Property & Bank

Jatuh, Bangkit, Perjalanan Bisnis Sulianto Indria Putra Bangun TradeWithSuli

Suli
Sulianto Indria Putra (Tengah) Bersama tim TradeWithSuli, sebuah komunitas edukasi finansial untuk mengendalikan diri dalam berinvestasi.

Propertynbank : Di tengah maraknya minat generasi muda terhadap investasi digital, sosok Sulianto Indria Putra muncul dengan pendekatan berbeda. Tidak hanya sekadar meraih keuntungan, remaja 19 tahun ini justru memilih membangun sebuah komunitas edukasi finansial bernama TradeWithSuli.

Sebelum dikenal sebagai remaja beraset Rp100 Miliar, ia sempat kehilangan seluruh modal karena keputusan impulsif di awal perjalanannya di dunia investasi digital.

Kegagalan tersebut hampir membuatnya berhenti total dari dunia investasi. Modal yang ia kumpulkan dari tabungan pribadi hilang dalam hitungan hari akibat keputusan impulsif ketika baru mengenal pasar kripto.

“Itu pengalaman yang pahit, tapi saya tidak mau lari. Kalau saya menyerah waktu itu, saya tidak akan pernah tahu siapa diri saya sebenarnya,” tulis Sulianto dalam siaran persnya, Selasa (18/11/2025)

Ia mulai mengevaluasi semua langkah yang pernah diambil. Mulai dari membaca ulang data, mempelajari pola pasar, hingga memahami psikologi di balik pengambilan keputusan. “Saya baru sadar bahwa investasi bukan soal angka, tapi soal pengendalian diri,” ujarnya.

Langkah kecil itu menjadi fondasi sistem pengelolaan risiko yang ia kembangkan sendiri, dan kelak membentuk arah hidupnya.

Dari pengalaman tersebut, Sulianto menemukan satu prinsip yang menjadi ciri khasnya yakni kejujuran pada diri sendiri. Menurutnya, banyak investor gagal bukan karena kurang pintar, melainkan karena menipu diri sendiri, seolah tahu, seolah siap, atau seolah kuat menghadapi kerugian.

“Begitu saya berhenti berpura-pura, saya mulai tumbuh,” ucapnya reflektif.

Kesadaran inilah yang melahirkan TradeWithSuli, sebuah komunitas edukasi finansial yang ia bangun bukan untuk menonjolkan kesuksesan, melainkan untuk menularkan nilai kedisiplinan dan integritas.

Bangun Komunitas Transparan dan Bersahabat

Tidak seperti banyak figur muda di dunia digital yang cenderung menonjolkan hasil, Sulianto memilih pendekatan edukatif. Ia memposisikan TradeWithSuli sebagai ruang aman bagi anak muda untuk belajar finansial tanpa janji palsu atau tekanan yang tidak sehat.

Di komunitas ini, ia menjawab pertanyaan satu per satu, memberikan tinjauan analisis, dan menekankan bahwa transparansi serta kesadaran risiko jauh lebih penting daripada sekadar mengejar keuntungan. Para anggota pun melihatnya bukan sebagai mentor yang menggurui, melainkan sebagai teman yang tulus berbagi perjalanan.

“Dia tidak pernah menjual mimpi, tapi membangun kesadaran,” ujar salah satu anggota yang telah bergabung sejak awal.

Bagi Sulianto, uang hanyalah alat. Ia lebih bangga ketika melihat anak muda mampu mengendalikan diri dalam berinvestasi daripada memuji keberhasilannya sendiri. Prinsip ini membuatnya berbeda di tengah tren edukasi finansial yang sering menonjolkan hasil instan.

Kini, di usia 19 tahun, Sulianto terus mengembangkan diri sembari memimpin TradeWithSuli. Ia ingin membantu generasi muda membangun pola pikir finansial yang sehat: berani berpikir kritis, jujur terhadap risiko, dan berorientasi pada arah jangka panjang.

“Saya ingin anak muda punya arah, bukan sekadar target,” tegasnya.

Pernyataan tersebut merangkum perjalanan hidupnya, sebagai seorang remaja yang menjadikan kejujuran dan kegagalan sebagai bahan bakar untuk melangkah lebih jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan