
Propertynbank.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyalurkan sebanyak 142.743 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera FLPP, atau setara 81,8 persen dari total nasional sebanyak 188.434 unit yang disalurkan oleh seluruh bank pelaksana program, hingga akhir kuartal III tahun 2025 ini.
Sebagai motor penggerak pembiayaan perumahan nasional, capaian ini mempertegas posisi BTN menjadi pemain utama dalam program pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mendukung realisasi target Program 3 Juta Rumah dan upaya percepatan pengurangan backlog perumahan.
Kinerja dan keberhasilan BTN ini diapresiasi oleh Komisaris Independen Danantara Asset Management (DAM), Agus Sugiarto, Menurut dia, BTN merupakan bank yang melakukan penyaluran KPR subsidi secara masif. Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya penguatan prinsip tata kelola yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta validasi penerima manfaat agar program berjalan tepat sasaran.
“Keberhasilan BTN menyalurkan lebih dari 140 ribu rumah subsidi adalah pencapaian luar biasa. Tapi agar program ini memberi dampak sosial nyata, prinsip transparansi dan akuntabilitas harus tetap diutamakan,” ujar Agus saat kunjungan ke proyek perumahan subsidi di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (14/10), yang disampaikan dalam siaran pers.
Salah satu langkah strategis yang diapresiasi Danantara adalah inisiatif BTN membuka akses pembiayaan perumahan bagi pekerja informal dan pelaku usaha mikro yang selama ini sulit menjangkau layanan perbankan konvensional. Langkah ini dinilai sebagai bentuk inovasi inklusif yang memperluas jangkauan layanan keuangan nasional.
Baca Juga : BTN Dominasi Penyaluran KPR Subsidi FLPP, Ungguli Bank Himbara Lainnya
“Masyarakat di sektor informal selama ini sering kali terpinggirkan dalam skema kredit perumahan. Inovasi BTN menjangkau kelompok ini adalah langkah positif untuk inklusi keuangan yang lebih luas,” tambah Agus.
Sementara itu, Haryo Baskoro Wicaksono yang juga merupakan Komisaris DAM, menambahkan skema KPR Sejahtera FLPP perlu terus disempurnakan agar lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran. Sedangkan Bambang Sugeng Rakmono yang juga Komisaris DAM, menyoroti pentingnya arah kebijakan pembiayaan perumahan ke depan yang lebih berwawasan lingkungan (green housing) dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dominasi KPR BTN di Jawa Timur
Di tingkat regional, BTN juga menunjukkan performa dominan di Provinsi Jawa Timur. Hingga kuartal III 2025, BTN telah menyalurkan 10.243 unit KPR Sejahtera FLPP, terdiri dari 6.505 unit melalui BTN Konvensional dan 3.738 unit melalui BTN Syariah. Capaian ini menguasai 78,3 persen pangsa pasar dari total 13.069 unit rumah subsidi yang disalurkan di wilayah tersebut.
Baca Juga : Gelar Akad Massal FLPP Terbesar, BP Tapera Apresiasi Bank Penyalur dan Pengembang
Beberapa daerah dengan kontribusi tertinggi meliputi Kabupaten Jember (2.205 unit), Malang (1.534 unit), Banyuwangi (870 unit), dan Kediri (841 unit).
Di tempat yang sama, Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menyampaikan bahwa keberhasilan BTN di Jawa Timur merupakan hasil sinergi erat antara perbankan, pengembang, dan pemerintah daerah. “Kami terus menjaga konsistensi dalam memperluas akses rumah subsidi, termasuk bagi sektor informal dan kelompok perempuan,” ujar Hirwandi.
BTN mencatat bahwa sekitar 32,7 persen dari total penerima KPR subsidi di Jawa Timur adalah perempuan, mencerminkan upaya perusahaan dalam mendorong kesetaraan akses kepemilikan rumah.
Lebih dari sekadar menyalurkan pembiayaan, BTN juga melihat program KPR subsidi sebagai penggerak roda ekonomi lokal. Setiap proyek perumahan yang dibiayai BTN menciptakan lapangan kerja, meningkatkan permintaan bahan bangunan, serta mendorong pertumbuhan sektor pendukung lainnya.
Baca Juga : BTN Mitra Utama Penyalur KPR Subsidi Untuk 26.000 Rumah
“Program KPR subsidi bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga membentuk komunitas, membuka lapangan kerja, dan mendorong ekonomi daerah,” pungkas Hirwandi.
Dukung Hulu-Hilir Program 3 Juta Rumah
Sebagai bank dengan mandat khusus di sektor pembiayaan perumahan, BTN tidak hanya berperan di sisi konsumen (demand), tetapi juga mendukung sektor hulu (supply) melalui Kredit Program Perumahan (KPP) untuk pengembang, kontraktor, hingga industri bahan bangunan.
“BTN juga memperkuat peran sebagai integrator ekosistem perumahan nasional melalui pendirian Housing Finance Center, pusat pembelajaran, riset, dan konsultasi yang mendukung pengembangan kapasitas, inovasi kebijakan, serta penyediaan data dan analisis sektor perumahan nasional,” tutup Hirwandi.















