Tuesday , September 29 2020
Home / Breaking News / KPR Syariah Kian Berprospek

KPR Syariah Kian Berprospek

Suasana di salah satu Counter Perbankan Syariah yang melayani Nasabah
Suasana di salah satu Counter Perbankan Syariah yang melayani Nasabah

PERBANKAN-Produk KPR syariah diyakini masih menawarkan prospek bisnis yang cukup tinggi. Agar rapor kinerja tetap tumbuh tinggi, kalangan industri perbankan syariah memasang strategi khusus, ramai-ramai menggenjot segmen pasar KPR berbeda dengan perbankan konvesional. Prospek bisnis KPR BRI Syariah selalu meningkat. Salah satu pemicunya, pengembangan segmen KPR subsidi program dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).

Alasan BRI Syariah membidik segmen KPR bersubsidi lantaran tidak terkena aturan pembatasan finance to value (FTV). Bank syariah leluasa menyalurkan pembiayaan KPR tipe 22–70 meter persegi. Hal ini berbeda dengan aturan yang membatasi bank konvensional mengucurkan kredit maksimal 70% dari dari total harga rumah. Aturan ini mewajibkan calon debitur membayar uang muka (DP) minimal 30%, sementara calon debitur KPR syariah bisa membayar DP 10%.

Sementara itu, pembiayaan KPR iB Muamalat masih menjadi produk unggulan di segmen pembiayaan konsumer bank pelopor perbankan syariah itu. Hingga Juli 2014, portofolio KPR iB Muamalat mencapai Rp8,86 triliun. Angka ini menyumbang 62,33% dari total pembiayaan konsumer yang mencapai Rp 14,215 triliun.

Secara tahunan (year on year), KPR iB Muamalat tumbuh 27,81% dibandingkan capaian tahun 2013 lalu. Bank Muamalat pun membidik segmen pasar bawah dengan pembiayaan KPR mulai dari plafon Rp50 Juta untuk wilayah Jabodetabek dan Rp25 Juta untuk luar Jabodetabek.

Strategi lain, Bank Muamalat menyodorkan dua alternatif produk KPR. Yaitu, KPR iB Muamalat Pembelian dengan akad Murabahah dan KPR iB Muamalat Kongsi dengan akad Musyarakah Mutanaqishah. Bank Muamalat juga tidak mengenakan biaya penalti apabila nasabah mengajukan pelunasan dipercepat.

Tak mau ketinggalan, Bank Syariah Mandiri (BSM) juga menggarap pasar pembiayaan KPR bersubsidi. Kinerja pembiayaan rumah BSM tetap tumbuh positif karena bank tersebut memilih segmen berbeda.

Di pasar KPR Syariah bersubsidi, BSM hanya mematok uang muka minimal 10%. Batas pemasukan calon debitur pun pun hanya Rp2,5 juta saban bulan. Selain membidik segmen pasar berbeda, Taufik meyakini, angsuran tetap selama periode pembiayaan, menjadi keunggulan KPR Syariah.

Check Also

Sentosa Park di Kota Mandiri Tangerang New City Layaknya Singapura

Properti – Realisasi pembangunan di sepajang Cikupa – Rangkasbitung, berdampak pada banyaknya investor yang masuk ke …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link