Property & Bank

Tebar Deviden Rp 313,03 Miliar, PWON Bidik Batam Bangun Superblok

PWON
Istimewa

Propertynbank : Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelat PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) memutuskan membagi dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 313,03 miliar.

Keputusan pembagian deviden tahun buku 2022 telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Pakuwon Jati, yang digelar Selasa (27/06/2023).

Director and Corporate Secretary PT Pakuwon Jati, Tbk Minarto Basuki menjelaskan dividen akan dibagikan kepada 48,15 miliar saham yang beredar, dengan nilai sebesar Rp 6,5 per saham. Dividen per share (DPS) ini terhitung menjadi yang tertinggi sejak tahun buku 2018.

Lebih jauh dikatakan Minarto, Dana dividen tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan untuk entitas induk tahun buku 2022 senilai Rp 1,53 triliun. “Mengacu angka tersebut, maka rasio pembagian dividen (DPR) PWON mencapai 20,34 persen,”pungkasnya.

Selain sebagai dividen tambah Minarto, PWON menetapkan Rp 1 miliar sebagai dana cadangan, sedangkan sisanya masuk menjadi modal alias dibukukan sebagai laba ditahan. Berdasarkan komposisi pemegang saham per 31 Mei 2023, pemegang saham dari masyarakat menguasai 15,08 miliar lembar saham atau setara 31,32 persen, sedangkan pengendali perseroan yakni Pakuwon Arthaniaga menguasai 68,68 persen.

Seperti diketahui, laba bersih PWON sepanjang tahun lalu meningkat 11,30 persen year-on-year (yoy) dibandingkan 2021 senilai Rp 1,38 triliun. Performa positif bottomline didukung oleh kinerja pendapatan usaha perseroan yang tumbuh 4,79 persen yoy menjadi Rp 5,98 triliun.

PWON juga telah mengalokasikan capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,4 triliun untuk tahun 2023. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 1,5 triliun akan digunakan untuk pembelian lahan di Batam, Jawa Tengah, dan Bali.

Selama tahun 2022, pendapatan berulang atau recurring income PWON tumbuh pesat dengan kontribusi terbesar berasal dari portofolio ritel mal, mencapai Rp 2,6 triliun dari total recurring income sebesar Rp 3,8 triliun. Selain itu, pendapatan dari sewa kantor mencapai Rp 300 miliar dan pendapatan dari sektor perhotelan mencapai Rp 929 miliar.

Pada kuartal pertama tahun 2023, PWON mencatatkan recurring income sebesar Rp 1,08 triliun. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 28,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) yang sebesar Rp 842 miliar.

Pendapatan dari segmen pengembangan properti terdiri dari kontribusi terbesar dari sewa ritel dengan 54 persen, diikuti oleh hotel dan apartemen berlayanan sebesar 19 persen, sewa kantor sebesar 6 persen, kondominium sebesar 8 persen, penjualan rumah tapak sebesar 10 persen, dan penjualan perkantoran sebesar 3 persen.

PWON Bangun Superblok Di Batam

Pakuwon Jati juga telah menyiapkan pengembangan proyek properti terbarunya di luar Jakarta dan Surabaya. Salah satunya berada di Batam. Tepatnya berada di Pusat Kota Batam dan hanya berjarak 5 menit dari Nagoya Hill.

Pengembangan proyek di Batam ini sebagai salah satu langkah perusahaan untuk memperluas portofolio properti perusahaan di berbagai wilayah di Indonesia.

Minarto mengatakan perusahaan telah menyiapkan dana sebesar pengembangkan proyek superblok tersebut senilai Rp5,4 triliun, serta telah mengakuisisi lahan seluas 12,4 hektare senilai Rp 372 miliar.

“Dengan nilai tanah Batam sebesar Rp 372 miliar dan estimasi total proyek mencapai Rp 5,4 triliun, termasuk pembangunan mal, hotel, dan hunian mewah bertingkat, proyek ini merupakan multiyear project,” jelas Minarto

Seluruh biaya akuisisi lahan sepenuhnya ditanggung menggunakan dana internal perusahaan. Proyek Superblok ke-6 Pakuwon Jati ini

Secara rinci, superblok ini akan menampilkan pusat perbelanjaan atau mal dengan luas area bersih yang dapat disewa (NLA) mencapai 100.000 meter persegi pada fase pertama. Selain itu, terdapat dua hotel dengan total 610 unit kamar. Di sisi perumahan, akan dibangun satu gedung mewah dan dua gedung bertingkat kelas menengah.

Sementara itu, Ivy Wong, Direktur PWON, menjelaskan timeline untuk pengerjaan proyek masih bergantung pada penyelesaian tahap desain dan perizinan. Dia menargetkan proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 12 bulan.

“Yang jelas untuk proses desain dan perizinan membutuhkan waktu sekitar 12 bulan, setelah itu baru dapat memulai pembangunan konstruksi. Kami targetkan konstruksi dapat dimulai pada akhir 2024,” pungkas Ivy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *