Property & Bank

Kolaborasi ABPEDNAS, SUCOFINDO dan Kejaksaan RI Bangun 70 Sumur Air Bersih untuk Desa

abpednas
Ketua Umum ABPEDNAS, Indra Utama

Propertynbank.com – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama PT SUCOFINDO (Persero) dan Kejaksaan RI resmi memulai program pembangunan 70 sumur air bersih di berbagai wilayah Indonesia melalui program bertajuk Jaga Air Bersih untuk Desa. Hal ini merupakan salah satu upaya menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat desa.

Kick off pembangunan ditandai dengan prosesi peusijuek atau tepung tawar di Meunasah Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, Minggu (10/5/2026). Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-70 PT SUCOFINDO (Persero) sekaligus mendukung penguatan ketahanan air nasional dan pembangunan desa berkelanjutan.

Ketua Umum ABPEDNAS, Indra Utama mengatakan, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung terhadap kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat desa.

“Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga pondasi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat desa. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan pembangunan hadir hingga ke desa yang membutuhkan,” ujarnya di Aceh Besar, Minggu (10/5).

Menurut Indra, pembangunan sumur akan dilakukan di 70 titik wilayah operasional PT SUCOFINDO yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua. Program tersebut diproyeksikan memberi manfaat bagi sekitar 3.500 hingga 7.000 masyarakat desa yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

Ia menambahkan, program ini juga mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-6 terkait akses air bersih dan sanitasi layak. “Harapannya program ini tidak berhenti pada 70 titik saja, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan nasional bersama dalam mendukung pembangunan desa,” katanya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Jakfar mengapresiasi pemilihan Gampong Lambleut sebagai lokasi pembangunan sumur air bersih.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, namun keterbatasan anggaran membuat sejumlah program belum dapat dijalankan secara optimal. “Alhamdulillah masyarakat Aceh Besar, khususnya di Gampong Lambleut, terbantu melalui program ini. Kami berharap ke depan desa-desa lain juga bisa memperoleh bantuan serupa,” ujarnya.

abpednas
Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, sekaligus Jamintel Kejaksaan RI, Reda Manthovani

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS yang juga menjabat sebagai Jamintel Kejaksaan RI, Reda Manthovani menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program sosial berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kolaborasi antara organisasi desa, BUMN, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya penting untuk memastikan program berjalan transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT SUCOFINDO (Persero), Nuri Hidayat menyebut pembangunan sumur air bersih merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan dan ESG (Environmental, Social, and Governance).

Program tersebut juga menjadi simbol perjalanan 70 tahun SUCOFINDO dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, SUCOFINDO memiliki layanan pengujian laboratorium air bersih terakreditasi guna memastikan kualitas dan keamanan air yang digunakan masyarakat.

Antusias Dukung Program Kolaborasi ABPEDNAS

Kehadiran program ini disambut antusias warga Gampong Lambleut. Keuchik Gampong Lambleut, Bahrunnazar mengungkapkan persoalan air bersih di desanya telah berlangsung bertahun-tahun, terutama bagi warga di wilayah timur gampong.

Menurut dia, sebagian kawasan mengalami persoalan air asin, berwarna kekuningan, dan mengandung kapur tinggi sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. “Sebagian warga masih menggunakan air yang kurang layak untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Saat ini Gampong Lambleut memiliki sekitar 300 kepala keluarga. Meski pembangunan sumur bor telah membantu kebutuhan air di meunasah, akses air bersih untuk rumah tangga masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu dituntaskan.

Tak hanya berdampak pada kebutuhan domestik, keterbatasan air juga memengaruhi sektor pertanian warga yang selama ini masih mengandalkan tadah hujan karena belum tersedia irigasi teknis di kawasan tersebut.

“Melalui program Jaga Air Bersih untuk Desa, pembangunan tidak lagi hanya berpusat di kota besar, tetapi bergerak hingga ke desa-desa yang membutuhkan akses dasar bagi kehidupan masyarakat,” tutup Reda Manthovani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan