Property & Bank

Sektor Keuangan Faktor Penting Tekan Perubahan Iklim

perubahan iklim
Ilustrasi kawasan yang masih asri

Propertynbank.com – Pemerintah terus berupaya untuk menekan perubahan iklim yang semakin hari semakin memburuk. Guna mencegah hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat target Indonesia dapat mencapai net zero emission (NZE) atau emisi nol bersih maksimal 2060.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, salah satu sektor yang memiliki peran besar untuk mengatasi perubahan iklim adalah sektor keuangan. “Peran dari sektor keuangan luar biasa besar. Tidak akan mungkin tanpa partisipasi sektor keuangan,” katanya beberapa waktu lalu.

Peranan ini terlihat dari kolaborasi antara perusahaan bersama pemerintah dalam hal pembiayaan. Hal ini dikarenakan APBN yang terbatas untuk membiayai berbagai program mitigasi perubahan iklim. “Artinya kita kerjasama. Kita combine uang APBN yang uang rakyat, kita kombinasikan dengan dunia usaha, sektor keuangan, dengan dukungan internasional,” jelas Suahasil.

Baca Juga : Pembangunan Bendungan Upaya Atasi Ancaman Perubahan Iklim

Selain berkolaborasi bersama perusahaan sektor keuangan, pemerintahan secara khusus agar menyiapkan anggaran untuk mengatasi perubahan iklim melalui APBN. Pemerintah juga memberikan laporan terkait penggunaan APBN untuk pembiayaan program perubahan iklim.

“Ternyata APBN sudah memiliki anggaran untuk menangani perubahan iklim. Sekarang secara rutin anggaran itu kita keluarkan dalam suatu laporan yang disebut budget tagging on cilemate change. Bisa cari di BKF,” katanya mengutip dari liputan 6.

Tanam Pohon Antisipasi Perubahan iklim

Presiden Jokowi sebelumnya sudah melakukan penanaman pohon bersama dengan masyarakat dan pelajar di Embung Anak Munting, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (5/12/2023). Dalam hal itu Jokowi menyampaikan bahwa kegiatan tanam pohon sudah diadakan secara bertahap di sejumlah daerah. Dia mengatakan gerakan ini merupakan bentuk nyata Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim yang terjadi di dunia.

“Memang kita ingin menggerakan penghijauan—penanaman pohon-pohon, agar berkaitan dengan perubahan iklim itu betul-betul kita nyata bertindak,” kata Jokowi mengutip siaran pers Sekretariat Presiden. Ia mengatakan jenis tanaman yang ditanam dalam acara tersebut sangat beragam, baik tanaman estetika maupun nonestetika. Seperti munting, bodhi, tabebuia, mulih, dan Ketapang dan lain-lain.

Baca Juga : Masjid Ramah Lingkungan Pertama Ada di Abu Dhabi, Tahun 2024 Mulai Dibangun

Jokowi juga mengatakan saat ini sudah tersebar jumlah pusat persemaian di Tanah Air yang dapat memproduksi bibit-bibit produksi. Misalnya, Persemaian Rumpin yang dapat memproduksi 6 juta bibit, Persemaian Labuan Bajo 5 juta bibit, Persemaian Mangrove Bali 6 juta bibit, hingga Persemaian Mentawir 15 juta bibit. “Tapi kan ini kalau sudah membuat bibitnya kan harus ditanam, terus ditanam terus sehingga betul-betul negara kita akan hijau—lebih hijau dan menjadi paru-paru dunia,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi tiba di kawasan Embung Anak Munting sekira pukul 15.00 WITA. Saat berada di sana, Presiden kemudian langsung menuju lokasi penanaman pohon dan menanam pohon bodhi.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake, dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi. (Nabilla Chika Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini