Home / Indeks Berita / Transaksi Pembiayaan Ruko Menurun Tajam Bagaimana Tren Kedepan?

Transaksi Pembiayaan Ruko Menurun Tajam Bagaimana Tren Kedepan?

Rubrik Analisa Pembiayaan. Kerjasama Property&Bank dengan Real Estate & Morgage Institute (REMI). Djoko Yoewoni. Pengamat Pembiayaan Realestat dan Founder REMI
Rubrik Analisa Pembiayaan. Kerjasama Property&Bank dengan Real Estate & Morgage Institute (REMI).
Djoko Yoewono. Pengamat Pembiayaan Realestat dan Founder REMI

PROPERTI – Industri properti tanah air pernah mengalami masa keemasan pengembangan ruko. Investasi properti tidak terkecuali pembelian Shop House atau ruko mengalami masa boombing sebelum tahun 2012, kenaikan pembiayaan ruko bahkan bisa diatas 30 prosen.

Tahun 2011 pembiayaan ruko naik hampir 77,7 prosen, tahun 2012 masih tumbuh diangka 31,4 prosen (sumber spi ojk), saat itu hampir setiap launching ruko selalu ludes terjual, bahkan terkadang hanya launching beberapa jam, rukonya yang dijual sudah laku ludes.

Pembiayaan ruko mulai turun tajam sejak tahun 2014, setelah adanya pengetatan pembiayaan Mortgage/KPR, khususnya pembiayaan indent ( pemberian kredit sebelum bangunan selesai ) dan pengaturan loan to value atau down payment.

BACA JUGA :   Rambah Bisnis Perhotelan, Waskita Realty Luncurkan Brand Hotel Teraskita

Seiring dengan penurunan pertumbuhan pembiayaan ruko, angka Non Performing Loan atau NPL pembiayaan ruko dari tahun 2014 berbanding terbalik dan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, tahun 2014, NPL pembiayaan ruko sebesar 2,5 %, di tahun 2019 sudah diangka 5,6 % dan di Q3 tahun 2020 NPL mencapai puncak tertingginya diangka 6,2 %.

Kondisi penurunan pembiayaan ruko dan kenaikan NPL tersebut diatas diperparah dengan banyaknya ruko ruko yang kosong di kawasan2 ruko di hampir semua kota di Indonesia seiring dalam lima tahun terakhir terjadi trend sbb ;

1. Maraknya trend perdagangan on line atau  ecommerce, sehingga pebusiness tidak membutuhkan lagi tempat untuk menjalankan businessnya.
2. Menjamurnya co working space untuk kantor atau aktifitas business, yang lebih praktis dan biaya murah
3. Ketatnya iklim persaingan memaksa pebusiness untuk melakukan sharing ekonomi, tidak semua proses maupun product secara end to end dikerjakan sendiri karena tidak akan efisien kalo tidak mencapai scala ekonomi.

BACA JUGA :   Unit Kavling Siap Bangun di Jakarta Garden City Dipasarkan Mulai Rp 1 Miliar

Akibat dari semua itu, sejak tahun 2017 portofolio pembiayaan ruko turun minus 1,1 %,  tahun 2019 sebelum covid 19 turun minus 4,7 prosen dan di Q3 2020, setelah pandemi covid 19, minusnya lebih dalam lagi diangka  minus 8 %.

Bagaimana prospek pembiayaan ruko atau investasi ruko kedepanya, apakah akan terus tertekan atau masih ada peluang bertumbuh.

Transaksi Pembiayaan Ruko Menurun Tajam Bagaimana Tren Kedepan?Ruko ruko existing khususnya yang berlokasi strategis akan banyak dialihfungsikan untuk kuliner atau business lifestyle, seperti cafe, restaurant, coffe shop atau tempat kongkow, sedangkan ruko2 yang lokasi tidak strategis atau tidak dikawasan business akan banyak dialihfungsikan untuk gudang atau tempat penyimpanan barang, demikian juga untuk pembangunan properti ruko baru,  akan banyak difocuskan ke peruntukan lifestyle atau pergudangan.

Info lebih banyak seputar real estate & mortgage, ikuti terus channel youtube RoomA21 dan website : RoomA21.com

Check Also

Habis Sebelum Launching, Citra Sentul Raya raup Rp 160 Milyar dari Cluster Volga

Properti :  PT Ciputra Residence salah satu anak usaha Ciputra Group kembali menorehkan sukses penjualan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 179

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link