Waspada… !!! Tipu-tipu Calon Buyer Hotel Bintang Lima Berkeliaran

0

Properti : Investasi di bidang properti memang memang sangat menggiurkan, dengan ragam pilihan investasi yakni mulai dari tanah, rumah, apartemen bahkan hotel sekalipun.

Memiliki nilai keuntungan yang tinggi dalam jangka panjang, membuat orang berbondong-bondong untuk memilikinya.

[irp]

Seiring dengan tingginya minat investasi di bidang properti, makin tinggi pula tingkat kejahatan di bisnis properti. Kasus penipuan jual beli hotel, gedung ataupun rumah sakit bukanlah hal yang baru di dunia properti. Sudah banyak korban yang menjadi sasaran modus penipuan properti.

Sebut saja Ramdhoni bukan nama sebenarnya, mengisahkan mengenai rekan-rekannya sesama profesi sebagai mediator yang terkena sial dikerjain oleh kuasa beli hotel bintang 5 di Jakarta.

[irp]

Ramdhoni mengisahkan awalnya pihak kuasa buyer mengaku punya buyer dari Amerika yang sedang mencari hotel bintang 5 di Jakarta. Kuasa buyer yang juga mengaku orang singapura ini menemui sejumlah mediator.

Kepada mediator ini, si kuasa buyer mengerahkan semua mediator untuk mengumpulkan SPJ / SKJ hotel hotel bintang 5 di Jakarta. Setelah SPJ/SKJ sudah mereka terima, orang yang mengaku memegang surat kuasa buyer ini pun menghilang.

[irp]

“Ternyata SPJ / SKJ yang sudah dipegang orang yang mengaku kuasa dari pihak buyer hotel, dibuat ngamen,” ujarnya.

Ketika pihak hotel tahu, lanjutnya,  kalau SPJ/SKJ hotelnya sudah tersebar luas dan meminta pertanggungjawaban ke mediator-mediator yang minta data ke pihak hotel. Ternyata para mediator ini tidak dapat mempertanggungjawabkannya. Alhasil, para mediator kena tuduhan termasuk bagian dalam komplotan penipuan surat-surat resmi SPJ/SKJ.

[irp]

Karena itu, tambahnya, saya sarankan kepada para mediator, kalau tidak kenal secara personal siapa itu buyer atau kuasa buyer, jangan sekali-kali berani meminta SPJ/SKJ ke pihak owner hotel, gedung atau rumah sakit. Karena jual beli aset besar itu semuanya ada badan hukumnya.

“jadi LOI/SPK (surat perintah kerja) tujuannya untuk menghindari hal-hal yang seperti ini. misalnya ada hal-hal yang tidak diinginkan (penipuan), maka yang bertanggungjawab penuh, tentunya nama-nama atau perusahaan yang ada di LOI tersebut,” tutupnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 181

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link