Wednesday , October 28 2020
Home / Indeks Berita / Tampil Prima Pekan Lalu, Saham Grup Lippo Melambung Dua Digit

Tampil Prima Pekan Lalu, Saham Grup Lippo Melambung Dua Digit

lippo
Kinerja emiten Lippo Group sedang oke. poto : bizlaw,id

PASAR MODAL – Kinerja saham sejumlah anak usaha grup Lippo sepekan lalu tampil prima. Hal ini tercermin dari kenaikan saham PT Lippo Karawaci (LPKR), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT First Media Tbk (KBLV), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), dan PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT Bank National Nobu Tbk (NOBU) yang melesat hingga dua digit.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) saham MLPT memimpin kenaikan tertinggi hingga 53,91% ke harga Rp885. Disusul oleh KBLV yang melesat 32,7% ke Rp438. Sementara NOBU terkerek 31,34% ke Rp880. MLPL dan LPKR mampu naik hingga 24% dan 22,6% ke harga Rp62 dan Rp180. Sementara itu LPCK naik 10,24% ke harga Rp795.

BACA JUGA :   Tim Arsitek Hadiprana Garap Synthesis Kemang

Kenaikan harga yang dialami beberapa saham Grup Lippo, menurut analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama lantaran dari sisi harga yang relatif murah dan juga sentimen positif pembagian dividen yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Kata Okie, untuk MLPT memang dividen payout ratio-nya cukup besar secara historis.

Pada tahun 2019, dividend payout ratio mencapai 182,19%. Sementara di tahun 2018, dividend payout ratio MLPT mencapai 80,19%. Adapun tahun ini dividend payout ratio MLPT mencapai 181,76%. MLPT tercatat akan membagi dividen Rp133 per saham. Total dividen yang akan dibagikan Rp249,38 miliar.

BACA JUGA :   Dua Perusahaan Pengembang Properti Melantai di Bursa Efek Indonesia

Jumlah ini lebih tinggi dibanding laba bersih yang dikantongi sepanjang 2019. Menilik laporan keuangannya, sepanjang 2019 MLPT mengantongi laba bersih hingga Rp137,27 miliar. Hingga akhir 2019, MLPT masih memiliki saldo laba belum dicadangkan hingga Rp545,96 miliar. Dividen yield MLPT yang tinggi turut menopang penguatan sahamnya.

Dari lima saham yang naik, saham LPCK dan LPKR dinilai masih sangat layak dilirik karena dari sisi likuiditas masih sangat kuat. “Selama LPCK masih terjaga di atas Rp700, investor boleh mempertimbangkan buy on weakness dengan target harga Rp850,” ujar Okie.

BACA JUGA :   Tak Lagi Dipegang Lippo Cikarang, Bagaimana Nasib Meikarta ?

Ia menambahkan, pola pembalikan arah dari bearish ke bullish sudah terlihat sejak Maret 2020. Pada Jumat (05/06), harga saham LPCK menguat 4,61% ke Rp795 per saham. Meski naik tipis, karena LPCK memiliki likuditas kuat, maka dari sisi pergerakan saham paling menarik.

LPCK secara teknikal sudah membentuk tren naik sejak pertengahan Mei lalu dan terus berlanjut hingga saat ini. Sementara itu, saham LPKR hari ini, Senin (8/6), juga dibuka menghijau di Rp184,00 per lembar saham, naik 1,66% dibanding pada penutupan Jumat.

BACA JUGA :   Bukan Hanya Syarat Urus SIUP4, Sertifikasi Kompetensi Agen Properti Sangat Penting

Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menilai LPKR yang memiliki bisnis inti di sektor properti dan juga kesehatan akan memiliki kinerja positif dalam jangka panjang. Animo di kedua bisnis sektor itu memang cukup baik. Sektor kesehatan dianggap menarik karena merupakan segmen bisnis yang saat ini benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Pelonggaran pembatasan sosial serta berlakunya kenormalan baru, tambah Okie, akan menimbulkan optimisme dan memungkinkan kinerja operasional mal dan sektor properti berangsur pulih. Hal ini sejalan dengan membaiknya konsumsi masyarakat. Kesehatan emiten dengan proporsi recurring income yang besar menjadi kekuatan terbesar LPKR.

BACA JUGA :   Triniti Kembangkan Start-Up Office Di Alam Sutera

Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin menggeliat pada penutupan dagang, Senin (08/06/2020), dengan meraup untung 122,78 poin atau 2,48% ke level 5.070,56. Sesi pembukaan, IHSG melanjutkan penguatan dengan menembus level goceng, dengan dibuka bertambah 52,58 poin atau 1,06% ke level 5.000,36.

Senin ini, Indeks diperdagangkan di level 4.947,89-5.103,09. Seluruh atau 10 indeks sektoral menguat menopang laju IHSG untuk reli. Penguatan terbesar dicatat sektor keuangan yang meraih laba 4,46%, perkebunan subur 3,82%, konstruksi dan properti menguat 2,91%, dan barang konsumsi naik 1,84%.

BACA JUGA :   Tertahan di Saham Gocap, Marga Abhinaya Abadi Siap Fokus Tahun Depan

Dari total 660 saham emiten yang diperdagangkan, 326 menguat, 173 stabil, dan 161 turun. Nilai transaksi saham sebesar Rp12,27 triliun dari 14,98 miliar unit. Asing melakukan jual bersih Rp3,34 triliun berbanding aksi beli asing Rp3,20 triliun. (Artha Tidar)

Check Also

pendataan sejuta rumah

Dorong Pembangunan Rumah MBR, Pendataan Program Sejuta Rumah Diperkuat

PROPERTI – Proses pendataan Program Sejuta Rumah di daerah terus diperkuat melalui monitoring lapangan di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link