Wednesday , April 14 2021
Home / Breaking News / Sandiaga Uno Optimis Pariwisata Bangkit Di Semester II – 2021

Sandiaga Uno Optimis Pariwisata Bangkit Di Semester II – 2021

Menparekraf Sandiaga Uno  dalam diskusi Forwada bertajuk “Membangkitkan Optimisme Industri Pariwista Nusantara,” Kamis, (4/3/2020).

Pariwisata :  Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama setahun, wabah virus corona yang berasal dari kota Wuhan China ini, telah mengubah tatanan kehidupan, bahkan memporak porandakan hampir semua Sektor-sektor industri termasuk industri pariwisata.

Pariwisata sebagai sektor strategis serta memiliki peran penting bagi perekonomian nasional dan bisa menjadi salah satu instrumen dalam menyongsong pemulihan ekonomi.

BACA JUGA :   KSPN Danau Toba Terus Ditata Menjadi Destinasi Wisata Unggulan Tanah Air

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  terus berupaya mengakselerasi sumber daya yang dimiliki guna mengatasi tantangan yang ada dan mempercepat pencapaian target yang dicanangkan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan, saat ini pihaknya menggenjot kunjungan pariwisata domestik antara lain melalui program Bangga Berwisata di Indonesia (#diindonesiaaja).

BACA JUGA :   Tingkatkan Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat Lombok Lewat Sarhunta

Sandi menyatakan, ada 55 juta warga Negara Indonesia kelas menengah di Indonesia yang sangat potensial digarap untuk bisa berwisata di dalam negeri.

“Dulu kita fokus mengejar Thailand, Malaysia dengan berjuta-juta wisatawan internasioal, itu saya singkat wising, saat sekarang wising itu kita masih berharap terus tapi karena covid ini kita harus kalibrasi. Tetapi ada wisatawan nusantara yang saya singkat wisdom, ini adalah kearifan, kebijaksanaan kita, kita punya lebih dari 55 juta warga kelas menangah yang sangat mampu dan ingin berwisata,” ujar Sandiaga Uno dalam diskusi Forwada bertajuk “Membangkitkan Optimisme Industri Pariwista Nusantara,” Kamis, (4/3/2020).

BACA JUGA :   Bangun net89 Tower, SMI Ramaikan Pasar Perkantoran Di BSD City

Dalam event webinar yang disponsori Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tersebut, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga mengungkapkan, untuk mendorong kunjungan wisatawan asing maupun domestik saat ini tidak terlepas dari pademi covid-19 yang telah memasuki tahun kedua.

Menurut Sandiaga, pihaknya ingin sesegera mungkin memulihkan kembali industri pariwisata, namun sebelumnya harus bisa memastikan bahwa angka penularan covid-19 ini dalam situasi yang terkendali. “Saat ini PPKM mikro yang dijalankan pemerintah telah cukup sukses menekan angka penularan covid-19 secara signifikan, dari 15 ribu perhari sampai diangka 5 ribu perhari. Ini menjadi suatu angin segar agar kita lebih disiplin dalam mematuhi PPKM mikro,” ujarnya.

BACA JUGA :   Permudah Tamu Lakukan Booking dan Refund, OYO Gandeng OVO dan GoPay

Sandi menyebutkan, melihat perkembangan covid di tahun kedua ini, untuk menggenjot kunjungan pariwisata baik asing maupun domestik dibutuhkan sebuah kolaborasi kolosal. Sandi, mengatakan, kolaborasi itu harus dijalin dengan berbagai instansi terkait instansi seperti Kementrian Luar Negeri, Kementrian Hukum & HAM, Satgas Covid-19, Kementrian Kesehatan, dan Kementrian Perhubungan serta juga elemen masyarakat dan dunia usaha.

Soal kapan Indrustri pariwisata bisa kembali bangkit, Sandi mengaku optimis hal itu akan terjadi di kwartal kedua dan ketiga di tahun ini. “Jika ditanya waktu, saya ingin lebih optimis, saya ingin memberi harapan, saya ingin menyampaikan jika kita terus berdisiplin dan angka covid-19 ini bisa terus ditekan, saya melihat kwartal kedua dan ketiga ini kita mulai meningkat dari segi event ekonomi kreatif dan pemulihan dari pariwisata dan kebangkitan ekonomi kita,” paparnya.

BACA JUGA :   Tak Lagi Dipegang Lippo Cikarang, Bagaimana Nasib Meikarta ?

Sementara  itu, Nia Niscaya Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf yang ikut sebagai pembicara dalam webinar menambahkan, tahun 2021 ini pihaknya bersiap menyambut kepulihan sektor pariwisata tanah air dengan bertumpu utamanya kepada wisatawan domestik sambil bersiap akan kedatangan para wisatawan mancanegara.

Nia menegaskan dari segi strategi pemasaran Kemenparekraf saat ini yang terpenting bagiamana membangun kepercayaan pelaku usaha dan juga membangun kepercayaan pasar, bahwa Indonesia sudah siap dengan new normal.

BACA JUGA :   Tingkatkan Potensi Wisata, Dibangun Sarhunta di Borobudur Senilai Rp 58, 2 M

Ini dikarenakanya adanya perubahan trend di sektor pariwisata, dimana sekarang bukan destinasinya sebagai pemikat wistawan untuk datang atau tidak, tetapi bagaimana kesiapan protocol kesehatan di lokasi wisata.

“Saat ini orang lebih banyak mencari yang lokasi wisata yang less crowded, yang berorientasi alam terbuka, kesehatan wellness dan adventure, dari segi penerbangan orang lebih suka yang direct fligh, atau kalo yang domestik safe traveling, pergi bareng keluarga,” katanya.

BACA JUGA :   Program Sarhunta, 2.750 Rumah Tidak Layak Huni Akan Dijadikan Homestay

Pemasaran pariwisata saat ini, lanjutnya sangat bergantung pada penanganan pandemic covid-19. Karena itu, semua sector pariwista harus bisa beradaptasi, berinovasi dan berkolaborasi.  Kemenparekraf sendiri terus berupaya berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam membangun presepsi bahwa Indonesia telah siap dengan new normal.

Disisi lain, saat ini penginapan juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan bagi wisatawan. Seiring dengan tersebut, banyak wisatawan kini lebih memilih homestay sebagai tempat menginap.

BACA JUGA :   REI Desak UU Pertanahan Segera Disahkan Sesuai Target September 2019

Guna membangkitkan pariwisata tanah air, PT. Sarana Multigriya Financial (Persero), telah menginisiasi program pembiayaan homestay.

Sekretaris Perusahaan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Bonai Subiatko menjelaskan, program pembiayaan Homestay ini diperuntukan bagi masyarakat di desa wisata. Dalam proram ini SMF bermitra dengan stakeholder antaralain dengan kementrian pariwisata lewat  deputi bidang indutris dan investasi.

BACA JUGA :   Chadstone Cikarang Gandeng Bank OCBC NISP Fasilitasi Pembiayaan KPA

Pihaknya juga sudah melakukan penandatangan MOU dan PKS dengan Kemenparekraf untuk kerjasma dalam pembiayaan homestay, dimana dalam penyalurannya SMF bekerjasama dengan BUMDES.

“Untuk program ini tentunya ditujukan untuk desa wisata yang sudah memiliki Homestay dan telah beroperasi dengan baik dan punya rencana penembangan,” ujarnya.

Check Also

Pastikan Efektif Juli 2021, PPDPP Nyatakan SiPetruk Sudah Bisa Diunduh

PROPERTI – Walaupun masih muncul pro dan kontra dikalangan pengembang properti, Badan Layanan Umum (BLU) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 177

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link