Property & Bank

CFA Society Indonesia Gelar Konferensi Bertema Indonesia’s Transition towards Net Zero

CFA Society Indonesia
Wamen Menteri BUMN Pahala N. Mansury, CFA bersama anggota CFA Society Indonesia

Propertynbank.com – Pemerintah RI (Republik Indonesia) terus berupaya untuk mewujudkan target  net zero emissions (NZE) atau nol emisi karbon pada tahun 2060. Bahkan, komitmen tersebut diharapkan dapat terwujud lebih cepat dari target yang dicanangkan. Untuk itu, roadmap untuk merelisasikan NZE sedang disusun demi menghadapi berbagai tantangan serta risiko perubahan iklim di masa mendatang.

Dikutip dari situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, net zero emissions atau nol emisi karbon adalah kondisi dimana jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi. Untuk mencapainya diperlukan sebuah transisi dari sistem energi yang digunakan sekarang ke sistem energi bersih guna mencapai kondisi seimbang antara aktivitas manusia dengan keseimbangan alam.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukannya adalah mengurangi jumlah karbon atau gas emisi yang dihasilkan dari berbagai kegiatan (aktivitas) manusia pada kurun waktu tertentu, atau lebih sering dikenal dengan jejak karbon. Selain itu, perilaku sebagian masyarakat yang sering buang sampah sembarangan juga harus segera dihilangkan, disamping tetap terus berupaya mengurangi sampah-sampah yang berpotensi merusak lingkungan.

Baca Juga : Kurangi Emisi Karbon Mowilex Resmikan Pabrik Baru Di Cikande Serang Banten

Masih dari situs tersebut dijelaskan, jejak karbon yang dihasilkan akan memberikan dampak yang negatif bagi kehidupan di bumi, seperti kekeringan dan berkurangnya sumber air bersih, timbul cuaca ekstrim dan bencana alam, perubahan produksi rantai makanan, dan berbagai kerusakan alam lainnya.

Terkait dengan hal upaya dan komitmen untuk mencapai emisi net zero, CFA Society Indonesia menyelenggarakan sebuah konferensi dengan tema Indonesia’s Transition towards Net Zero, pada tanggal 6 Juli 2023 mendatang di Ballroom, Le Meridien Hotel Jakarta.

“Tema ini diangkat, mengingat Indonesia dalam masa transisi menuju target pengurangan emisi Green House Gas (GHG) sebesar 29% tanpa syarat dan sebesar 41% dengan syarat,” ujar Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury, CFA, yang akan hadir membuka secara resmi konferensi yang digelar dalam satu hari tersebut. Dirinya merupakan Ketua CFA Society Indonesia.

Sebagai informasi, CFA Society Indonesia merupakan perkumpulan nonlaba profesi investasi yang memiliki misi mendukung praktisi keuangan di Indonesia dalam bidang edukasi, pengetahuan, pengembangan karir, koneksi, dan inspirasi. Perkumpulan ini telah berdiri sejak 3 Juli 2003 lalu dan event ini merupakan salah satu perayaan ulang tahun ke 20 CFA Society Indonesia.

Selain Pahala, pembicara lain yang akan hadir antara lain Alue Dohong, Wakil Menteri KLHK dengan materi sambutan dan pidato utama terkait tema yang diusung dalam konferensi. Selanjutnya konferensi akan di lanjut dengan 3 (tiga) sesi panel antara lain :

Panel 1: Kolaborasi Privat/Publik untuk mencapai Net Zero

  1. a) Evy Haryadi, Director of Transmission and System Planning, PLN
  2. b) Dannif Danusaputro, CEO, PT Pertamina Power Indonesia
  3. c) Eka Himawan, CEO and Co-Founder, Xurya Daya Indonesia

Moderator: Wisnu Wibisono, CFA, Project Manager, Investor Practice AIGCC

Topik pembahasan di Panel 1, antara lain:

  1. a) Apa peran perusahan utilitas dalam transisi Net Zero Indonesia?
  2. b) Mengapa bisnis harus mempersiapkan diri untuk transisi Net Zero?
  3. c) Kondisi energi terbarukan Indonesia saat ini dan pentingnya energi terbarukan dalam transisi

ini.

Panel 2: Masa Depan Bursa Karbon Indonesia

  1. i) Fifiek Mulyana, Junior Partner/Director, PwC Legal Indonesia
  2. ii) Riza Suarga, Chairman, Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA)

iii) Edo Mahendra, Penasihat Khusus, Menko Marves Bidang Carbon Trading

Moderator: Steve Anggara, CFA, VP of Financial Institutions & Market Research

Topik pembahasan di Panel 2, antara lain:

  1. i) Bagaimana Indonesia dapat menciptakan Bursa Karbon yang berkembang untuk menarik investasi dalam energi terbarukan dan mempromosikan praktik berkelanjutan?
  2. ii) Bagaimana kolaborasi antara pemangku kepentingan dapat mendorong kemajuan dan pengembangan Bursa Karbon Indonesia?

iii) Strategi apa yang dapat diterapkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam Bursa Karbon Indonesia untuk memastikan kredibilitasnya dan meningkatkan kepercayaan investor?

Panel 3: Peran Investor dalam transisi Net Zero

  1. a) Amica Darmawan, Head of Equities, PT BNP Paribas Asset Management
  2. b) Aliyahdin Saugi, CFA, CEO, PT Mandiri Manajemen Investasi
  3. c) Monica Bae, Director of Investor Practice, Asia Investor Group Climate Change (AIGCC)

Moderator: Clarein Delfia Sedasus, Senior Manager, PwC Indonesia

Topik pembahasan di Panel 3, antara lain:

  1. i) Peran Pasar Modal dalam mempercepat transisi?
  2. ii) Kondisi Indonesia saat ini dan tren masa depan menuju transisi Net Zero?

iii) Mengintegrasikan transisi Net Zero ke dalam keputusan investasi.

Seluruh rangkaian acara akan di pandu oleh Mark Bruny, CFA, anggota BoD CFA Society Indonesia yang juga merupakan Deputy CEO, di perusahaan Faribanc. Beliau juga mencerminkan kemajemukan anggota perkumpulan CFA Society Indonesia yang juga merupakan Chapter Indonesia dari CFA Institute, sebuah asosiasi nonlaba profesi investasi global.

Panitia mengucapkan banyak terima kasih ke para sponsor seperti, PT Pertamina (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang telah memberi dukungan terhadap konferensi ini, serta kepada seluruh relawan yang membantu dalam pelaksanakan konferensi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *