Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Breaking News / Pengemudi Taxi Punya Rumah Berkat PI

Pengemudi Taxi Punya Rumah Berkat PI

Komandan Pangkalan TNI AU Adi Sumarmo Solo Kolonel PNB Indan Gilang B, S.sos, bersama pengurus Pengembang Indonesia (PI)

BERITA PROPERTI – Moko (50) sudah belasan tahun  jadi pengemudi taxi di  Bandara Adi Sumarmo, Solo.  Tak pernah terbersit di benak  para pengemudi Angkasa Taxi  ini untuk bisa memiliki rumah  sendiri. Jangankan untuk  mencicil kredit kepemilikan  rumah (KPR), penghasilannya  sebagai pengemudi taxi habis untuk membiayai hidup sehari- hari dan mencicil kendaraan.  Sejumlah upaya sudah dicoba oleh paguyuban pengemudi taxi  yang berjumlah 100 armada ini  untuk bisa merumahkan  anggotanya. Mulai dari  menjajaki kerjasama dengan  pihak ketiga, sampai dengan  mencoba mencari lahan sendiri.

Secara gotongroyong mereka  mulai mengumpulkan  penghasilan masing-masing  untuk membeli lahan yang  nanti bisa dibangun rumah.  Hasil kerja keras paguyuban  yang didukung pula oleh  pengelola angkutan di Lanud  Adi Sumarmi, akhirnya mereka  mampu membeli lahan seluas 3. 800 m2 dengan harga sekitar  Rp110 ribuan per meter.  Harapan untuk bisa memiliki  rumah pun kembali muncul.  Namun, memiliki lahan saja  tidak cukup. Untuk bisa  membangun rumah, dibutuhkan  persyaratan lain seperti  dokumen syarat pengajuan KPR  ke bank. Hasrat yang besar  untuk memiliki rumah idaman  pun kembali sirna.

Harapan Moko dan teman  temannya di Angkasa Taxi  kembali muncul. Adalah  M. Hidayat, langganan taxi yang  dikendarai Moko. Pria ini  rutin mengunjungi putranya  yang mukim di Pondok  Pesantren Gontor. Setiap ke  Madiun, biasanya  langganan  Moko ini minta diantar dari  Bandara Adi Sumarmo menuju  Ponorogo. Belakangan dalam  pembicaraan antara Moko dan  pelanggannya, baru diketahui  jika pria yang jadi  langganannya adalah seorang  pengusaha perumahan.

Melalui pembicaraan  diperjalanan  inilah akhirnya  M. Hidayat yang juga adalah  Sekretaris Jenderal  Pengembang Indonesia (PI)  banyak memberikan pencerahan  dan memberikan solusi  bagaimana caranya agar para  pengemudi taxi bandara ini  bisa memiliki rumah. Melalui  jaringan dan pengalaman yang  dimilikinya, baik ke  regulator, sesama pengembang  dan perbankan, singkat cerita  para pengemudi  Angkasa Taxi  ini pun sekarang bisa  memiliki rumah yang dibiayai  oleh Bank BTN Syariah.

“Kebetulan saya aktif dalam  komite percepatan pembangunan  dan program sejuta rumah.  Saya sempat membawa teman  teman para pengemudi taxi ini  ke Jakarta mengikuti Rapat  Koordinasi dengan Tim dan  menjelaskan kondisi yang  dihadapi para pengemudi taxi  ini. Sebagai pekerja di  sektor informal, sebenarnya  mereka mampu mencicil KPR,  tapi mereka dimasukan  kategori non bankable, jadi  tidak bisa dibiayai bank,”  jelas M.Hidayat. Ide Hidayat  untuk memperjuangkan agar  para pengemudi taxi tersebut  dapat dibiayai, sempat tidak  diproses sejumlah bank karena  memang belum pernah di  lakukan.

Atas kegigihan Sekjend  Pengembang Indonesia ini  akhirnya diperoleh solusi  untuk memungkinkan paguyuban  pengemudi taxi ini yang  tadinya masuk sektor non  informal, lalu dibuatkan  legal standingnya dan bisa di  biayai oleh Bank BTN Syariah.  “Potensi pendapatan sopir  taxi ini memungkinkan dan  jika dikumpulkan dalam dana  abadi mereka, nilainya sangat  aman. Hanya soal legal  standing saja yang belum  mendukung. Melalui Pengembang  Indonesia akhirnya kita bisa  berikan solusi. Kedepan kita  akan copy paste model ini di  tempat-tempat lain, ” kata  Hidayat.

Hasil kerja keras ini pun  berbuah manis. Sekarang sudah  dibangun 30 unit rumah milik  para pengemudi Angkasa Taxi,  Griya Angkasa Mandiri di  kawasan Tegalsari, Canden,  Sambi Boyolali, sekitar 13 km  dari bandara Adi Sumarmo.  Melalui CV.Angkasa Mandiri  yang juga sudah menjadi  anggota DPD Pengembang  Indonesia Jawa Tengah,  rencananya akan dikembangkan  sampai 100 unit rumah untuk  para pengemudi taxi yang  belum memiliki rumah.

Ketua Umum DPP Pengembang  Indonesia (PI) Barkah Hidayat  menjelaskan, asosisasi yang  mereka kelola memang memiliki  komitmen untuk mendorong  anggota dan memberdayakan  masyarakat sektor informal  seperti pengemudi taxi. ” Model kepemilikan rumah yang  sekarang dilakukan di Bandara  Adi Sumarmo adalah yang  pertama di Indonesia. Dan  akan kami lanjutkan di  beberapa lokasi lain,” kata  Barkah.

Komandan Pangkalan TNI AU Adi Sumarmo Solo, Kolonel PNB Indan Gilang B, S.sos,

Sementara itu, Kolonel PNB  Indan Gilang B, S.sos, yang  baru saja dilantik menjadi  Komandan Pangkalan TNI AU Adi  Sumarmo Solo diruang kerjanya  mengatakan, “Saya sampaikan  terima kasih atas terwujudnya  perumahan untuk pengemudi  taxi ini. Memang tidak secara  langsung berhubungan dengan  TNI-AU, tapi para driver  Angkasa Taxi adalah keluarga  kita,” kata Indan.

Menurut Indan, soal perumahan   memang sudah menjadi masalah  bersama. Bukan hanya sektor  informal yang belum punya  rumah, tapi juga masyarakat  lainnya, termasuk prajurit. ” Kita (Prajurit TNI AU) juga  masih banyak yang belum  memiliki rumah sendiri. Masih  tinggal di rumah dinas yang  harus ditinggalkan setelah  masuk masa pensiun,” jelas  Indan. TNI juga punya program  pengadaan perumahan prajurit,  tapi masih jauh dari  kebutuhan. “Mungkin kedepan  setelah membantu perumahan  untuk para pengemudi Angkasa  Taxi, Pengembang Indonesia ( PI) juga bisa bekerjasama  dengan kita untuk pengadaaan  rumah untuk prajurit,” lanjut  Indan.

Dengan terbangunnya Perumahan  Grya Angkasa Mandiri, para  pengemudi Angkasa Taxi kini  merasakan memiliki rumah  sendiri dan tidak lagi  menyewa rumah.

Ketua Paguyuban Pengemudi Angkasa Taxi di bawah Puskopau Adi Sumarno, Satria

Ketua  Paguyuban Pengemudi Angkasa  Taxi di bawah Puskopau Adi Sumarno, Satria mengatakan,  pihaknya menyampaikan terima  kasih kepada Pengembang  Indonesia (PI), khususnya  Sekjend M.Hidayat yang telah  memberikan dukungan kepada  mereka sehingga bisa memiliki  rumah. “Rencananya kami akan  lanjutkan sampai 100 unit  rumah sampai seluruh anggota  paguyuban pengemudi Angkasa  Taxi memiliki rumah,” tutur  Satria.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*