Property & Bank

Properti Hijau Sebuah Keharusan, Peran Aktif Pengembang Mesti Ditingkatkan

properti hijau
Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominium Alvin Andronicus (tengah) menjelaskan penerapan properti hijau di Alam Sutera

Propertynbank.com – Konsep properti hijau yang diterapkan oleh pengembang, merupakan kontribusi sektor swasta dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global. Maka dari itu, diperlukan peran aktif dari pengembang untuk menjaga lingkungan dalam pengembangan proyek properti melalui konsep properti hijau.

Tak dipungkiri memang, sektor swasta menjadi pemain utama sebagai prime-mover yang memicu keberlangsungan pembangunan di Indonesia. Apalagi, pemerintah sangat jarang memiliki visi dalam pembangunan suatu kawasan. Sementara di sejumlah negara seperti Jepang, Singapura dan Hong Kong, tidak memberi ruang terhadap on-demand planning.

Chairperson Green Building Council Indonesia (GBCI) Iwan Prijanto menjelaskan, pemerintah negara maju sangat bertanggung jawab menciptakan perencanaan jangka panjang. Pelaku usaha swasta, kata dia, tinggal menyesuaikan dengan perencanaan tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia.

Baca Juga : Eco Green Living, Upaya EleVee Alam Sutera Redam Polusi Udara Dalam Kawasan

Menurut catatan GBCI, ujarnya, proses konstruksi sebuah bangunan mengkonsumsi 35% energi dan 12% air, menghasilkan 25% sampah serta mengeluarkan 39% emisi gas rumah kaca (greenhouse gases). Setelah pembangunan selesai, operasionalisasi bangunan bertingkat itu berkontribusi tiga besar teratas produksi emisi karbondioksida (CO2).

“Dengan demikian, hal ini menuntut agar developer turut berperan aktif dalam kegiatan memerangi perubahan iklim dunia. Bagi developer yang tidak bisa mengikuti ketentuan net zero carbon dalam aktivitas usahanya, maka dalam 10 tahun mendatang pasti akan terlambat. Risikonya adalah mereka bakal sulit menjual unit properti miliknya,” kata Iwan dalam Elevee Media Talk, di Alam Sutera, Tangerang, Selasa, 28 Mei 2024.

Lebih lanjut dijelaskan Iwan, GBCI telah menerbitkan sertifikasi bangunan hijau atau greenship terhadap sejumlah proyek properti sejak mulai didirikan tahun pada tahun 2009 lalu. Bahkan, ulasnya, sertifikasi hijau terbitan GBCI juga sudah mendapat pengakuan dari World Green Building Council.

“Hal ini seiring telah resminya GBCI sebagai anggota World Green Building Council sejak tahun 2017 silam. Konsep bangunan hijau bertujuan melakukan konservasi, efisiensi serta saling berbagi dalam pemanfaatan sumber daya energi, air, lahan, udara dan lingkungan,” tegas Iwan.

Baca Juga : Alam Sutera Tawarkan Elevee Condominium di Lokasi Paling Premium

Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominium Alvin Andronicus mengakui, penerapan konsep properti hijau memang sangat penting dalam pengembangan sebuah kawasan properti. Elevee Condominium yang merupakan bagian dari properti milik PT Alam Sutera Realty Tbk juga sudah mengadopsi konsep properti hijau.

properti hijau
Salah satu kawasan di Alam Sutera yang menerapkan properti hijau

“Bisa disaksikan langsung bahwa properti di Alam Sutera sudah menerapkan konsep properti hijau. Salah satunya adalah penanaman pohon sebagai kanopi yang menaungi pedestrian, penggunaan transportasi publik terpadu, pengolahan sampah terpadu, water treatment plan (WTP) yang memproduksi air bersih untuk dialirkan ke rumah-rumah warga di Alam Sutera,” ungkap Alvin.

Selain itu, imbuh Alvin, pengembang Alam Sutera yang berpengalaman selama 30 tahun, juga memasang 500 closed circuit TV (CCTV) di sejumlah titik sebagai alat pemantau arus lalu lintas. “CCTV itu merupakan bagian dari Traffic Management System yang dijalankan oleh pengelola Alam Sutera untuk mengantisipasi tumpukan kendaraan agar tidak menimbulkan polusi udara. Kami juga tengah mengembangkan pengelolaan sampah terpadu agar bisa mewujudkan zero waste,” ucapnya.

Baca Juga : JMN Gelar Duo Award 2024, Bagikan 79 Penghargaan Bagi Mereka Yang Berprestasi

Alvin menjelaskan, konsep properti hijau juga harus menjangkau seluruh kalangan terkait. Misalnya, masyarakat baik yang bermukim di proyek properti yang dikembangkan oleh developer, maupun masyarakat di sekitarnya.

“Alam Sutera selalu mengajak warga untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga keasrian lingkungan. Contoh sederhananya, kami mengajak warga dan masyarakat sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan di kawasan Alam Sutera,” tegasnya.

Konsep Pengembang Properti Hijau

Terkait konsep properti hijau, Iwan menerangkan, ada tiga model pengembang yang menerapkan konsep tersebut di Indonesia. Pertama, konsep properti hijau masih sebatas gimmick marketing untuk menjaring calon konsumen. Kedua, properti hijau sudah menjadi acuan bagi perusahaan pengembang. Untuk pengembang kategori kedua ini, tenaga marketing sudah berperan aktif dalam mengamplifikasi kebijakan pemilik perusahaan menyangkut aspek properti hijau. Adapun kategori ketiga adalah pengembang kategori kedua, namun yang sudah mengantongi sertifikasi properti hijau dari lembaga resmi.

Baca Juga : Koridor Barat Jakarta Punya Value of Life Terbaik untuk Hunian

“Saat ini proyek properti dari Alam Sutera masih dalam kategori kedua. Kami tentunya berharap pengembang nasional seperti Alam Sutera bisa menaikkan levelnya hingga ke kategori ketiga,” tegas Iwan.

Merespons tuntutan greenship tersebut, Alvin menegaskan, pihaknya memang sudah mengarah ke proses sertifikasi properti hijau. Dia mengakui bahwa untuk memperoleh sertifikasi properti hijau memang tidak semudah membalik telapak tangan.

“Ada beragam ketentuan yang wajib dipenuhi oleh pengembang. Salah satu yang masih sulit untuk dipenuhi adalah penggunaan material bangunan yang sepenuhnya harus bersertifikasi hijau. Padahal, belum ada produsen bahan bangunan lokal yang bisa memenuhi ketentuan itu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *