Wednesday , April 14 2021
Home / Breaking News / SOS Children’s Villages Gelar Program Bagi Anak-Anak Terdampak Covid-19

SOS Children’s Villages Gelar Program Bagi Anak-Anak Terdampak Covid-19

foto : Istimewa

Sekitar Kita : Pandemi COVID-19 diyakini belum akan berakhir dalam waktu dekat. Wabah covid juga telah memberikan dampak besar dan perubahan pada segala aspek kehidupan. Diantaranya merubah tatanan sistem pendidikan.  Sekolah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang ikut terdampak cukup signifikan dengan adanya pendemi ini.

Tantangan sosial-ekonomi timbul untuk tiap elemen masyarakat, termasuk anak-anak. Anak dan remaja adalah korban yang tidak terlihat, mengingat adanya dampak panjang terhadap kesehatan, kesejahteraan, perkembangan, dan masa depan anak.

BACA JUGA :   Synthesis Bangun Impian Anak-Anak Bersama SOS Children’s Villages

Berdasarkan data dari UNESCO tahun 2020, ada 260 juta anak di dunia tidak bisa mengakses pendidikan karena keterbatasan dan 24 juta diantaranya terancam putus sekolah. Sementara dari dalam negeri, data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, selama masa pandemi sekitar 60 juta siswa tidak dapat belajar di sekolah.

Namun, sayangnya tidak semua anak di negeri kita ini mempunyai sumber daya untuk mengakses pendidikan secara daring. Masih banyak anak yang memiliki keterbatasan, terutama anak-anak yang berisiko atau telah kehilangan pengasuhan orang tua.

BACA JUGA :   Kota Modern Pasarkan Kavling Siap Bangun Rp 1 Miliar di Lokasi Premium

Hal ini juga memunculkan kekhawatiran adanya peningkatan angka putus sekolah yang sudah mencapai 4,34 juta jiwa berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019.

SOS Children’s Villages Indonesia sebagai organisasi nirlaba yang fokus pada pengasuhan alternatif dan penguatan keluarga rentan, memiliki tiga komitmen dasar yang diwujudkan bagi terpenuhinya pemenuhan hak anak-anak, yaitu Pengasuhan, Kesehatan, dan Pendidikan.

Selama 48 tahun SOS Children’s Villages memastikan anak-anak yang diasuh dan didampingi mendapatkan pendidikan yang mereka butuhkan, tak terkecuali di tengah kondisi pandemi ini. Totalnya ada 940 anak yang telah kehilangan pengasuhan diasuh di 8 lokasi SOS Children’s Villages di Indonesia.

BACA JUGA :   The Leaf, Tawarkan Rental Guaranteed 18 Persen

Selain itu, SOS juga memiliki program penguatan keluarga bagi keluarga rentan di 10 lokasi Indonesia. Dari ribuan keluarga yang didampingi, SOS juga memastikan 6326 anak yang berisiko kehilangan pengasuhan mendapatkan pemenuhan atas hak-hak mereka.

Salah satu solusi untuk keterbatasan anak-anak yang tidak memiliki sumber daya untuk menempuh pendidikan daring adalah pengadaan infrastruktur yang mumpuni. Tidak hanya itu, masih banyak faedah yang bisa dirasakan anak-anak dengan mengakses internet dan dunia pembelajaran daring.

BACA JUGA :   Permintaan Kios Masih Tinggi, Moizland Bangun MTC Tanah Abang

SOS Children’s Villages Indonesia sendiri sudah menyiapkan program Digital Village & Library untuk dapat mendukung anak-anak dalam proses pembelajaran jarak jauh, pengembangan diri, hingga persiapan remaja menuju kemandirian.

Konsep Digital Village yaitu menyediakan perangkat komputer dan jaringan internet di setiap rumah keluarga atau dalam sebuah komunitas dengan tujuan sebagai media untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan diri anak dan keluarga. Di SOS Children’s Village Flores, misalnya, pemasangan Digital Village dilakukan sejak Desember 2019.

BACA JUGA :   Di Tengah Pandemi, Grand Shamaya Tebar Promo Buy One Get One

Di tengah kondisi pandemi dan anak-anak tidak bisa sekolah, program Digital Village ini kembali dikencangkan agar semua anak-anak asuhan dan dampingan SOS Children’s Villages bisa mendapatkan kesempatan pembelajaran yang sama seperti anak-anak lainnya. Dengan bantuan dan dukungan berbagai pihak dan mitra korporasi, 8 lokasi desa anak SOS kini sudah dilengkapi dengan fasilitas Digital Village.

Setelah kebutuhan untuk 940 anak terpenuhi, SOS Children’s Villages fokus menyiapkan pengadaan infrastruktur bagi ribuan anak dan keluarga di komunitas dampingan.

BACA JUGA :   Beberapa Catatan Dalam RUU Cipta Kerja Terkait Rumah Susun

“Saya baru memulai kuliah di jurusan Sistem Informasi. Karena pandemi, kuliah dilakukan jarak jauh secara online. Saya bersyukur ada dukungan komputer dan jaringan internet di rumah sehingga tidak kesulitan mengikuti perkuliahan dengan baik hingga saat ini. Saya juga mendapat kesempatan untuk mengikuti computer programming course secara online yang diselenggarakan oleh Mentors Without Borders yang berlokasi di Bacau, Rumania,” cerita Lisa, (bukan nama sebenarnya), remaja SOS Children’s Village Semarang.

Di daerah lain, ada anak-anak Komunitas Kampung Jawa di Banda Aceh yang turut merasakan manfaat Digital Village. Kampung Jawa merupakan salah satu komunitas dampingan Family Strengthening Program SOS yang terletak di pinggiran kota Banda Aceh yang penduduknya kebanyakan bekerja sebagai pemulung dan nelayan.

BACA JUGA :   AREBI : Peran Pemerintah Di Industri Broker Properti Belum Maksimal

Sehari-hari, anak-anak disibukkan dengan membantu orang tua memulung dan mencari ikan di laut. Keterbatasan ekonomi mengharuskan anak-anak ikut membantu orang tua mereka mencari nafkah.

Bahkan, banyak anak dari Kampung Jawa yang melupakan pendidikan formal, terutama di masa pandemi ini, karena tidak memiliki ketersediaan perangkat untuk belajar online dan jaringan internet.

BACA JUGA :   Rayakan Dies Natalis Ke-61 Secara Virtual, Untar Bangun Reputasi Internasional

Menyikapi hal tersebut, SOS Children’s Village Banda Aceh membantu menyediakan solusi untuk anak yang ingin belajar dan mengembangkan bakat yang dimiliki. Pembina SOS Banda Aceh mengadakan les komputer setiap dua kali dalam seminggu.

Anak-anak di Kampung Jawa dijemput menggunakan mobil operasional dan menuju SOS Banda Aceh dengan dampingan seorang ketua pemulung, Ibu Juariyah. Anak-anak yang mengikuti les komputer berkisar 10-15 anak setiap minggunya.

BACA JUGA :   Menparekraf Sandiaga Tekankan Pentingnya Toilet Bersih Di Tempat Wisata

Mereka diajarkan untuk mengenal perangkat komputer, mengoperasikan komputer dasar. Pembelajaran dilakukan bertahap sampai mereka bisa melanjutkan ke tahap yang lebih mendalam.

Kendati demikian, fasilitas komputer di village masih kurang karena jumlah anak jauh lebih banyak dibanding dengan jumlah fasilitas komputer. Mereka harus memakai komputer di rumah dan di lab komputer secara bergantian. Fasilitas komputer juga belum merata tersebar di ratusan lokasi komunitas. Karena itulah, dukungan dan bantuan masyarakat serta para mitra masih berperan besar untuk bersama-sama mensukseskan program Digital Village & Library bagi generasi penerus bangsa kita.

Check Also

Liberta Hotels International Siap Operasikan Liberta Home Depok

Properti : Liberta Hotels International salah satu Hotel Management skala Nasional, kembali melakukan kerja sama pengelolaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 177

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link