Property & Bank

Refleksi 8 Tahun Program Sejuta Rumah, Mendorong Kesadaran Pemenuhan Hunian Layak Untuk Masyarakat

program sejuta rumah
Rumah subsidi Program Sejuta Rumah

Propertynbank.com – Pelaksanaan percepatan pembangunan rumah layak huni terus didorong oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut dilaksanakan melalui pencanangan Program Sejuta Rumah (PSR) yang dilaksanakan pada tanggal 29 April 2015 lalu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Kabupaten Ungaran, Provinsi Jawa Tengah.

Kini pelaksanaan Program Sejuta Rumah telah memasuki tahun ke delapan dan telah banyak capaian yang diraih oleh pemerintah Indonesia untuk “merumahkan” masyarakat supaya bisa tinggal di hunian layak. Berbagai program pembangunan infrastruktur dan perumahan terus dilakukan guna mengejar kekurangan kebutuhan atau backlog perumahan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Program Sejuta Rumah merupakan gerakan percepatan dan kolaborasi antara pemerintah dengan para pelaku pembangunan perumahan dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia dengan target sebanyak satu juta unit rumah terbangun setiap tahunnya di seluruh wilayah Indonesia.

Tak bisa dipungkiri bahwa rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi selain sandang dan pangan. Namun hingga saat ini pemenuhan rumah yang layak untuk masyarakat Indonesia masih menemui banyak kendala sehingga diperlukan terobosan dan koordinasi dari berbagai pihak.

Meskipun demikian, tidak semua orang bisa memiliki rumah yang layak. Indonesia yang menjadi negara kepulauan memiliki wilayah yang cukup luas dan jumlah penduduk yang cukup banyak. Hal itu membuat kebutuhan rumah untuk masyarakat semakin besar dan  memerlukan upaya yang cukup besar untuk proses koordinasi pembangunan perumahan.

Apalagi saat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada awal tahun 2020 lalu, sektor industri nasional sempat terpengaruh karena adanya sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat. Meskipun demikian, pemerintah meyakini sektor perumahan bisa menjadi lokomotif pembangunan dan mampu menggerakkan sekitar 174 sektor industri khususnya properti.

Bergeraknya sektor industri properti selain membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan pembangunan rumah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan juga tetap melaksanakan tugas pembangunan guna memenuhi kebutuhan rumah layak huni untuk masyarakat di seluruh Indonesia.

Berbagai program perumahan seperti pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk rumah bersubsidi serta penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diharapkan bisa mendorong semangat masyarakat agar bisa mewujudkan impiannya memiliki hunian yang layak.

Apabila dilihat dari data Bappenas tercatat baklog perumahan di Indonesia saat ini sekitar 12 juta unit rumah. Sedangkan jumlah kebutuhan rumah di Indonesia per tahun bisa mencapai angka 800.000 unit seiring dengan pertumbuhan rumah tangga baru.

Jika dibandingkan dengan pelaksanaan Program Sejuta Rumah yang mentargetkan setiap tahun hanya satu juta unit, tentunya hal itu tidak sebanding dan sampai kapan Indonesia bisa menutupi backlog perumahan. Akan tetapi semua pihak harus tetap optimis bahwa progres capaian Program Sejuta Rumah akan terus meningkat seiring stabilitas nasional serta kondisi masyarakat pasca pandemi Covid-19.

Pergerakan di sektor properti juga akan berdampak pada perputaran perekonomian dan meningkatkan daya beli masyarakat. Ada sekitar 174 sektor industri bergerak di lapangan guna mendukung program pro rakyat tersebut sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Pembangunan rumah untuk MBR dilaksanakan oleh Kementerian PUPR bersama mitra kerjanya seperti kementerian/ lembaga pemerintah, Pemerintah Daerah, Pengembang, CSR Perumahan dan masyarakat. Sedangkan pembangunan rumah untuk non MBR dilaksanakan oleh pengembang dan masyarakat sendiri. Program Sejuta Rumah mentargetkan minimal pembangunan rumah per tahun bisa mencapai angka satu juta unit yang terbagi dari dua yakni 70 persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30 persen untuk non MBR.

Dari data yang dihimpun dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), capaian pembangunan hunian yang dilaksanakan melalui Program Sejuta Rumah dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2015 capaian Program Sejuta Rumah sebanyak 699.770 unit rumah, 2016 sebanyak 805.169 unit, 2017 sebanyak 904.758 unit.

Target  pembangunan Program Sejuta Rumah berhasil menembus angka satu juta tepatnya  1.132.621 unit pada 2018. Sedangkan pada 2019 angkanya juga mengalami tren peningkatan dan melonjak menjadi 1.263.634 unit rumah.

Pada masa pandemi yang melanda Indonesia pada tahun 2020, diperoleh capaian pembangunan rumah sebanyak 956.217 unit rumah. Pembangunan rumah kembali meningkat pada 2021 dan tercatat realisasi Program Sejuta Rumah berhasil membangun 1.105.707 unit rumah di seluruh Indonesia.

Capaian Program Sejuta Rumah

Mengutip informasi yang ada di laman resmi Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR yakni https://perumahan.pu.go.id/news/kementerian-pupr-catat-program-psr-tahun-2022-capai-1117491-unit tercatat capaian Program Sejuta Rumah pada tahun 2022 mencapai angka 1.117.491 unit. Capaian pembangunan perumahan untuk masyarakat tersebut terdiri dari 835.597 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah MBR dan 281.894 unit rumah non MBR.

Adanya rumah yang layak huni  diharapkan mampu mendorong perekonomian nasional sekaligus kesejahteraan serta mendorong kesadaran pentingnya rumah layak bagi masyarakat Indonesia.  Semoga impian seluruh masyarakat Indonesia untuk memiliki dan menghuni rumah layak bisa segera terwujud melalui Program Sejuta Rumah.

Penulis : Ristyan Mega Putra, S.Sos, M.Si
Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *