Home / Breaking News / Waspada… !!! Tipu-tipu Calon Buyer Hotel Bintang Lima Berkeliaran

Waspada… !!! Tipu-tipu Calon Buyer Hotel Bintang Lima Berkeliaran

Properti : Investasi di bidang properti memang memang sangat menggiurkan, dengan ragam pilihan investasi yakni mulai dari tanah, rumah, apartemen bahkan hotel sekalipun.

Memiliki nilai keuntungan yang tinggi dalam jangka panjang, membuat orang berbondong-bondong untuk memilikinya.

BACA JUGA :   Cambio Lofts Alam Sutera Mulai Dibangun

Seiring dengan tingginya minat investasi di bidang properti, makin tinggi pula tingkat kejahatan di bisnis properti. Kasus penipuan jual beli hotel, gedung ataupun rumah sakit bukanlah hal yang baru di dunia properti. Sudah banyak korban yang menjadi sasaran modus penipuan properti.

Sebut saja Ramdhoni bukan nama sebenarnya, mengisahkan mengenai rekan-rekannya sesama profesi sebagai mediator yang terkena sial dikerjain oleh kuasa beli hotel bintang 5 di Jakarta.

BACA JUGA :   Lima Cara Bisnis Bertahan Di Tengah Wabah Covid-19 Dari Grant Thornton

Ramdhoni mengisahkan awalnya pihak kuasa buyer mengaku punya buyer dari Amerika yang sedang mencari hotel bintang 5 di Jakarta. Kuasa buyer yang juga mengaku orang singapura ini menemui sejumlah mediator.

Kepada mediator ini, si kuasa buyer mengerahkan semua mediator untuk mengumpulkan SPJ / SKJ hotel hotel bintang 5 di Jakarta. Setelah SPJ/SKJ sudah mereka terima, orang yang mengaku memegang surat kuasa buyer ini pun menghilang.

BACA JUGA :   Jababeka dan PP Properti Jalin Kerjasama

“Ternyata SPJ / SKJ yang sudah dipegang orang yang mengaku kuasa dari pihak buyer hotel, dibuat ngamen,” ujarnya.

Ketika pihak hotel tahu, lanjutnya,  kalau SPJ/SKJ hotelnya sudah tersebar luas dan meminta pertanggungjawaban ke mediator-mediator yang minta data ke pihak hotel. Ternyata para mediator ini tidak dapat mempertanggungjawabkannya. Alhasil, para mediator kena tuduhan termasuk bagian dalam komplotan penipuan surat-surat resmi SPJ/SKJ.

BACA JUGA :   Bidik Milenial Bandung, APL Luncurkan Padmagriya Di Podomoro Park

Karena itu, tambahnya, saya sarankan kepada para mediator, kalau tidak kenal secara personal siapa itu buyer atau kuasa buyer, jangan sekali-kali berani meminta SPJ/SKJ ke pihak owner hotel, gedung atau rumah sakit. Karena jual beli aset besar itu semuanya ada badan hukumnya.

“jadi LOI/SPK (surat perintah kerja) tujuannya untuk menghindari hal-hal yang seperti ini. misalnya ada hal-hal yang tidak diinginkan (penipuan), maka yang bertanggungjawab penuh, tentunya nama-nama atau perusahaan yang ada di LOI tersebut,” tutupnya.

Check Also

Rilis Wish for Home, Cara Sinar Mas Land Tawarkan Kemudahan Beli Properti

PROPERTI – Pemerintah memberikan banyak kelonggaran agar industri properti kembali bangkit, seperti kebijakan Insentif pajak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 176

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link