Fokus Kembangkan Digital Banking, Kinerja BCA Kian Kinclong

0
Foto : Ilustrasi

Perbankan :  Tren teknologi digital yang terjadi saat ini di Indonesia, memberikan peranan besar terhadap perkembangan ekonomi. Berbagai perusahaan rintisan berbasis digital kian bermunculan disemua sektor bisnis.
Semua beralih perlahan tapi pasti dari konvensional ke bentuk digital. Pandemi Covid-19 yang kini masih merebak bahkan menjadi katalis bagi industri perbankan di Indonesia untuk segera mengadopsi model digital banking.

Kemunculan platform digital membuat bank-bank konvensional menjadi lebih agresif dalam melakukan transformasi digital. Begitu juga hal dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), terus mencermati bahwa inovasi digital sektor perbankan dan finansial harus terus dilakukan. Hal ini wajib dilakukan untuk memenuhi tren dan kebutuhan transaksi yang lebih cepat, aman, dan nyaman secara digital.

[irp]
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sejak tahun 2020 telah memiliki nama baru untuk anak usahanya hasil dari akusisi PT Bank Royal Indonesia. Nama baru yang akan disematkan ialah ‘Bank Digital BCA’ yang sudah disetujui oleh pemegang saham dan juga jajaran direksi dan komisaris.

Direktur Keuangan BCA Vera Eva Lim, menjelaskan BCA telah menandatangani akta akuisisi dengan menguasai 99,99% saham Bank Royal, sedangkan 0,01% dimiliki oleh PT BCA Finance. Menurutnya, akusisi tersebut didorong oleh kebutuhan BCA memiliki bank kecil agar lebih fleksibel dalam melayani nasabah dari sisi layanan digital.

[irp]

Vera mengatakan pihaknya sebelumnya sudah menyuntikan modal dana hampir Rp 1 triliun ke anak usahanya tersebut. “Rp 1 triliun merupakan tambahan modal Bank Royal. Ada nama barunya dan ada persetujuan regulator namanya Bank Digital BCA modalnya sekarang sudah Rp1,3 triliun,” kata Vera sambil menambahkan Bank Digital BCA ini telah diperkenalkan ke publik pada semester kedua tahun lalu.

Sementara itu, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) Hera F. Haryn menjelaskan bahwa pengembangan layanan perbankan transaksi selalu menjadi salah satu fokus utama dalam setiap rencana dan program kerja tahunan BCA. “Keandalan BCA dalam layanan payment settlement terus kami tawarkan kepada nasabah, termasuk kalangan milenial,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi (3/5/2021).

[irp]
Untuk Soal yang satu ini, BCA menawarkan berbagai fitur terbaru digital banking #DibikinSimpel dalam rangka mempermudah nasabah, termasuk milenial saat bertransaksi perbankan. Hera F. Haryn menegaskan pihaknya bakal fokus mengembangkan digital banking sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja perseroan.

Terbukti pada Per kuartal pertama tahun ini, BCA mencatat laba bersih sebesar Rp 7 triliun. Angka tersebut tumbuh 7 persen secara year on year (yoy). Hingga Maret 2021, layanan mobile banking BCA tercatat sebesar Rp 852 triliun. Angka tersebut tumbuh 37,1 persen (yoy).

[irp]
Ke depannya, lanjut Hera, BCA akan terus memperkuat ekosistem finansial, penyempurnaan dan modernisasi dari infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki. Hal ini untuk mendukung keandalan dan keamanan berbagai layanan perbankan transaksi digital.

Dengan Fitur yang lebih beragam inilah yang membuat BCA kian diminati kaum milenial karena memiliki akses yang mudah dan hanya membutuhkan jaringan internet. (ap)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 181

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link