Thursday , January 28 2021
Home / Breaking News / Pengembang Indonesia Optimis Bangun 40 Ribu Unit Rumah Tahun 2019

Pengembang Indonesia Optimis Bangun 40 Ribu Unit Rumah Tahun 2019

DPP Pengembang Indonesia (PI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) I yang dihadiri 18 DPD dengan jumlah 400 anggota di seluruh Indonesia, di hotel Grand Cempaka, Jakarta, (28-29/01)

Berita Properti : Pemerintah merencanakan akan menaikkan harga rumah subsidi tahun 2019. Pertimbangan kenaikan tersebut, didasari  kenaikan harga bangunan. Ketersediaan material bangunan, setiap daerah yang beda. Ada daerah yang mudah dan sulit seperti di ujung timur Indonesia, atau di daerah kepulauan. Semua faktor itu perlu dipertimbangkan, dan tidak bisa disamaratakan

Disisi lain, Kenaikan harga rumah subsidi juga dikarenakan kendala dan situasi di tiap daerah yang beda. Kondisi lahan yang tanah keras, tanah sawah, tanah rawa, tanah lepung dan lain-lain, sehingga biaya untuk pematangan lahannya juga beragam.

Barkah Hidayat, Ketua DPP PI dalam acara Musyawarah Kerja Nasional PI di Grand Cempaka Hotel, akhir Januari lalu mengatakan, pihaknya juga mendukung langkah pemerintah untuk menaikkan harga rumah rata-rata 5 hingga 6 persen dari patokan harga saat ini yang ditetapkan.

BACA JUGA :   Bank DKI Dorong Penggunaan Transaksi Non Tunai di Sejumlah Tempat Rekreasi 

“Dengan begitu, pengembang, akan lebih terpacu membangun proyeknya dalam memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat,” jelasnya.

Meskipun baru berkiprah dua tahun ini, Pengembang Indonesia telah mampu memberikan kontribusi cukup nyata terhadap ketersediaan rumah bagi rakyat Indonesia yang membutuhkan. Hal ini dibuktikan, sepanjang 2018 lalu, pihaknya telah berhasil mengembangkan sekitar 49.000 unit dari target awal yang hanya 20.000 unit saja.

Tahun ini, tambah Barkah, “kami menargetkan akan membangun sebanyak 40.000 unit rumah subsidi yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.”

Sebagai langkah strategis dalam mewujudkan target rumah murah bagi kalangan MBR, PI terus menjalin kerjasama. Salah satunya dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam hal pemanfaatkan dana mengendap yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 150 triliun.

BACA JUGA :   Dukung Perumahan Komunitas, Pengembang dan Bank Siapkan Kemudahan

“Kami berniat mengajukan 30 persen dari nilai tersebut, yang diharapkan dapat disalurkan kembali untuk mendukung pembiayaan perumahan,” imbuhnya.

Hingga saat ini PI telah memiliki 18 DPD dengan keanggotaan yang tercatat sebanyak 463 anggota. Untuk di 2019 ini PI menargetkan ada 6 DPD lagi yang akan dilantik. Sedangkan secara total akan bertambah 26 DPD.

Check Also

Gelar Pameran Perumahan Virtual, BRI Tawarkan Bunga KPR Terendah

Perbankan :  Tahun 2021 ini, kebutuhan untuk memiliki rumah meningkat.  Peningkatan tersebut juga dipengaruhi kalangan milenial …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 175

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link