Property & Bank

Strategi Bisnis BWM Group Membantu Kebangkitan Properti Di Bali

BWM Group
CEO sekaligus Founder BWM Group, Bambang Subagio

Propertynbank.com – Bali merupakan salah satu daerah yang pertumbuhan sektor propertinya, tumbuh pesat dari tahun ke tahun. Selain meningkatnya pembangunan, harga properti (capital gain) dan tingkat okupansi di daerah ini juga meningkat. Tren pertumbuhan harga yang kuat dan konsisten selama tahun 2023-2024 di Denpasar juga dipengaruhi oleh sejumlah kebijakan maupun insentif dari Pemerintah yang mendukung kepemilikan asing dan sektor pariwisata.

Dari Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dikeluarkan Bank Indonesia Provinsi Bali memperlihatkan, harga properti residensial di Bali terus menunjukkan tren kenaikan pada Triwulan II 2024. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) mencatat angka 104,27, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 1,86% (yoy). Hal ini terbukti dari beberapa wilayah di Bali yang diminati sebagai lokasi investasi properti, sepeti di Seseh, Kedungu, Cemagi, Nyanyi, dan Pererenan yang berada dibagian barat Bali.

Hingga saat ini wilayah-wilayah tersebut masih terus berkembang, seiring bertambah ramainya jumlah wisatawan yang datang. Sementara Kawasan Sanur, Seminyak, dan Ubud tetap menjadi primadona. Menariknya, saat ini banyak generasi yang lebih muda yang menyukai lokasi yang lebih hijau dan akrab dengan alam Bali, seperti kawasan Ubud.

Baca Juga : JMN Gelar Duo Award 2024, Bagikan 79 Penghargaan Bagi Mereka Yang Berprestasi

Pengembang properti terpercaya, BWM Group tidak ingin ketinggalan momentum. Perusahaan properti yang didirikan pada tahun 1995 oleh Bambang Subagio, CEO sekaligus Founder BWM Group, turut andil dalam memajukan sektor properti di Bali. Meski pada awal berdirinya perusahaan ini hanya bergerak dibidang kontraktor. Namun Seiring waktu, BWM berhasil berkembang menjadi pengembang properti terkemuka. Berawal dari kesuksesan mengembangkan proyek perumahan rumah sederhana di Karawang Timur, hingga kini BWM telah berhasil mengerjakan banyak perumahan hingga resort dan villa di Bali di Indonesia. Menurut, Bambang Subagio, pembangunan rumah subsidi tersebut, berawal dari semangat untuk mendukung pemerintah dalam menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

”Pada saat mulai membangun rumah subsidi di Karawang Timur diatas lahan 40 hektar tersebut, kami tidak berpikir soal bisnis. Tapi benar-benar ingin membantu masyarakat luas untuk bisa memiliki rumah. Ternyata berkembang hingga sekarang, sehingga kami putuskan untuk terus melakukan pengembangan hingga 100 hektar di area Karawang dan sekitarnya,” ujarnya kepada propertynbank.com.

Ekspansi BWM Group

Sukses mengembangkan perumahan di Karawang Timur, BWM terus mengepakkan sayap bisnisnya dengan mengembangkan perumahan komersil. Salah satunya di Arsa Residence yang berlokasi di Karawang Barat. Selain di Karawang, BWM Group juga mengembangkan perumahan komersil ke area Jatinangor, Manado, dan pembangunan resort dan villa di Bali.

Di Bali sendiri, BWM telah menancapkan kuku bisnis dengan sejumlah proyek Villa dan resort, yakni Shankara Munduk Bali, Alam Bidadari Seminyak, Alam Puisi Ubud Villa, dan Alam Penari Ubud. Sebut saja proyek Shankara Munduk Bali, dengan konsep resort and villa ini menawarkan sensasi tinggal di rumah Bali. Terletak di Desa Munduk, Buleleng Bali yang dikenal sebagai “Desa Di Atas Awan’ yang memiliki ketinggian mencapai 1231 mdpl ini masuk dalam kategori area Kawasan Pariwisata Khusus.

Baca Juga : Menjawab Tren Gaya Hidup Sehat, OXO Perkenalkan Wellness Living Pertama di Bali

Selain di Buleleng Bali,. BWM Group juga telah mengembangkan dua proyek vila yakni Alam Puisi Villa Ubud dan Villa Alam Penari Ubud yang mengusung konsep Back to nature Bambang menjelaskan, Alam Puisi Villa Ubud merupakan villa mewah dengan nuansa alami, dilengkapi dengan 27 unit villa dengan layanan sekelas bintang 4.

Sementara Alam Penari Villa Ubud, lokasinya hanya 15 menit berkendara dari Istana Ubud yang bersejarah. Alam Penari Ubud menawarkan 2 unit Vila dengan 3 kamar tidur dan 18 Unit kamar resort. Terakhir adalah proyek Alam Bidadari Seminyak, yang merupakan hotel bintang 4 yang berlokasi sangat strategis di kawasan wisata popular di Bali.

BWM Group
Salah satu properti yang dikembangkan BWM Group

Tak hanya menjanjikan sebuah pengalaman bermalam bersama keluarga yang berkesan tetapi juga suasana dengan sentuhan artistik yang kental. Bambang Subagio, menjelaskan Alam Bidadari Seminyak memiliki berbagai kelebihan dibandingkan penginapan di Bali lainnya. Apalagi letaknya berada di pusat kota Kawasan wisata Seminyak Bali, sehingga dapat diakses dengan mudah.

Hadir dengan konsep villa dan resort, Alam Bidadari seminak menawarkan menawarkan keramahtamahan sempurna dengan kolam renang pribadi yang terletak di tengah taman lanskap. “Kami memberikan berbagai kemudahan dan kenyamanan selama menginap karena tempatnya yangstrategis, dekat dengan pantai, bahkan kami menyiapkan transportasi untuk tamu-tamu yang mau ke area wisata yang ada di Kawasan seminyak ini,” ujarnya.

Strategi yang dilakukan BWM Group adalah dengan melihat peluang yang ada. Salah satu strateginya dengan membantu proyek-proyek yang tidak berjalan. Bambang mencontohkan, ketika terjadi pandemi banyak proyekproyek resort dan villa yang tidak beroperasi bahkan ada yang tutup total. Kondisi ini justru menjadi tantangan dan peluang, jadi tinggal bagaimana menangkap peluang tersebut.

Baca Juga : O’laya Magnifique Uluwatu Bali Tawarkan Kemewahan di Momentum Pernikahan

”Disini posisi BWM Group benar-benar murni untuk membantu, tapi bukan berarti di takeover. karena kami melihat ini sayang kalau ini tidak dibantu. Jadi semua proyek saya itu dasarnya membantu proyek-proyek yang memang sudah tidak berjalan. Kemudian kita lakukan renovasi untuk bisa kembali beroperasi. Memang pada awalnya tidak terlalu baik, karena memang kondisi waktu itu kondisi pandemi masih berlangsung, tapi saya bersyukur di satu tahun bahkan hampir dua tahun terakhir ini kenaikkannya cukup signifikan. Artinya orang yang kita bantu pun juga merasa beruntung,” kilahnya.

Lebih jauh Bambang mengakui ada beberapa persyaratan yang harus dilihat untuk membantu proyekproyek tersebut. Pertama, kita lihat pemilik lamanya dulu. ”Kita lihat karakter orangnya, baik atau tidak. Kedua, Kalau bicara perumahan, kita lihat legalitasnya, itu harus clear. Ketiga. Lokasi dan aksesnya. Kalau ketiga hal tersebut sudah ok, maka kita berani untuk bisa membantu dan menyehatkan,” tandasnya. (Artikel dan edisi lengkap majalah Edisi ini. bisa didapatkan di https://grahajurnalis.id/product/majalah-propertybank-edisi-202/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan