Property & Bank

Bangun Ekosistem Silicon Valley dan Industri 4.0, Jababeka Luncurkan Correctio

Correctio
Director PT. Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono

Propertynbank.com – PT Jababeka Tbk merupakan salah satu pengembang di wilayah timur Jakarta yang berambisi mewujudkan kawasan Silicon Valley di Indonesia. Oleh karena itu, pada hari ini Kamis (8/9), PT Jababeka Tbk menggelar agenda The Grand Launching of Correctio, di President University Convention Center, Bekasi, Jawa Barat.

Correctio merupakan kawasan yang memiliki ekosistem mumpuni berbasis 4.0, menyediakan akses bagi Start-up dan Industri kepada lembaga riset, venture capital, pemerintah, penyedia solusi teknologi dan solusi manufaktur yang tergabung di satu kawasan.

Correctio dibuka secara resmi oleh sejumlah tokoh diantaranya Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita yang diwakilkan oleh Andi Rizaldi, selaku Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Penjabat Bekasi Dani Ramdan, Managing Director Jababeka Residence Marcus Lee serta Director PT. Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono.

“Di tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi adidaya. Jawa Barat dengan potensi yang luar biasa diwakilkan oleh Jababeka khususnya, siap dengan infrastruktur, sumber daya manusia, dan ekonomi untuk membangun pembangunan yang inovatif dan berkelas dunia,” ujar Ridwan Kamil dalam sambutannya.

Kang Emil, begitu sapaan akrabnya, menekankan pentingnya kolaborasi, sejalan dengan visi Correctio yang akan menggabungkan ekosistem start-up, akademia, bisnis, dan pemerintah pada kawasan ini.

Sementara itu, Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan memberi dukungan bagi anak bangsa untuk terus berinovasi dalam mewujudkan Correctio. Milenial dan Gen Z, kata dia, harus punya mimpi besar untuk memajukan Indonesia.

“Harus memiliki semangat kreativitas untuk menciptakan inovasi untuk industri 4.0. Harus berani membuat gebrakan baru untuk menciptakan start-up yang bergerak dibidang tech engineering. Memberikan ide-ide efisiensi dari produksi yang kita ciptakan di Indonesia,” tegas Dani Ramdan.

Di kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi Perindustrian Andi Rizaldi, ST, MM menyampaikan, dirinya mengapresiasi upaya Jababeka dalam mewujudkan Correctio yang hari ini diresmikan. “Saya ucapkan selamat atas kerja sama ini, semoga dengan adanya Correctio dapat memotivasi start-up dan industri di Indonesia untuk terus berkembang menuju Industry 4.0,” ujarnya.

3 Pillars of Correctio

Correctio meliputi 3 (tiga) pilar diantaranya Society 5.0., Industry 4.0., dan TOD (Transit Oriented Development). Start-up dan industri di Correctio akan lahir dari lulusan President University atau universitas ternama lainnya melalui program Hackathon, hasil kerja sama antara Jababeka dan BISA AI.

Program ini akan menjadi magnet bagi start-up untuk berkembang di Correctio atas potensi pendanaan dan fasilitas lainnya yang dibangun Jababeka bersama para mitra strategis. Keberlangsungan start-up di Correctio dipercaya akan terus bertahan karena produk atau layanannya berpotensi digunakan oleh 2000 industri dari 30 negara yang menempati kawasan Jababeka.

Sutedja Sidarta Darmono menjelaskan, terdapat beberapa fasilitas yang akan dikembangkan di Correctio dalam waktu mendatang. Di kawasan tersebut, ujarnya, akan dikembangkan sejumlah fasilitas kelas dunia yang siap mendukung perkembangan Industry 4.0 dan Society 5.0 seperti pengembangan district cooling system, pengaplikasian solar panel, urban farming, Fabrication Lab, data center, smart command center, dan masih banyak lagi serta tak tertinggal pengembangan kota berbasis TOD untuk mempermudah aksesibilitasnya.

correctio
The Grand Launching of Correctio, di President University Convention Center

“Correctio di Cikarang, membawa potensi besar karena bertepatan dengan aglomerasi kawasan industri terbesar di Asia, kawasan yang telah memicu bertumbuhnya perekonomian tanah air. Area ini juga telah dilengkapi dengan desain tata kota berbasis TOD yang dapat dijangkau LRT, MRT, kereta cepat, damri dan jalan raya yang menunjang kemudahan akses komunitas bagi transportasi publik, pejalanan kaki, dan pesepeda,” jelas Suteja.

Kemitraan Di Correctio

Melalui kemitraan yang sebelumnya telah terjalin dengan BRIN, Indogen, BISA AI, Telkomsel, Mitsubishi Heavy Industries (MHI), Auk Industries, Gamatechno, Arcstone, Sembcorp, dan PIDI Kemenperin, Jababeka telah membuka akses bagi start-up dan industri untuk terus berkembang dan menghasilkan inovasi serta solusi berbasis teknologi di Correctio. Implikasi nyata dari salah satu kerja sama tersebut adalah Indogen sebagai Venture Capital yang berhasil memfasilitasi Jababeka Grup untuk menyuntikkan dananya ke Shipper, yang saat ini sudah termasuk dalam kategori Start-up centaur alias calon unicorn.

Correctio juga menyediakan ruang khusus bagi Start-up di Fabrication Lab (FabLab) Jababeka, dimana Start-up dapat berkreasi untuk melahirkan solusi mutakhir melalui berbagai fasilitas baik itu mesin, robot, atau AI yang disediakan. Hal ini tak cukup tanpa keterlibatan langsung mitra penelitan, oleh karenanya BRIN hadir sebagai lembaga yang mendukung kebutuhan riset Start-up di kawasan ini. Acara Grand Launching ini juga menjadi momentum pembukaan FabLab Correctio yang telah resmi menjadi satelit dari PIDI 4.0 Kemenperin.

Dalam mewujudkan Industry 4.0. dan Society 5,0, Jababeka bersama para mitra seperti Telkomsel akan mengakselerasi pertumbuhan start-up dengan network 5G, fasilitas IoT (Internet of Things), smart building system, dan jaringan telekomunikasi fiber optik. Selain itu, telah tersedia infrastruktur industri pendukung lainnya seperti Cikarang Dry Port, Bekasi Power dan Cikarang Listrindo, Jababeka Industrial Estate, serta Infrastruktur Cakrawala Telekomunikasi (ICTel). Hal ini merupakan aksi nyata Jababeka dalam mewujudkan proyek kawasan Correctio sebagai pusat inovasi bisnis berbasis teknologi terbesar.

Correctio juga erat kaitannya dengan smart city yang mendukung perkembangan Society 5.0 di Jababeka, yang tak hanya pada aspek industrial seperti adanya sistem pendingin listrik hemat energi, panel surya energi terbarukan, green environment urban farming, dan pusat komando yang cerdas dan aman, namun juga pada aspek sosial yang akan disertai dengan fasilitas pintar dan beragam aktivitas seperti teater, food pop ups, fasilitas kesehatan dan kebugaran.

Selain Grand Launching Correctio, juga diadakan talkshow bertema Creating New Silicon Valley in Indonesia yang menghadirkan beberapa narasumber yaitu Prof. Chairy selaku Rektor dari President University, Tirta Wisnu Permana selaku Director dari PIDI 4.0, Shinji Kobayashi selaku President Director dari Mitsubishi Heavy Industries, Jen Tan selaku President Director dari Sembcorp Energy Indonesia, Anindia Rahmawati selaku Manager Enterprise Solutions – Manufacturing, Logistics and Transportation dari Telkomsel, dan Sofian Sibarani selaku Founder URBAN+.

Talkshow dimoderatori oleh Agung Wicaksono selaku Managing Director Jababeka Infrastruktur, yang membahas bagaimana setiap institusi tersebut memainkan peranan esensial sebagai cikal bakal diwujudkannya Industry 4.0, Society 5.0 dan TOD di Jababeka yang dinilai menjadi kawasan yang sempurna bagi terciptanya Silicon Valley di Indonesia.

Dengan diresmikannya Correctio, maka patut dimaknai sebagai peluang emas untuk membuat perekonomian tanah air semakin maju. Seluruh ekosistem Correctio akan mendukung bangkitnya perekonomian tanah air berbasis teknologi berkelanjutan yang komunitasnya dapat unggul dalam ekosistem yang kian kompetitif di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *