Tahun 2022, Rumah Bersubsidi di Sumatera Barat Masih Bersemi

0
rumah bersubsidi di sumatera barat
Cover Majalah Property&Bank edisi 183

APA KABAR – Rumah Bersubsidi di Sumatera Barat Masih Bersemi – Pembaca yang terhormat? Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memudahkan semua rencana kita dalam berusaha, bermanfaat dan berkarya meski Pandemi masih belum berakhir. Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana peluang industri properti tahun depan?

Hasil diskusi Redaksi PropertyBank dengan sejumlah stake holder perumahan dan properti di Indonesia, secara umum industri properti 2022  lebih sehat dibanding 2020 dan 2021. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk misalnya, meyakini pertumbuhan kredit pada tahun 2022 bisa capai double digit ditopang membaiknya pasar properti dan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,2 persen.  Keyakinan Bank BTN bisa dimengerti, mengingat pemerintah melalui KemenPUPR tahun 2022 akan menggelontorkan dana subsidi sebesar Rp 28 Triliun yang disalurkan melalui 4 program subsidi perumahan.

Sebanyak 200.000 unit melalui FLPP, 24,426 unit melalui Bantuan Pembiyaan Perumahan Berbasis Tabungan (BPPBT), lalu 769.903 unit melalui Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan terakhir 200.000 unit melalui program Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).  “Kami optimis dengan dukungan pemerintah untuk rumah subsidi dengan skema FLPP yang terus meningkat dan pasar properti non subsidi juga membaik, pertumbuhan kredit kami tahun depan bisa double digit antara 10 persen,” kata Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo, dalam webinar bertajuk “Prospek Pembiayaan Perumahan 2022”.

Sampai semester I-2021 pertumbuhan kredit Bank BTN mencapai 6 persen dan sampai kuartal III ada peningkatan sebesar 2 persen serta akhir tahun pertumbuhannya sudah di atas rata rata perbankan. Peningkatan tersebut didukung oleh pembiayaan rumah subsidi yang juga menjadi fokus BTN. “Dari pertumbuhan 6 persen tersebut sektor Rumah Subsidi ini pertumbuhannya cukup tinggi 10-11 persen, ” terangnya. Meski begitu, Bank BTN juga menyasar kelas menengah yang memiliki penghasilan di atas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan harga rumah di atas Rp 200 juta sampai Rp 500 jutaan dengan potensi pembiayaan KPR cukup besar dan tahun 2022.

Kepastian peluang rumah bersubsidi tahun 2022 semakin kuat lewat dukungan BP Tapera. Hal ni sangat membantu pengembang dan MBR dalam pembiayaan perumahan untuk jangka panjang dan stabil. Komisioner BP Tapera Adi Setianto menjelaskan saat ini BP Tapera pada 2022 ditugaskan pemerintah mengelola dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan juga mengelola dana Tapera.

Dana Tapera saat ini sudah mencapai Rp 9,4 triliun, dimana Rp 2,7 triliun sudah siap untuk disalurkan kepada para ASN yang ingin memiliki rumah pertama, ataupun juga mau merenovasi rumah. Adapun dana FLPP yang akan di kelola BP Tapera di perkirakan mencapai Rp 22,5 triliun dan dipergunakan untuk 200.000 unit rumah MBR. “Proyek pertama kami menggandeng BTN sebagai partner,” tutur Adi. Adi mengakui backlog perumahan di Indonesia masih tinggi mencapai 12,7 juta dan tentunya membutuhkan dana yang cukup besar. BP Tapera juga akan bekerjasama dengan pemerintah Daerah (Pemda) dalam penyediaan rumah MBR ini.

Pengamat properti senior, Panangian Simanungkalit memprediksi prospek bisnis properti pada tahun 2022 kembali bangkit seiring pemerintah bisa dan mampu mengendalikan Covid-19 di tahun ini. Panangian optimis, bisnis properti tahun 2022 itu pasti lebih bagus dari tahun 2021. Terutama untuk rumah subsidi karena didukung pemerintah.

Rumah Bersubsidi di Sumatera Barat

Pembaca, untuk itu, edisi kahir tahun ini redaksi sengaja menurunkan Cover Story tentang salah seorang pengembang muda yang merintis dan sukses mengembangkan Rumah Bersubsidi di Sumatera Barat. Bagaimana pengembang ini merintis usaha rumah bersubsidi tanpa modal dan kini sudah memasarkan ratusan unit rumah untuk MBR? Ikuti liputannya edisi ini. Selamat dan Sukses Terus.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.