Sunday , January 24 2021
Home / Breaking News / Tren Hunian Vertikal di Surabaya

Tren Hunian Vertikal di Surabaya

Deretan Apartemen di Surabaya
Deretan Apartemen di Surabaya

Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Terletak di Pulau Jawa bagian Timur, menjadikan Surabaya sebagai gerbang bisnis utama di Indonesia Timur. Hunian vertical pun mulai dilirik para investor yang ingin menginvestasikan uangnya di kota pahlawan ini. Saat ini, jumlah kondominium di Surabaya terdapat 9,142 unit. Adapun pen-supply jumlah terbanyak ada di Surabaya bagian Barat, yakni sebesar 4,063 unit. Dan jumlah ini akan terus bertambah hingga tahun 2017, sehingga total supply diperkirakan akan mencapai angka 18,594 unit kondominium sampai tahun 2017.

Untuk range harga kondominium di wilayah Surabaya sendiri bervariasi tergantung gradenya. Pada kondominium Grade Upper harga rata-ratanya berkisar antara Rp 24juta – Rp 35juta/m2. Sedangkan untuk Grade Middle harganya berkisar antara Rp 16 juta- Rp 17 juta/m2. Dan yang paling ramai dibeli adalah Grade Mid Low dengan harga Rp 9juta- Rp 11juta/m2. Kebanyakan profil pembeli merupakan investor. Sedangkan para end-user kebanyakan membeli pada Grade middle low dan middle.

Pertumbuhan harga yang signifikan terjadi pada Grade Upper dan Grade Mid Low, yakni sebesar 7% – 26% untuk Grade Upper dan 10% – 27% untuk Grade Mid Low. Joseph Lukito dari Head of Research JLL Surabaya, mengatakan, perkembangan kondominium di Surabaya terjadi pada Surabaya Barat dan Surabaya Timur. Sedangkan pada Surabaya bagian Utara dan Selatan adalah untuk perdagangan. Profil pembelinya pun berbeda-beda tergantung daerahnya.

Lukito menjelaskan,”Mengapa masyarakat di Surabaya kini lebih memilih hunian vertical dibanding landed house? , Sebab harga tanah di Surabaya kini sudah mahal, terutama untuk Surabaya Barat dan Surabaya Timur. Terlebih, di Surabaya bagian Timur banyak Universitas, dimana para orang tua yang anak-anaknya kuliah disana lebih memilih untuk membeli apartement dibanding harus menyewa kos-kosan.” Lukito menambahkan ,dibanding menyewa kamar kos, mereka lebih berpikir untuk membeli, sehingga jika nanti anak-anak mereka sudah lulus kuliah, mereka masih bisa menggunakan apartementnya untuk investasi.

Selain itu, pada sektor industri Lukito mengatakan bahwa growth-nya berada di wilayah sekitar Surabaya. Adanya perkembangan infrastruktur yang baru sangat membantu tumbuh dan berkembangnya industri estate di Surabaya. Seperti Gresik, Jember dan Tuban. Belum lagi setelah dibukanya pelabuhan. Maka itu akan menambah nilai investasi beberapa kota yang terletak di sekitar Surabaya.

Check Also

Menteri PUPR Tinjau Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi di Sulbar

UMUM  – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono didampingi Kepala Badan Nasional …

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 175

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link