
Propertynbank.com – PT Repower Asia Indonesia Tbk (“REAL”) menyelenggarakan Pemaparan Publik (Public Expose) Insidentil secara virtual melalui aplikasi Zoom pada Rabu siang (08/10/2025) sebagai tindak lanjut permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca penghentian sementara perdagangan saham Perseroan pada 17 September 2025, sehubungan dengan adanya peningkatan harga saham kumulatif yang signifikan.
Adapun pemaparan Public Expose Insidentil disampaikan oleh Direksi Perseroan, yakni Aulia Firdaus selaku Direktur Utama dan Sjafardamsah selaku Direktur. Dalam paparan tersebut, Perseroan menegaskan optimisme dalam mencapai kinerja yang solid hingga akhir tahun, sekaligus memaparkan strategi pertumbuhan dan rencana pengembangan bisnis ke depan.
Dalam pemaparannya, Sjafardamsah menjelaskan bahwa Perseroan mencatat kinerja positif di Q2 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Penjualan Perseroan pada Q2 2025 mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 40,68% menjadi Rp5,46 miliar. Laba bruto juga meningkat 50,14% menjadi Rp2,33 miliar, sementara laba neto hampir dua kali lipat menjadi Rp446 juta, mencerminkan kinerja operasional yang semakin efisien dan menguntungkan,” ujarnya.
Di sisi lain, aset tidak lancar meningkat 4,04%, liabilitas menurun 77,01%, serta ekuitas meningkat sebesar 6,62%. Hal ini mencerminkan posisi keuangan Perseroan yang semakin kuat sekaligus memperkuat pondasi untuk pertumbuhan bisnis ke depan.
Adapun Perseroan akan menjaga keberlanjutan tren positif ini dengan tetap berfokus pada pengembangan bisnis inti, khususnya proyek hunian yang sesuai dengan kebutuhan pasar, meningkatkan efektivitas strategi pemasaran dan penjualan, memperkuat efisiensi operasional, menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan dan risiko.
Baca Juga : Bidik Segmen Super High End, Botanic Villa at NavaPark BSD City Dibanderol Hingga Rp89 Miliar
Serta melakukan inovasi dalam pengembangan proyek untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, sehingga diharapkan momentum kinerja yang baik dapat terus dipertahankan sekaligus memperkuat posisi keuangan untuk mendukung ekspansi dan pencapaian target strategis di masa mendatang.
“Selain itu, dengan diperpanjangnya manfaat PPN DTP hingga tahun 2026, Perseroan optimis dapat memaksimalkan peluang ini untuk menjaga momentum kinerja yang baik, memperkuat posisi keuangan, serta mendukung ekspansi dan pencapaian target strategis di masa mendatang,” jelas Sjafardamsah.
Strategi Pengembangan Repower
Dalam kesempatan yang sama, Aulia Firdaus menyampaikan bahwa Perseroan tengah berupaya mewujudkan berbagai pengembangan strategis untuk meningkatkan nilai perusahaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Strategi pengembangan Perseroan dibagi menjadi dua kategori utama, yakni organic growth dan non-organic growth.
Baca Juga : Berhadiah Total Rp28 Juta, Forwapera Sukses Gelar Turnamen Futsal Property Cup ke 17
“Untuk pertumbuhan organik, Perseroan saat ini fokus mengoptimalkan penjualan proyek existing, seperti perumahan Botanical Puri Asri di Depok. Selain itu, Perseroan juga akan memulai pengembangan proyek perumahan baru di Pasar Minggu dan Pondok Cabe,” jelas Aulia Firdaus.
Perseroan pun berencana memperluas jangkauan pasarnya dengan memasuki segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui kerja sama operasional (KSO) dengan Riscon Group yang saat ini tengah disiapkan, sebagai bagian dari strategi organik untuk memperkuat fondasi bisnis dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Sementara itu, dalam strategi non-organik, Perseroan berupaya mengoptimalkan recurring income dari aset yang dimiliki serta melakukan transformasi dan sinergi bisnis di berbagai lini, termasuk pengembangan properti di sektor telko, digital, dan healthcare. Perseroan juga tengah menjajaki kemitraan strategis untuk memperkuat pengembangan bisnis secara keseluruhan.
Baca Juga : Ukir Sejarah, BP Tapera Akan Gelar Akad Massal 25 Ribu Unit Rumah Dihadiri Presiden RI
“Langkah-langkah ini kami lakukan untuk memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga selaras dengan peluang pasar dan potensi inovasi yang ada,” tambah Aulia.
Kinerja Saham REAL
Aulia Firdaus menjelaskan bahwa penghentian sementara perdagangan saham Perseroan pada 17 September 2025 terjadi akibat peningkatan harga saham kumulatif yang signifikan, yang sepenuhnya merupakan mekanisme pasar. Dalam penjelasannya, beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh investor atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Perseroan.
“Perseroan menyampaikan terima kasih kepada seluruh investor yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan. Kami akan terus berkomitmen dalam melakukan berbagai upaya strategis untuk memperkuat kinerja dan pertumbuhan, serta berharap langkah-langkah ini dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para investor,” tutup Aulia Firdaus.
















