Sunday , November 29 2020
Home / Daerah / Program Bedah Rumah Sebanyak 17.450 unit di Jawa Tengah Capai 79,48 Persen

Program Bedah Rumah Sebanyak 17.450 unit di Jawa Tengah Capai 79,48 Persen

bedah rumah
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah membuka lapangan kerja baru

DAERAH – Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Provinsi Jawa Tengah yang mentargetkan sebanyak 17.450 unit saat ini sudah mencapai angka 79,48 persen. Adapun total jumlah bantuan yang disalurkan Kementerian PUPR untuk Program BSPS di Provinsi Jawa Tengah mencapai angka Rp 305,37 Milyar.

“Hingga saat ini progres pembangunan fisik Program BSPS di Jawa Tengah sudah mencapai 79,48% dan diharapkan rampung pada akhir tahun ini,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat melakukan kunjungan lapangan ke Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :   Gairah Menjelang Pilkada Serentak 2018

Khalawi menerangkan, bentuk bantuan BSPS yang diberikan kepada masyarakat  tidak berupa uang tunai melainkan bahan bangunan yang digunakan untuk membangun rumah. Adapun rincian biaya yang dikeluarkan untuk peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) satu unit hunian adalah sebesar Rp 17,5 juta yang terdiri dari Rp 15 juta untuk material bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, sesuai dengan instruksi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di tengah pandemi Covid-19 pemerintah melalui Kementerian PUPR terus melakukan upaya untuk meningkatkan infrastruktur di bidang perumahan. Program tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk mendapatkan pekerjaan di Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Program BSPS tahun ini dilakukan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT).

BACA JUGA :   Gelar Zoom Course, REI Dorong Pengembang Menjadi Lebih Tangguh

“Program BSPS ini adalah upaya pemerintah membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Kami ingin meningkatkan kualitas rumah masyarakat agar lebih layak huni dan sekaligus memberikan pekerjaan untuk masyarakat sekitar penerima bantuan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Wilayah Jawa III, Mochamad Mulya Permana menyatakan Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah sebelumnya mengalokasikan bedah rumah di Provinsi Jawa Tengah berjumlah sebanyak 15.450 unit.

Namun demikian, Kementerian PUPR kembali menambah alokasi bedah rumah sebanyak 2.000 unit rumah untuk masyarakat Jawa Tengah di lima kabupaten / kota. Lima Kabupaten / kota yang mendapatkan tambahan alokasi penerima bantuan bedah rumah antara lain Kabupaten Pemalang (1.501 unit), Kabupaten Temanggung (220 unit), Kabupaten Sragen (149 unit), Kabupaten Magelang (120 unit), dan Kota Semarang (10 unit).

BACA JUGA :   Inilah 42 Penerima Penghargaan IPBA 2016

“Adanya penambahan 2.000 unit rumah tersebut akan menambah jumlah alokasi Program BSPS di Jawa Tengah menjadi 17.450 unit. Proses pengerjaan di lapangan yang dimulai bulan ini dan ditargetkan semuanya akan selesai di bulan Desember mendatang,” katanya.

Saat ini, pihaknya juga tengah melakukan Serah Terima Buku Tabungan Program BSPS kepada penerima bantuan di DI Yogyakarta beberapa waktu lalu. “Dengan ditambahnya alokasi BSPS di Provinsi Jawa Tengah, membuat kami semakin semangat untuk terus membantu masyarakat Jawa Tengah di tengah pandemi Covid-19,” harapnya.

Check Also

Intiland Luncurkan Klaster DUO di Talaga Bestari, Harga Mulai Rp 700 jutaan

PERUMAHAN – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) berkolaborasi dengan PT Quanta Land Indonesia (Quanta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link