Monday , September 28 2020
Home / Figur / Obsesi Jadi Agent Properti Terbaik

Obsesi Jadi Agent Properti Terbaik

Keahliannya dalam bidang marketing properti tak usah diragukan lagi.  Pasalnya, hampir separuh umurnya saat ini telah ia habiskan untuk menekuni seluk beluk bidang marketing properti. Ia pun kini tengah mengembangkan perusahaan agent properti dengan konsep waralaba atau franchise. Harapannya tak muluk-muluk untuk agent properti yang ia rintis yakni menjadi agent properti yang terbaik dan terpercaya.
Menggeliatnya industri properti di Tanah Air tak bisa dipungkiri berdampak positif bagi keberadaan agent properti. Boleh jadi sangat percuma bila produk properti yang telah dibangun ternyata sulit dipasarkan atau tak laku dijual. Dari sinilah, Agent properti sangat diperlukan bagi pengembang untuk membantu memasarkan produk properti yang telah dibangunnya.
Tentu saja dibutuhkan pula marketing andal untuk mampu berjualan atas produk properti tersebut. Salah satu marketing andal dalam bidang properti adalah Tirta Setiawan yang kini tengah mengembangkan perusahaan agent properti dengan bendera PRO/MAX Real Estate Indonesia.
Keberaniannya untuk mendirikan perusahaan agen properti meskipun telah banyak berdiri perusahaan serupa tak lepas dari ketekunan dan pengalamannya selama ini. Ia pun menuturkan bahwa dirinya telah berkecimpung di bidang agent properti lebih dari 20 tahun. “Dari muda saya sudah belajar  dan mencoba jualan properti, meskipun kecil-kecilan,” tutur Tirta.
Ketertarikannya pada bidang pemasaran properti tak lepas dari industri properti yang harga jualnya tak pernah menurun tapi justru naik. Tirta pun sedikit bercerita kebelakang yang membuat dirinya benar-benar jatuh hati pada bidang yang digelutinya saat ini yakni dengan rela menjual beberapa mesin percetakan yang dulu sempat ia lakoni hanya untuk memulai bisnis jual beli properti. “Saat itu saya lagi usaha percetakan, saya coba jual mesin cetak untuk memulai bisnis jual beli properti di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ternyata hasilnya lebih menarik dari usaha percetakan. Karena harga properti kian hari kok malah naik terus, sementara percetakan cenderung stabil,” kisah Tirta.
Dari kenekatannya menjual mesin percetakan untuk memulai bisnis jual beli properti inilah yang akhirnya mengantarkan Tirta Setiawan eksis menekuni bidang pemasaran properti hingga saat ini. Untuk lebih mendalami akan ilmu pemasaran bidang properti, Pria asal Semarang, Jawa Tengah ini pun tak segan-segan untuk berguru pada ahlinya ataupun belajar secara autodidak.
Hingga saat ini tak sedikit beberapa pengembang telah mempercayakan pemasaran pada dirinya. Dan hasilnya pun sudah banyak properti yang laku terjual. Tirta pun mengakui kunci sukses keberhasilannya membantu memasarkan properti tak lepas karena faktor kejujuran dan mau turun lihat secara langsung kondisi properti tersebut. “Kunci orang mau dipercaya adalah jujur. Dan satu lagi yang saya lakukan adalah turun langsung melihat kondisi propertinya,” ungkap Tirta.
Kini, bapak dua anak kelahiran 5 Mei 1961 ini tengah disibukan untuk mengembangkan perusahaan agen properti yang belum lama didirikannya. Dengan bendera PRO/MAX Real Estate hadir ditengah-tengah mengeliatnya industri properti, meskipun telah ada beberapa perusahaan agent properti. “Kami tidak mau muluk muluk mau menargetkan berapa triliun kapitalisasi penjualan properti tahun ini. Tapi kami yakin bisa menjadi yang terbaik meskipun bukan yang terbesar untuk agen properti,” kata Tirta Setiawan saat ditemui di kantornya di bilangan Grogol, Jakarta Barat.
Menurut Tirta, Pro/Max real estate ini merupakan franchise real estate agents pertama yang didedikasikan pengembangannya berdasarkan agent-centric approach. Pertumbuhan pesat di dunia properti membutuhkan dukungan dari kantor real estate agent yang profesional untuk memasarkan produk properti kepada masyarakat. “PRO/MAX hadir dengan pendekatan Bottom to Top bukan sebaliknya yang lazim digunakan oleh lebih dari 90% kantor broker di Indonesia,” kata Tirta.
Dengan menerapkan sistem sponsoring, setiap agent PRO/MAX bukan hanya bekerja secara do the business tetapi setingkat lebih advance yaitu dengan build the business. Setiap agent diberdayakan untuk mengembangkan bisnisnya dengan mensponsori agent-agen baru sehingga para agen mempunyai mindset entrepreneurship.
Selain itu, para agen mendapatkan dua sumber pendapatan yang berbeda, pertama, mereka mendapatkan split komisi sampai dengan 90% dan kedua, mereka mendapatkan passive income yaitu sponsoring fee sampai dengan 10% dari setiap agent baru yang disponsorinya yang dapat diwariskan.
PRO/MAX terlahir dari tiga kekuatan brand lokal yaitu Etika Realty, Pluit Pro dan Indoproperti Real Estate dimana para pendirinya mengawali karier mereka sebagai agent, pemilik kantor bahkan sampai akhirnya menjadi pemilik brand.

Check Also

Haris Lambey, Calon Walikota Batam

Haris Lambey Ingin Mengembalikan Kejayaan Kota Batam

FIGUR – Bakal Calon Walikota Batam yang akan maju pada Pilkada serentak tahun 2020 mendatang, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link