Property & Bank

Resmikan Marketing Office dan Showroom, Produk Lift MJEE Gunakan TKDN 41%

MJEE
Presiden Direktur PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator (MJEE) Christian Satrya menunjukkan sertifikasi dari Kementrian Perindustrian tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)

propertynbank.com – MJEE (PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator) resmi membuka marketing office dan showroom di Jakarta, hari ini Rabu (30/3). Pembukaan showroom ini menandai era baru kiprah MJEE di Indonesia selama puluhan tahun.

Terletak di lantai 11 Trinity Tower,  kawasan Rasuna Said, showroom dan marketing office ini berkonsep modern dan dinamis. Showroom ini menampilkan berbagai contoh produk MJEE yang dilengkapi dengan fasilitas training center serta cafetaria.

Selain berkantor pusat di Jakarta, MJEE juga telah memiliki 10 kantor perwakilan di berbagai daerah, yakni Surabaya, Bandung, Bali, Semarang, Palembang, Samarinda, Medan, Batam, Pekanbaru, dan yang terbaru Makassar.

Presiden Direktur  PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator (MJEE) Christian Satrya mengatakan, fasilitas baru ini memang untuk sales office dan showroom produk. “Jadi kegiatanya kita arahkan untuk meningkatkan marketing. Adapun kantor pusat tetap berada di Gedung Jaya Thamrin,” ujar Christian Satrya di sela-sela peresmian.

Dijelaskan Satrya, tahun ini MJEE mematok target produksi lift sebanyak 400 unit, meningkat dibanding tahun 2021 yang mencapai 300 unit. Produksi terendah terjadi saat awal masa pandemi tahun 2020 yakni hanya sekitar 200 unit. Padahal sebelumnya produksi MJEE pernah mencapai hingga 700 unit.

Menurut dia, meski kondisi ekonomi relatif mulai membaik, pihaknya belum mematok target yang muluk-muluk untuk penjualan. “Jadi kita masih konservatif karena kondisinya masih wait and see. Namun, begitu ekonomi membaik, kita sudah siap karena selama pandemi ini tidak ada kapasitas yang kita kurangi, baik SDM maupun mesin-mesin pabrik, semua tetap kita pertahankan. Jadi, kita setiap saat bisa meningkatkan kapasitas jika kebutuhan pasar meningkat,” tegasnya.

Produk MJEE, sambung Satrya, selain di dalam negeri juga diekspor ke negara-negara ASEAN maupun Timur Tengah seperti Singapura, Malaysia, UAE, Saudi Arabia dan lainnya. Untuk pasar dalam negeri, produk MJEE memiliki market share sebesar 18-20% dari pasar potensial.

Yang sangat membanggakan, di tengah pandemi, MJEE berhasil meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) empat varian produk lift Mitsubishi pada kisaran 31% hingga 41% dengan sertifikasi dari Kementrian Perindustrian. MJEE merupakan satu-satunya merk lift internasional yang memiliki pabrik di Indonesia.

MJEE Targetkan TKDN Lebih Dari 40% Di Semua Varian

Satrya mengatakan, ada empat tipe lift yang berhasil ditingkatkan TKDN nya, dimana ada satu varian yang telah mencapai lebih dari 41.22% dan tiga varian lainnya masih dibawah 40%. Dirinya menargetkan berikutnya adalah meningkatkan ketiga varian untuk mencapai 40% atau lebih.

Untuk meningkatkan TKDN tersebut, lanjut dia, MJEE melibatkan pemasok lokal, terutama untuk produk baja, rofil aluminium, besi beban pengimbang hingga ke pekerjaan packing serta perlakuan limbah dan scrap. Diakui memang tidak mudah untuk melibatkan mellibatkan UMKM dalam pekerjaan ini, karena dalam banyak hal komponen lift harus mengacu pada standar Mitsubishi Electric maupun internasional.

Empat varian lift yang berhasil ditingkatkan TKDN nya meliputi lift dengan dan tanpa ruang mesin mulai dari tipe kecil kapasitas 630 kg sampai 1600 kg.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

MJEE
Direksi dan Manajemen MJEE usai melakukan Press Conference

Melalui regulasi tersebut, semua pengadaan barang dan jasa Pemerintah yang menggunakan dana APBN / APBD diwajibkan untuk mengutamakan produk dalam negeri, terutama yang telah mencapai penjumlahan nilai TKDN dan BMP paling sedikit 40%.

MJEE Incar Proyek di IKN Baru

MJEE berharap tahun ini dapat kembali mengakselerasi bisnisnya,  salah satunya adalah proyek pemerintah di  Ibu Kota Negara (IKN) . “Sebenarnya kita sangat menanti kesempatan tersebut. Begitu ada kesempatan, pasti kita akan berpartisipasi. Memang itu prospek yang sangat menarik,” kata Satrya.

Saat ini, ungkapnya, produk-produk MJEE juga sudah banyak digunakan oleh banyak pengembang swasta baik perusahaan lokal maupun internasional untuk berbagai jenis property mulai dari perkantoran, apartemen, mall, hotel, perumahan dan lain-lain.

Dikatakan Satrya, MJEE merupakan satu-satunya produsen lift yang memiliki pabrik di dalam negeri yang berlokasi di Karawang. “Karena itu, kami berani menjamin keandalan kualitas produk dan layanan MJEE,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *