Saturday , February 27 2021
Home / Breaking News / Serapan Tertinggi di Bekasi, Transaksi Kawasan Industri Alami Peningkatan

Serapan Tertinggi di Bekasi, Transaksi Kawasan Industri Alami Peningkatan

kawasan timur
Koridor timur Jakarta yang mengandalkan masih kawasan industri

PROPERTI – Sepanjang tahun 2020 lalu, wilayah Bekasi menjadi kantong penyerap lahan industri tertinggi di Jabodetabek. Peningkatan serapan seiring dengan bertambahnya pasokan kawasan industri.

Knight Frank mencatat, harga lahan industri relatif meningkat 6% dari periode tahun sebelumnya, dengan service charge yang stagnant. Untuk rerata penjualan lahan terhitung meningkat dari tahun sebelumnya (yoy), saat ini di kisaran 68,4%. Sementara total serapan lahan di semester kedua 2020 sejumlah 77 ha, dan total serapan tahun 2020 adalah 185,9 ha.

BACA JUGA :   Gelar Virtual Expo HUT KPR ke 44, Bank BTN Tawarkan Bunga Hanya 4,4%

Sebagai kawasan dengan serapan lahan terbesar di tahun 2020,  Bekasi menyerap sekitar 68% kawasan industri yang digunakan untuk kegiatan di sektor otomotif, data center, warehouse, FMCG, manufacture dan trading. Selain itu, juga berasal dari sektorsektor seperti logistic, health equipment, electronic, textile, dan ecommerce.

“Performa sektor industri ini merefleksikan potensi kontribusi dalam menggerakan sektor properti dan perekonomian, diikuti dengan komitmen implementasi insentif industri dan pembangunan infrastruktur, serta inovasi yang berkelanjutan akan meningkatkan kepercayaan diri sektor industri dalam menangkap peluang relokasi industri global,” ujar Country Head dari Knight Frank Indonesia, Willson Kalip.

BACA JUGA :   Bidik Kelas Menengah, HKR Rilis Cendana Regency Sawangan

Sementara dalam tataran global, Knight Frank Asia Pacific dalam Real Estate Outlook 2021 mencatatkan bahwa sektor Industri menjadi salah satu sektor properti dengan peningkatan transaksi di tengah pandemi, tercatat nilai transaksi sektor ini berkisar 15% pada masa 3 tahun sebelum tahun 2020, dan tercatat meningkat menjadi 23% di tahun 2020.

Masih dari Knight Frank Asia Pacific dalam New Frontiers (Regions of Opportunities : Infrastructure Impact on Industrial in Asia-Pacific) disebutkan bahwa Indonesia bersama dengan Filipina dan India dinilai menjadi wilayah yang memiliki potensi untuk pertumbuhan Industri ke depan, hal ini mengingat komitmen dalam pembangunan infrastruktur, dan pasar potensial dengan populasi yang besar.

BACA JUGA :   Strategi APPBI Hadapi Gempuran Belanja Era Milenials

Tentu saja, infrastruktur sebagai refleksi konektivitas menjadi salah satu faktor penting untuk perluasan jaringan supply chain dan pemasaran bagi sektor penggerak industri, diantaranya ecommerce. Lalu bagaimana performa sektor Industri di Greater Jakarta pada semester kedua tahun 2020 ?

Check Also

Tahun 2021 Jababeka Siap Kembangkan Smart Township di Koridor Timur Jakarta

Properti : Pembangunan infrastruktur di Koridor Timur Jakarta yang begitu masif, menjadi buruan para pelaku industri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 176

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link