Friday , January 22 2021
Home / Indeks Berita / Taman Anggrek Kebun Raya Bogor Ditata Jadi Pusat Konservasi Terintegrasi

Taman Anggrek Kebun Raya Bogor Ditata Jadi Pusat Konservasi Terintegrasi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat kunjungan ke Penataan Bangunan Kawasan Taman Anggrek Kebun Raya Bogor.

UMUMMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya kualitas pekerjaan Penataan Bangunan Kawasan Taman Anggrek Kebun Raya Bogor, yang akan terintegrasi menjadi pusat konservasi berbagai jenis tanaman anggrek.

“Konsultan pengawas sebagai perwakilan pemilik pekerjaan dalam hal ini mewakili Menteri PUPR harus memastikan kualitas pekerjaan hingga penyelesaian akhir (finishing). Untuk itu saya minta dirapihkan beberapa bagian yang masih kurang seperti cat dan kebersihan lantai,” kata Menteri Basuki.

BACA JUGA :   Nabung Dana DP Rumah, Potong di Depan!

Dalam kesempatan tersebut Menteri Basuki memeriksa secara detail seluruh hasil pekerjaan penataan kawasan tersebut, mulai dari kondisi bangunan, pagar, dan lantai. “Untuk lantai di bagian teras bisa dibersihkan dengan sistem air bertekanan tinggi (water pressure) sehingga tidak terlihat kusam,” ujarnya.

Selain itu, Menteri Basuki juga menginstruksikan agar bangunan/gedung lama Taman Anggrek Kebun Raya Bogor juga dapat diperbaiki dan disatukan/terintegrasi dengan gedung baru yang menjadi bagian pekerjaan penataan kawasan. “Melalui adendum kontrak bisa ditambahkan sedikit (additional work) untuk peningkatan kualitas griya anggrek yang lama, serta dibuatkan akses yang menyatu dengan gedung baru,” ujarnya.

BACA JUGA :   Perumnas Mulai Pasarkan Wisma Atlit Jakabaring

Menteri Basuki mengatakan bahwa penataan Kebun Raya tidak hanya memberikan dampak positif dari sisi peningkatan kelengkapan prasarana fisik, keindahan lansekap dan ruang terbuka hijau publik, namun juga dari sisi kontribusi terhadap konservasi air, tanah, dan perbaikan kualitas udara pada kawasan perkotaan.

“Taman Anggrek di Kebun Raya Bogor tentunya akan menambah fasilitas yang sudah tersedia dengan baik. Harapannya juga akan menambah koleksi tanaman sebagai keanekaragaman hayati kita yang kaya,” kata Menteri Basuki.

Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hendrian mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan Kementerian PUPR dalam menata kawasan Taman Anggrek Kebun Raya Bogor. “Ini bukti perhatian Pemerintah Pusat dalam konservasi tanaman, mudah-mudahan bisa menjadi komplek yang terintegrasi untuk pembelajaran, penelitian, dan perawatan,” ujarnya.

BACA JUGA :   PUPR Alokasikan Rp. 1.36 T Untuk Pembelian Produk Rakyat atau UMKM

Ruang lingkup Penataan Bangunan Kawasan Taman Anggrek Kebun Raya Bogor meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, dan Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing (MEP) pada pembangunan Rumah Kaca Induk seluas 6.813 m2 dan Laboratorium Kultur Jaringan seluas 1.560 m2. Pengembangan Taman Anggrek pada Kebun Raya menekankan pada pelaksanaan lima fungsi kebun raya, yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan.

Pekerjaan Penataan Bangunan Kawasan Taman Anggrek Kebun Raya Bogor dimulai sejak 18 Desember 2019 oleh kontraktor PT Kemang Bangun Persada dengan nilai kontrak Rp 35,9 miliar. Manajemen konstruksi dilakukan oleh PT Elsadai Servo Cons – PT Bintang Perkasa Sejati (KSO) dan perencana PT Saranabudi Prakarsaripta – PT Wahana Reka Tekindo.

Check Also

Pemerintah Perbaiki Rumah dan Bangunan Terdampak Gempa di Sulbar

UMUM – Presiden Joko Widodo menyatakan, untuk gedung-gedung pemerintahan yang rusak dan roboh akan dibangun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 175

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link