Sunday , January 24 2021
Home / Indeks Berita / Tiga Perusahaan Startup Kolaborasi Kembangkan Bilik Sterilisasi Pembasmi Virus

Tiga Perusahaan Startup Kolaborasi Kembangkan Bilik Sterilisasi Pembasmi Virus

CEO Gorry Hodlings Herry Budiman sedang menjelaskan aplikasi GorryWell kepada salah seorang pengunjung yang datang ke kantornya dikawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (9/4/2020/)

Sekitar Kita : Jumlah persebaran kasus virus corona secara global terus mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah maupun korban jiwa. Beragam upaya pencegahan dan penghentian Covid-19 dilakukan pemerintah. Imbauan untuk sering cuci tangan, menjaga jarak fisik atau pysical distancing hingga tetap tinggal di rumah terus dikampanyekan sejak kasus ini mencuat.

Sejak merebaknya virus corona awal maret, pakar kedokteran kerja yang juga anggota Ikatan Dokter Kesehatan Kerja (IDKI) Edi Alpino Rivai Siregar mengungkapkan banyak inovasi baru dalam upaya pencegahan penyebaran virus tersebut di masyarakat, termasuk sterilizer room yang komposisinya menggunakan senyawa kimia dan ekstrak minyak tumbuhan.

BACA JUGA :   Mulai Dibangun, IKEA Jakarta Garden City Akan Beroperasi Tahun 2020

“Tumbuhan memang bisa menjadi obat penangkal virus meskipun selama ini metodenya melalui konsumsi. Saat wabah ini pertama kali ada di China, obat-obat berbahan dasar tumbuhan menjadi alternatif untuk proses pencegahan dan penyembuhan,” ungkapnya melalui siaran pers yang diterima redaksi (9/04/20).

Menurutnya, inovasi apapun perlu diteliti lebih lanjut apakah bahan tersebut memiliki efek samping atau tidak terhadap manusia.

“Jika terjadi efek samping, apa yang harus dilakukan, bagaimana penangkalannya, dan seterusnya. Dan yang lebih penting lagi tentunya seberapa efektif bahan tersebut bisa membunuh virus Corona,” imbuh Ketua Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) RS Yarsi Jakarta yang juga anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut.

BACA JUGA :   Sinar Mas Land Serahkan 1.000 APD ke Pemerintah Kota Surabaya

Dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, berbagai kalangan ikut andil dalam melakukan pencegahan. Berbagai kolaborasi dilakukan oleh perusahaan-perusahaan rintisan digital lokal (startup) agar penularan pandemik ini bisa mendekati titik nol.

Gorry Holdings, perusahaan health-tech pengembang aplikasi GorryWell dan penyedia katering sehat secara daring Gorry Gourmet, bersinergi dengan Persegi, perusahaan penyedia design & built  serta platform peer to peer lending (P2P) Gradana memproduksi dan memberikan pengadaan untuk  sterilizer room, sebuah bilik sterilisasi yang digunakan untuk mencegah mikroorganisme berbahaya yang terbawa masuk ke dalam ruangan melalui pakaian, tas, dan barang bawaan.

Menurut CEO Gorry Holdings Herry Budiman, kotak anti kuman dan virus tersebut bisa ditempatkan di gedung-gedung perkantoran, pusat perbelanjaan dan bahkan kompleks perumahan.

“Ada banyak cara untuk menghindari Covid-19. Selain mengukur suhu tubuh, juga bisa menggunakan sterilizer room.  Upaya-upaya seperti ini dilakukan untuk mensterilisasikan pakaian yang akan dikenakan pengunjung hingga barang yang dibawa, seperti tas, yang akan masuk ke area publik, baik di masa karantina wilayah maupun pasca karantina,” tuturnya melalui siaran pers yang diterima redaksi, Jakarta (9/4).

BACA JUGA :   Pemda Jangan Lupakan Program Perumahan

Herry menambahkan bahwa dalam kerja sama ini, Gorry Holdings menyediakan cairan pembersih yang komposisinya menggunakan senyawa kimia tidak berbahaya dan ekstrak minyak tumbuhan. Bahan tersebut juga mengandung pH modifier dan aman untuk lingkungan, bahkan memiliki efek minimum terhadap kulit manusia.

Sebagai mitra resmi Kementerian Kesehatan sejak 2018, Herry menambahkan, Gorry Holdings berhati-hati dalam memilih senyawa untuk sterilizer room tersebut.

“Cairan ini merupakan hasil teknologi dari perusahaan NewGenn Research Ltd. Pada penggunaannya cairan ini tentu harus dihindarkan dari kontak dengan mata, hidung, dan mulut. Paparan terhadap kulit memiliki dampak yang minimum tergantung dari sensitivitas kulit. Untuk meminimalisasi dampak terhadap kulit, pengguna dianjurkan segera membilas dengan air putih

hingga bersih setelah terjadi kontak. Cairan ini tidak menimbulkan korosif, beda dengan cairan disinfektan lain yang bisa membuat logam berkarat.”

Dengan kandungan hanya 0.05 persen dari air, cairan tersebut sangat efektif untuk mencegah pencemaran renik dan mikro organisme seperti bakteri, virus, dan kuman. Virus yang bisa mati karena cairan ini selain Corona adalah  HIV, Hepatitis B, Herpes tipe 1 dan 2, influenza tipe A, rubella dan sebagainya. Adapun bakteri yang termasuk efektif untuk dibasmi dengan bahan ini adalah Staphylococcus Aureus, E. Coli, Pseudomonas Aeruginosa, Enterococcus, Enterobacter Aerogenes & Cloacae, Salmonella Typhimurium, Proteus Mirabilis & Vulgaris, Chlamydia dan Psittaci. Sedangkan dari kategori jamur adalah Canadida Slbicans dan  Aspergillus Niger.

BACA JUGA :   Bantah Omnibus Law Bisa Rampas Tanah Rakyat, Pemerintah : Ini Yang Benar !

“Komposisinya 1 banding 75 antara sterilizing fluid dan air, selain itu derajat keasamannya pun netral, tidak seperti cairan disinfektan yang kerap menjadi perdebatan. Biaya per penyemprotan juga sangat ekonomis, bisa kurang dari Rp 200,- per penggunaan dalam bilik sterilisasi.”

Perakitan sterilizer room sendiri dikerjakan oleh Persegi, sebuah toko online furniture lokal  yang menawarkan beragam kebutuhan interior sehingga bisa menghemat biaya pengiriman dibandingkan impor dari luar.

Upaya ini didukung oleh Gradana, yange merupakan perusahaan fintech P2P yang fokus dalam pembiayaan properti. Angela Oetama, CEO Gradana mengatakan, “Selain dari keprihatinan kami atas kondisi yang saat ini ada, di mana banyak orang masih tetap harus bekerja atau keluar untuk kebutuhan seperti berbelanja makanan di supermarket atau ke bank, bilik anti virus ini kami lihat sebagai bagian dari properti yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang mengharuskan karyawannya datang ke kantor, atau mereka yang bekerja di area-area publik serta yang jenis usahanya melibatkan kunjungan dari para konsumennya.”

BACA JUGA :   Pengembang di Lampung Apresiasi Akad Kredit FLPP Serentak BRI Syariah

Angela menambahkan bahwa Gradana mendukung dengan memberikan pembiayaan sehingga pembeliannya bisa dicicil sehingga tidak memberatkan cash flow para pelaku usaha yang saat ini mungkin kondisinya pun tertekan akibat Covid-19 ini.

Selain bisa dipakai untuk kebutuhan internal, tuturnya, bilik ini juga dapat dimanfaatkan untuk media promosi dan juga sponsorship.

“Bahkan bisa digunakan untuk program-program CSR, misalnya perusahaan membeli produk ini untuk dibagikan di daerah-daerah berzona merah. Di momen seperti ini, kita memang harus saling bekerjasama dan membantu masyarakat dalam melawan pandemik ini,” pungkasnya.

Check Also

Tak Hanya Indah, Arsitektur Hunian Juga Harus Inovatif dan Inspiratif

DESAIN – Perusahaan kunci yang sudah sangat dikenal di tengah masyarakat, KENARI DJAJA kembali menyelenggarakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 175

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link