Property & Bank

Potensi Pasar Besar, Showroom Theory Of Living Siap Penuhi Pasar Furniture

Theory
Direktur Studio Multi Kreasi Centralindo, Sherley Lueis (kanan) bersama Steven Surya Angga Co-Founder Tektonik, saat mempaparkan pembukaan showroom Theory of Living, di kawasan Indonesia Design District Theory of Living Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Sabtu (16/09/2023).

Propertynbank : Industri furniture Indonesia memiliki peluang yang besar di tahun 2023, mengingat sektor ini memiliki peranan yang besar bagi perekonomian nasional.

Potensi pasar industri furnitur sangat besar dan harus dapat dimaksimalkan oleh para pelaku industri dalam negeri.

Kebutuhan furniture semakin hari semakin beragam. Dengan maraknya tren rumah minimalis, permintaan akan custom furniture atau furniture yang bisa dibuat khusus sesuai kebutuhan juga semakin meningkat.

Menjawab permintaan pasar yang terus meningkat, salah satu pelaku di industry furniture Theory of Living, membuka showroom pertamanya, di kawasan Indonesia Design District Theory of Living Pantai Indah Kapuk (PIK)  2,  Sabtu (16/09/2023).

Direktur Studio Multi Kreasi Centralindo, Sherley Lueis  menjelaskan bahwa pembukaan showroom ini  untuk membangun lebih banyak koneksi dan kepercayaan dengan menyapa dan melayani kebutuhan klien secara langsung.

Sherley Lueis mengatakan, “Theory of Living menawarkan rangkaian aksesori rumah dan perlengkapan furnitur mencakup kategori rangka tempat tidur, karpet, kursi makan, lounge chair, sofa, lemari, meja, meja kopi, kursi bar, dan aksesoris rumah seperti vas dan sculpture yang dikurasi dengan cermat, unik, sesuai dengan tren, dan dirancang agar tahan lama,”ujarnya.

Sherley mengungkapkan, Perusahaan ini memulai dengan platform online dan dalam waktu dua tahun, kami telah menanamkan jejak dengan sejumlah klien komersial dan residensial kelas atas yang berbasis di Indonesia.  Sejak mulai beroperasi pada tahun 2021, platform tersebut mendapatkan pertumbuhan bisnis yang bagus.

“Melalui platform online, konsumen kami berasal dari seluruh Indonesia. Jadi, selain dari Jakarta, ada yang dari Bali, Medan, Surabaya, dan lain-lain,” Jelas Sherley.

Ia pun menjelaskan bahwa segmen konsumen Theory of Living yang dibidik merupakan kalangan menengah atas. Untuk bisnisnya, ada kerja sama dengan dengan desainer interior, arsitek, dan lain-lain.

Sementara itu salah satu arsitek showroom yang juga partner Theory of Living, Steven Surya Angga, mengatakan bahwa saat ini, tren desain untuk hunian ditentukan oleh selera pemiliknya. “Beda klien, beda pula selera. Yang dipentingkan dalam hal tersebut adalah kenyamanan untuk pemilik hunian,” kata Principal/Co-Founder Tektonik tersebut.

Steven menjelaskan bahwa, showroom Theory of Living tersebut, dirancang menjadi semacam ‘hunian’ untuk produk interior dan dekorasi modern, yang ditawarkan ke para konsumen.

Steven mengakui melayani konsumen dengan selera yang berbeda-beda bukan menjadi persoalan bahkan menjadi ini menjadi tantangan untuk memberikan kepuasan bagi konsumennya.

Sherley menambahkan bahwa produk furniture yang ditawarkan Theory of Living dapat dibeli secara satuan, bahkan kamipun siap melayani secara custom dari konsumen. “Untuk kisaran harganya, tentu bervariasi. Ada sofa seharga Rp100 juta, dan ada juga produk seharga Rp1 juta,” pungkas Sherley.

Dalam peresmian showroom, Theory of Living menawarkan Program Promosi Opening Indonesia Design District dengan minimal pembelian Rp10,000,000,- pengunjung Showroom Indonesia Design District akan mendapatkan diskon 10% hingga akhir bulan September 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *