
Propertynbank : Pameran Indonesia Asean Stationery & Gifts Expo 2025 resmi dibuka Kamis (20/11) di Hall D2 JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ajang yang mulai berlangsung 20–22 November 2025 ini, digagas Asosiasi Industri Perlengkapan Budaya Yiwu ini menjadi pusat perhatian pelaku industri alat tulis, perlengkapan kantor, serta produk budaya dan kreatif dari negara-negara ASEAN dan Tiongkok.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting turut hadir dalam Prosesi pemotongan pita menjadi penanda dimulainya Indonesia–ASEAN Stationery & Gifts Expo 2025, antara lain Li Hongwei, Konselor Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, serta Wu Mingli, Ketua Dewan Bisnis Indonesia–Tiongkok, Vinsensius Jemadu, Deputi Direktur Produk dan Kegiatan Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya dukungan terhadap pengembangan pasar kreatif di kawasan.
Mengusung tema “Inovasi, Kerja Sama, dan Saling Menguntungkan”, pameran ini menjadi wadah penting untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang kolaborasi lintas negara, khususnya bagi sektor alat tulis, perlengkapan kantor, perlengkapan sekolah dan cenderamata serta produk budaya dan kreatif yang terus berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar regional.
Huang Changchao, Ketua Panitia Pameran sekaligus Presiden Asosiasi Industri Perlengkapan Budaya Yiwu, menegaskan bahwa acara ini menjadi jembatan strategis bagi perdagangan produk budaya dan kreatif.
“Pameran ini merupakan platform penting untuk mempromosikan pertukaran dan kerja sama antara Tiongkok dan ASEAN di bidang industri budaya dan kreatif,” ujarnya. Ia berharap kerja sama antara Yiwu dan ASEAN dapat semakin memperkuat sinergi industri alat tulis, cenderamata, serta produk kreatif.
Sementara itu, Zhang Jinxiong, Ketua Kamar Dagang dan Industri Tiongkok–Indonesia, mengatakan bahwa industri alat tulis dan cenderamata adalah pembawa budaya yang berperan dalam mempererat hubungan ekonomi dan sosial. Melalui pameran ini, ia berharap kerja sama praktis antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok dapat meningkat signifikan.

Perluas Akses Pasar Global
Dukungan juga datang dari pemerintah Indonesia. Vinsensius Jemadu, Deputi Direktur Produk dan Kegiatan Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, menekankan bahwa industri budaya dan kreatif merupakan pilar penting dalam pengembangan ekonomi nasional.
“Pameran ini memberikan peluang berharga bagi perusahaan lokal untuk terhubung dengan pasar internasional, sehingga dapat mendorong perkembangan global sektor ekonomi kreatif Indonesia,” ujarnya.
Selain menampilkan produk, agenda pameran juga mencakup forum industri, business matching, serta sesi jejaring bisnis yang dirancang untuk membantu peserta memperluas pasar dan membangun kerja sama jangka panjang.
















