Property & Bank

Bagi Leads Property, Sektor Perkantoran Tetap Leading

Leads Property
CEO of Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono

Propertynbank.com – Meskipun saat ini melakukan aktifitas dari rumah sudah menjadi tren, terlebih sejak pandemi Covid-19 melanda beberapa waktu lalu, namun bekerja di kantor tetap menjadi sebuah kebutuhan. Oleh karena itu, permintaan terhadap ruang kantor tetap tumbuh meskipun perekonomian cenderung mengalami penurunan.

CEO of Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono mengakui, saat ini sektor perkantoran (office) masih menjadi sektor yang paling banyak ditangani oleh perusahaan konsultan properti yang digawanginya. Menurut dia, jika ada yang beranggapan mengalami penurunan, hal itu adalah untuk ukuran atau sizenya saja karena adanya kegiatan hybrid.

“Dulu mereka butuh ruang kantor berukuran 1.000 meter misalnya, tapi sekarang hanya butuh 600-700 meter atau 500 meter saja. Peminat ruang perkantoran tetap mengalami kenaikan, baik di SCBD maupun non SCBD. Ini karena memang ada kebutuhan, termasuk di lokasi lain seperti TB Simatupang dan kawasan perkantoran lainnya,” jelas Hartono.

Meskipun begitu, dirinya mengakui adanya penurunan yang signifikan pada tahun 2020 hingga 2021, karena banyak perusahaan yang batal melakukan ekspansi. Sebagian dari mereka juga ada yang mengevaluasi lagi ukuran kantor yang diinginkan. Begitu juga dengan perusahaan startup yang juga banyak yang menerapkan kebijakan work from home (WFH).

“Tapi setelah kembali ke aktfitas normal, mereka kembali mengambil ruang kantor. Jika yang sebelum terlalu padat, mereka kurangin kepadatan, jika sudah hybrid maka diturunin ukuran ruangannya. Jadi secara keseluruhan kebutuhan tetap banyak. Market kami memang yang paling aktif adalah perkantoran sejak 2019. Tahun 2020 – 2021 turun kira-kira 30 – 35%,” ungkap Hartono.

Sementara untuk harga sewa, Hartono mengatakan belum ada kenaikan, bahkan sebaliknya mengalami penurunan sekitar 30-50%. Berbeda dengan pusat belanja atau mall, kata Hartono, perkantoran tidak bergantung kepada pengunjung. Jika pusat belanja tutup, maka diberi insentif atau kemudahan sehingga dapat bertahan.

Lebih lanjut Hartono menjelaskan, saat ini perusahaan Fintech dan Startup yang sedang aktif mencari perkantoran. Namun, secara keseluruhan perusahaan BUMN seperti Pertamina juga tergolong aktif dan masih tetap mencari perkantoran. Menurut dia, sektor yang paling normal adalah untuk rental atau sewa. Maka dari itu, perkantoran masih lebih bagus dibandingkan dengan rental karena perkantoran tidak akan turun.

“Sektor yang paling terdampak saat covid adalah hotel, mall, apartemen dan terakhir adalah perkantoran. Tapi untuk perhotelan masih tertolong karena adanya fasilitas karantina bagi penderita covid. Saat ini sewa tertinggi perkantoran masih di SCBD. Hal ini karena kawasan tersebut merupakan barometer dan pusat finansial,” ungkap Hartono.

Lalu, bagaimana jika nanti ibu kota negara pindah dan apa dampaknya bagi perkantoran? Menurut Hartono, yang akan pindah kemungkinan hanya kantor BUMN dan kantor departemen. Maka, perkantoran yang di Jakarta akan menjadi supply baru dan pastikan nanti akan didaya gunakan, misalnya menjadi kantor tambahan grade b atau grade c.

Selain perkantoran, Leads Property Services Indonesia juga menangani sektor kawasan industri. Menurut Hartono, kawasan industri juga termasuk sektor yang cukup aktif meskipun paling rentan. Dia mengakui, kawasan industri memang dikenal cukup stabil dari dulu, bahkan covid tidak membuat terjadinya pengurangan.

Leads Property Terus Tumbuh

Seperti diketahui, Leads Property merupakan salah satu perusahaan konsultan properti yang sudah cukup lama berkecimpung di bisnis properti. Jika sebelumnya perusahaan ini hanya memiliki karyawan belasan orang, kini terus berkembang sangat pesat. Berdiri sejak 2010, di usianya sudah mencapai 12 tahun, perusahaan ini sudah memiliki karyawan 118 orang. “Kita kembali lari kencang di 2022 awal,” tegas Hartono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *