masyarakat banyak yang melakukan aktifitasnya di rumahnya masing-masing sehingga membutuhkan hunian yang layak dan nyaman sehingga kesehatannya dapat terjaga dengan baik.

Menurut Khalawi, program BSPS merupakan stimulan dari pemerintah yang diberikan kepada masyarakat agar mau membangun rumahnya secara swadaya dan mendorong semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Jumlah bantuannya sekitar Rp 20 juta per unit rumah dengan rincian Rp 17,5 juta untuk biaya pembelian bahan bangunan dan sisanya Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

Kepala Satuan Penyediaan perumahan Provinsi Bali Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa IV, I Wayan Suardana menambahkan, Program BSPS yang dilaksanakan Kementerian PUPR di Bali tersebar di 7 Kabupaten. “Jumlah rumah untuk Program BSPS ini sebanyak 500 unit RTLH dengan total anggaran Rp 10 Miliar,” terangnya.

Data Direktorat Jenderal Perumahan menyebutkan, Program  BSPS di Pulau Dewata tersebut tersebar di 7 Kabupaten yakni di Kabupaten Buleleng (Desa Busung Biu 70 unit), Kabupaten Jembrana (Desa Air Kuning 32 unit dan Desa Batu Agung 38 unit) dan Kabupaten Tabanan (Desa Gubug 26 unit, Desa Tajen 24 unit dan Desa Senganan 20 unit).

Selanjutnya Kabupaten Bangli (Desa Bunutin 70 unit), Kabupaten Gianyar (Desa Batu Bulan 45 unit dan Desa Ketewel 30 unit), Kabupaten Klungkung (Desa Semarapura Kauh 30 unit dan Desa Semarapura Kangin 40 unit) dan Kabupaten Karangasem (Desa Datah 70 unit).

Ni Ketut Nasa, salah satu penerima bantuan dari Desa Tajen di Kabupaten Tabanan menyatakan, dirinya bersama keluarga sangat senang mendapatkan bantuan Program BSPS. Dirinya tidak pernah bermimpi bisa membangun rumahnya, tapi sejak ada pendampingan dari TFL dan mendapatkan sosialisasi Program BSPS dirinya menjadi semangat merehab rumahnya.

Sementara Gusti Ayu Mariani, wanita yang berprofesi membuat Jarit itu mengucapkan terima kasih atas Program BSPS dari Kementerian PUPR. “Saya merasa senang dan gembira rumah kami sudah bagus dan layak huni, terima kasih Kementerian PUPR, semoga bantuan seperti ini akan ada terus” tutupnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 181

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link