
Propertynbank : Kawasan Timur Cibubur mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya jumlah penduduk dan geliat ekonomi di wilayah tersebut.
Namun, laju pembangunan ini tidak diiringi dengan ketersediaan sarana transportasi umum yang memadai, yang akhirnya memunculkan persoalan kemacetan yang membuat waktu tempuh yang semakin panjang, serta tingginya ketergantungan warga pada kendaraan pribadi.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari para pelaku industri dan pakar properti. Anton Sitorus, Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, menegaskan pentingnya dukungan infrastruktur transportasi massal bagi kawasan dengan populasi kelas menengah yang terus bertumbuh.
“Kemajuan suatu kawasan harus ditopang oleh infrastruktur penunjang seperti transportasi massal berbasis konsep transit oriented development (TOD). Pemerintah perlu merealisasikan moda seperti KRL, LRT, atau MRT di kawasan ini,” ujar Anton dalam diskusi media bertajuk “Potensi Investasi Properti di Koridor Timur Cibubur” yang diselenggarakan Indonesia Housing and Creative Forum di Ballroom Metropolitan Mall Cileungsi, Rabu (16/07/2025).
Ia juga menekankan pentingnya adanya masterplan kota terpadu dan sinergi kebijakan lintas wilayah administrasi, mengingat Koridor Timur Cibubur mencakup beberapa kabupaten dan kota.
“Jangan sampai pembangunan berjalan sendiri-sendiri antar wilayah, karena ini akan menghambat perkembangan kota. Secara populasi dan fasilitas, kawasan ini sudah layak menjadi kota satelit baru,” tambahnya.
Kebutuhan akan transportasi massal juga dirasakan langsung oleh para pengembang properti di kawasan Timur Cibubur. Ronnie Erlangga, General Manager Metland Transyogi, mengungkapkan bahwa Jalan Transyogi sebagai jalur utama di kawasan tersebut memiliki keterbatasan kapasitas.
“Lebar jalan yang relatif kecil menjadi tantangan tersendiri bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah perlu segera memperlebar jalan dan memperkuat konektivitas,” jelas Ronnie.
Hal senada disampaikan Angga Budi Kusuma, Direktur Utama Pesona Kahuripan Group, yang menyoroti perlunya percepatan dukungan pemerintah tidak hanya dalam transportasi, tetapi juga dalam perizinan dan tata ruang.
“Birokrasi yang cepat dan efisien akan mendukung pengembangan kawasan serta meningkatkan pendapatan daerah. Kita sebagai pengembang tentu membutuhkan dukungan tersebut,” kata Angga.
Sementara Sri Haryadi, General Manager Citaville Cibubur menambahkan bahwa pertumbuhan pesat di kawasan Cileungsi dan sekitarnya harus diimbangi dengan perencanaan ruang yang matang dan terkoordinasi untuk menghindari kegagalan pembangunan kota.















